PILGUB DKIPanwaslu: Bagikan Beras Bernomor Urut, Pasangan Hendardji-Ahmad Riza Terancam Pidana
Selasa, 12 Juni 2012 , 13:09:00 WIB
Laporan: Christian
 HENDARDJI-AHMAD RIZA/IST | |
|
 |
RMOL. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, terekam tengah membagikan beras sembari mensosialisasikan nomor urut Pilkada mereka kepada warga Jakarta.
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI menemukan, indikasi pelanggaran UU Pemilu yang dilakukan pasangan calon nomor urut dua tersebut terjadi di daerah Penjaringan, Jakarta Utara.
"Saat itu calon nomor dua membagikan beras dengan nomor urut mereka dilampirkan di beras tersebut, dan tim kami berhasil merekam kegiatan calon tersebut," beber anggota Panwaslu Jakarta, M. Jufri, saat dihubungi JakartaBagus.Com melalui saluran telepon, sesaat lalu (Selasa, 12/6).
Namun Jufri belum bisa memastikan kapan tepatnya kejadian itu. Jika terbukti melakukan pelanggaran kampanye di luar jadwal maka tidak menutup kemungkinan kedua calon dikenai sanksi pecat sebagai peserta Pilkada. Jika terbukti melakukan politik uang bisa langsung dikenakan pidana.
"Kami masih menunggu proses dari Panwaslu Jakarta Utara, apakah memang calon nomor urut dua terbukti melakukan pelanggaran atau tidak. Jika terbukti akan kami pidanakan karena melakukan kampanye di luar jadwal," tegas Jufri.
Ada aturan yang melarang pasangan calon mengajak untuk memilih, memaparkan visi/misi, dan menyebutkan nomor urut sebelum masa kampanye, yang semua tergolong pelanggaran administratif. Para pasangan calon juga dilarang memasang alat peraga seperti spanduk, baliho atau pembagian suvenir sebelum masa kampanye.[jbc/ald]
-
Lanjutkan
14.06.2012, 08:49 WIB Komentator: bowo |
| Saya sih setuju2 aja para cagub bagi2 gizi ke warga jakarta sembari kampanye. Yang penting tidak ada paksaan untuk memilih calon tertentu! Biarkan warga menikmati "kemurahan para cagub DKI" yang hanya 5 tahun sekali ini. Dari pada dibatasi tapi akhirnya tetap nyolong2 star? mending biarkan saja mereka bagi2 rizki.. Setuju ?..... |
-
- Gugur satu dipenjarimgan
13.06.2012, 21:46 WIB Komentator: Keong |
kalo tidak digugurkan dari cagub DKI, berarti hukum bisa dibeli....,
Pasti hukum bisa dibeli.....
Pasti hukum bisa dibeli.....
Pasti hukum bisa dibeli.....
Malu dong ah sama SBY.....
Belajarlah dewasa dikit, akuilah kesalahan itu..,...... |
-
kampanye beras
13.06.2012, 12:09 WIB Komentator: Panji |
| wah udah mulai nih kampanye terselubung, beras tapi dikasih nomor urut. walaupun kampanye tapi begitu juga caranya. |
-
- beras
13.06.2012, 02:50 WIB Komentator: k*ntol |
| sekalian aaja bagi2in PSK ama warga.... tapi memang itulah Rakyat indonesia, Beras, jangankan harga diri, negara pun mereka jual demi setekong beras....... |
-
3 tahun BISA
12.06.2012, 14:11 WIB Komentator: Cogito |
Alex-Nono : 3 tahun bisa .. balik modal.
Yang 2 tahun lagi buat ngeruk duit di Jakarta.
Habis itu pulang kampung ke Palembang.
Bye, bye .. Jakarta. Aku sudah kaya.. ha,ha,ha |
-
3 tahun BISA
12.06.2012, 14:11 WIB Komentator: Cogito |
Alex-Nono : 3 tahun bisa .. balik modal.
Yang 2 tahun lagi buat ngeruk duit di Jakarta.
Habis itu pulang kampung ke Palembang.
Bye, bye .. Jakarta. Aku sudah kaya.. ha,ha,ha |
-
3 tahun BISA
12.06.2012, 14:11 WIB Komentator: Cogito |
Alex-Nono : 3 tahun bisa .. balik modal.
Yang 2 tahun lagi buat ngeruk duit di Jakarta.
Habis itu pulang kampung ke Palembang.
Bye, bye .. Jakarta. Aku sudah kaya.. ha,ha,ha |
-
3 tahun BISA
12.06.2012, 14:11 WIB Komentator: Cogito |
Alex-Nono : 3 tahun bisa .. balik modal.
Yang 2 tahun lagi buat ngeruk duit di Jakarta.
Habis itu pulang kampung ke Palembang.
Bye, bye .. Jakarta. Aku sudah kaya.. ha,ha,ha |
-
pecat aja
12.06.2012, 13:58 WIB Komentator: dion |
| langsung dipidanakan dan dikeluarkan sebagai cagub aja pasangan yg tdk fair seperti ini..mereka hanya merusak kejujuran dalam kampanye Jakarta tahun ini.. |
-
semua calon sama saja
12.06.2012, 13:55 WIB Komentator: acep ngehe |
| pembagian materi dari calon gubernur, seperti pembagian sembako, pembagian uang, kepada masyarakat pemilih, sebaiknya jangan dihalangi, atau diberi sangsi, apalagi dipecat dari pencalonannya, seharusnya didukung, demi kesejahteraan masyarakat, biarlah rakyat merasakan sebagian harta para calon, kapan lagi mereka menerima pembagian dari mereka, setelah jadi gubernur mah, pasti calon itu ga akan memberikan lagi. kalau mau menolak, janji calon gubernur lah yg harus ditolak, karena janjinya pasti palsu, penuh kebohongan. |