Minggu, 24 Juni 2012 , 18:12:00 WIB
![]() ILUSTRASI BANJIR/IST |
RMOL. Persoalan banjir di ibu kota Jakarta tak kunjung selesai. Padahal alokasi anggaran APBD DKI Jakarta untuk mengatasi persoalan banjir dari periode 2008-2012 sudah mencapai angka Rp 6,9 triliun.
Demikian disampaikan tim peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yenny Sucipto saat konfrensi pers "Wajah APBD Jakarta" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Minggu (24/6).
Anggaran sebesar itu, lanjut Yenny, digunakan untuk pembebasan kanal banjir timur, pengendali banjir, pengembangan sarana sistem drainase, pemeliharaan dan operasional infrastruktur pengendali banjir, penataan waduk dan saluran serta peringatan dini banjir.
"Sayangnya, walaupun anggaran yang dikeluarkan sangat fantastis, sampai hari ini belum dapat diketahui efektifitas penggunaan anggaran tersebut dalam mengatasi banjir di Jakarta," tegas Yenny.
Terlebih lagi, imbuh Yenny, masih terdapat anggaran tambahan yang tersebar di luar Dinas Pekerjaan Umum, yang digunakan untuk kebutuhan honorium, evaluasi, laporan, monitoring dan lainnya.
"Alokasi di luar Dinas Pekerjaan Umum, dari tahun 2009-2012 sungguh fantastis, tapi tanpa hasil," demikian Yenny. [arp]

- Jangan gitu dong ah...,.









