Rakyat Merdeka Online

Share |
Di Tengah Kemewahan Jakarta, Terkulai Lemah Bocah Halimah
Sabtu, 09 Juni 2012 , 12:29:00 WIB
Laporan: Marlen Sitompul

ILUSTRASI
  

RMOL. Selalu saja, di balik gemerlapnya kota Jakarta, mudah kita temui kemiskinan akut. Namun, kasus anak yang mengalami gizi buruk benar-benar mengenaskan.

Di sudut ibukota, tepatnya di Jalan Ekor Kuning Rt 002 RW 004, Penjaringan Jakarta Utara, tak jauh dari museum Bahari dan pasar ikan Penjaringan, sang anak terbaring karena mengalami gizi buruk. Halimah Hasifah namanya. Gadis kecil berusia 3 tahun 7 bulan ini terlihat jauh berbeda dengan seusianya. Halimah belum bisa berjalan dan bicara. Bobot tubuhnya pun hanya sekitar 9 kilogram.

"Tengkurep sendiri saja baru sekali saya lihat bisa, waktu umurnya pas tiga tahun, tapi sampai sekarang tidak pernah lagi. Kalau duduk sih bisa, tapi kita dudukan," ungkap Uum Cahriyah, sang ibu.

Ketika disandingkan dengan adiknya yang berusia dua tahun, terlihat tubuh kedua bocah mungil itu sangat kontras. Uum menceritakan, saat lahirnya, Halimah ada semacam benjolan di leher bagian belakangnya, namun benjolan tersebut kemudian kempes. "Saya kasih ludah basi aja, tiap pagi," ungkap Uum.
 
Melihat pertumbuhan anaknya yang tidak sama dengan anak lainnya, Uum sempat membawa anaknya ke RSUD Tarakan.

"Dari puskesmas, saya dirujuk ke Tarakan ya saya bawa kesana. Katanya sih gizi buruk, udah dirawat ya udah aja, tidak ada kelanjutannya, saya juga lihat tidak ada perubahan anak saya," kenang Uum.
 
Sebelumnya, Uum mengatakan, pernah ada yang mengunjunginya dari Atmajaya, lalu ada dari puskesmas itu yang kemudian merujuk ke RS Tarakan.

"Kalau kata yang dari Atmajaya, kenapa nggak dibawa ke RS Koja atau Atmajaya saja. Ya saya enggak tahu, dirujuknya ke Tarakan ya kesitu," ujar Uum.
 
Senin 4 Juni lalu, timbul lagi keinginan Uum untuk mengobati anaknya. Ia bertanya-tanya pada warga yang dianggap paham, disarankan untuk membuat SKTM.

"Katanya anaknya bawa aja dulu ke rumah sakit, terus nanti baru bikin SKTM," ujarnya.
 
Di RSCM, dokter mengatakan untuk bisa mengetahui jelas penyebab kekurangan anaknya, Halimah harus di CT Scan, dan butuh biaya Rp 1,6 juta.

"Saya tanya, bisa nggak pakai SKTM katanya untuk scan nggak bisa," ungkap Uum.
 
Di RSCM Uum tetap bertanya pada dokter dan pihak RS bagaimana agar bisa dapat keringanan dengan membuat SKTM, Uum kemudian diberi semacam memo atau surat pengantar dari RS untuk membuat SKTM.
 
Namun untuk membuat SKTM pun ternyata sulit. "Terus terang saja, saya nikah dengan suami di bawah tangan, jadi tidak tercatat di KUA," ungkapnya.

Hal itu menjadi alasan, sehingga Uum sulit mendapatkan SKTM untuk mengupayakan kesehatan Halimah. Kawasan tempat tinggal Halimah sendiri, bisa dibilang bukanlah kawasan yang layak untuk tinggal.

Tempat tinggal Halimah dari kayu, yang di sekelilingnya terdapat genangan air yang sudah bertahun-tahun dan sampah-sampah. Penduduk di kawasan tersebut mengaku tak mengenal Jamkesmas maupun kartu Gakin. Alasan Uum tetap tinggal di tempat tersebut hampir sekitar 20 tahunan adalah harga sewa yang murah.

"Kontrakan tempat lain mahal, disini cuma 50 ribu sebulan. Yang punya baru dateng 2-3 bulan sekali. Kalau lagi punya uang ya saya bayar, kalau nggak ya utang. Tapi yang punya juga ngerti sih kondisi kita," pungkasnya. [mar]


Baca juga:
Dicekik Ongkos Sewa, Pedagang Pasar HWI Minta Atensi Gubernur
Fauzi Bowo Hadiri Agenda Umat Katolik se-Jakarta
4 Menteri SBY Jadi Jurkam Alex-Nono
Nono Sampono: Ormas Yang Macam-Macam Saya Libas
Enam Tahap Menuju Jakarta Aman dan Nyaman Versi Bang Adji

Komentar (2)

Nama :
Judul :
Komentar :
  1. harap maklum
    11.06.2012, 09:32 WIB
    Komentator: WA LETOY
    yah...harap maklum kita ini kan cuma jadi penumpang dinegri ini,sekarang mah sudah dimiliki orang orang berduit,mau halal ke mau haram ke bukan persoalan.
  2. - Kasihan
    10.06.2012, 02:57 WIB
    Komentator: Dewa Berissik
    Pak Presiden, pak mentri, pak gubernur!! Ke mane ajeee...??! Makan dari uang rakyat... Ada rakyat menderita, apakah mereka tau? Apakah mereka peduli?
blitz.rmol.co
 

Marissa Nasution, Nggak Suka Keringetan

Bintang film Namaku Dick, Cowok Bikin Pusing dan Kejar Cinta Javanua ini s ...

 

Sophia Mueller, Bikin Film Gandeng Mantan Suami

Debut Sophia Mueller (dulu Latjuba) menjadi seorang produser dan sutradara ...

 

Cara Delevingne, Tolak Leonardo DiCaprio

Rising star di dunia modeling ini rupanya tak muda dirayu lelaki. Buktinya ...

 

Prisia Nasution, Susah Jadi Istri Jokowi

Setelah bermain cemerlang dalam film Sang Penari serta Laura & Marsha, ...

 

Ibunya Rasti Kecewa Eza Dituntut 5 Bulan Bui

Eza merasa diperlakukan tidak adil. Ia memelas, sebagai orang susah harusn ...

 

Iba, Payudara Jolie Diangkat

Bukan rahasia lagi, kalau Jennifer Aniston sakit hati saat tahu Brad Pitt, ...

 

Mila Kunis, Diinginkan Bikin Video Porno

Mila Kunis menempati posisi pertama sebagai selebriti yang video pornonya ...

 

Raffi & Luna Pedekate?

Restu didapat asal Luna sayang sama ibu dan keluarga Raffi. Namun umur jad ...

 

Beredar, Foto Bugil Mirip Sefty Sanustika

Sefty Sanustika bikin heboh. Pasalnya, telah beredar di internet, beberapa ...

Gotong Royong Ala Jepang

Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II