Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Tarif Kereta Commuter Line Belum Layak Naik
Pelayanan Masih Buruk, Sering Telat Dan Mogok
Jum'at, 06 Juli 2012 , 09:46:00 WIB

PT KERETA API COMMUTER
  

RMOL. Rencana PT Kereta Api Commuter Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (PT KCJ Jabodetabek) yang ingin menaikkan tarif Commter Line atau KRL, mendapat respons negatif dari para penumpang. Komunitas KRL yang dikenal sebagai KRL Mania memprotes kebijakan tersebut.

Juru bicara KRL Mania Nur­cahyo mengatakan, belum sepan­tasnya PT KCJ menaikkan tarif. Sebab, pelayanan yang diberikan saat ini masih jauh dari cukup.

   “Kami keberatan dengan ren­cana kenaikan itu. Kenaikan itu tidak sesuai dengan pelayanan yang mereka berikan,” cetusnya.

Keberatan Nurcahyo tak lepas dari seringnya KRL mogok. Ke­terlambatan KRL yang kerap membuat pekerja ditegur di kantor masing-masing. Belum lagi fa­silitas Commuter seperti AC dan lampu yang kerap tak menyala.

Dia mengatakan, kalaupun mau dinaikkan, maka pihak­nya meminta jaminan pening­katan pelayanan dan fasilitas lainnya. Jaminan itu harus tertulis dalam kertas resmi supaya ditu­naikan secara serius. “PT KCJ berani nggak memberikan ja­minan itu,” tatang Nurcahyo.

Seorang penum­pang KRL, Dewi (25) sependapat dengan Nur­cahyo. Menurutnya, tarif saat ini saja belum sesuai dengan pe­layanan PT KCJ. Mo­gok dan ter­lambat adalah dua hal yang men­jadi sorotan Dewi. Ke­pada PT KCJ, ia meminta pe­la­yanan di­mak­simalkan sebelum akhir­nya kenaikan tarif diwujudkan. “Tapi kalau bisa sih, tarif jangan naik,” pintanya.

Didi (37), penumpang kereta Commuter Line lainnya jurusan Bogor juga menyatakan keti­dak­setujuannya dengan ke­naikan tarif Commuter Line pada 1 Ok­tober nanti.

“Kalau fasilitas dan pela­yanan sudah baik, harga naik tidak ma­salah. Namun, kalau fasilitas dan pelayanan belum baik, sebaik­nya jangan dinaik­kan. Per­baiki dulu fasilitas dan pela­yanan yang ada. Untuk fasi­litas saat ini Co­mmuter Line sa­ma saja dengan kereta ekonomi,” kritiknya.

Didi mengatakan, penumpang sering kepanasan di dalam KRL, padahal sudah ada AC. Penum­pang pun harus berebutan tempat duduk dan berimpit-impitan.

“Mung­kin ke­ung­gulan Co­mmu­ter de­ngan kereta ekonomi hanya masalah frekuensi keda­tangan,” keluhnya.

Penumpang Commuter Line lainnya, Iqbal (24), me­ngatakan, bila tarif Commuter Line naik pada 1 Oktober 2012 menjadi Rp 9.000, itu terlalu mahal diban­dingkan pela­yanannya yang sa­ngat tidak me­muaskan.

“Sebaiknya benahi dulu pela­yanan dan fasilitas per­kere­ta­apian, lalu sesuaikan de­ngan kon­disi ekonomi keba­nyakan pe­numpang kereta,” sarannya.

Buyung (40), pe­numpang dari Depok menimpali, kualitas pela­yanan dan fasilitas harus­nya di­tingkatkan dulu, baru harga di­naikkan.

Untuk dike­tahui, kenaikan tarif yang rencananya akan berlaku per Oktober nanti antara lain: Relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara sebesar Rp 9.000. Kemudian Relasi Depok-Bogor menjadi Rp 8.000, relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit Rp 8.500.

Untuk relasi Parung/Serpong-Tanah Abang/relasi transit tarif­nya naik menjadi Rp 8.000. Lalu untuk relasi Tangerang-Duri/Sta­siun transit naik menjadi Rp 7.500. Setiap jurusan tarifnya naik Rp 2.000 per sekali ke­be­rang­katan.

PT KCJ: Kenaikan Agar Pelayanan Makin Baik

Manager Komunikasi Peru­sa­haan PT KCJ Eva Chairunisa mengatakan, kenaikan tarif ini berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT KAI Commuter Jabo­detabek dengan nomor: 004/ KCJ/DIR-OPS/V/2012 tentang Penetapan Tarif Commuter Line Tahun 2012. Kenaikan tarif untuk semua relasi/tujuan yang tertera pada tiket ini dilakukan untuk me­ningkatkan pelayanan.

“Dengan surat keputusan ter­sebut terhitung mulai 1 Oktober 2012 tarif angkutan KRL Com­mu­ter Line di Jabodetabek meng­alami penyesuaian dengan tam­bahan harga tiket sebesar Rp 2.000 untuk semua relasi atau tu­juan yang tertera pada tiket,” katanya.

Menurut Eva, kenaikan tarif KRL Commuter Line ini sebe­lum­nya telah diajukan pada Fe­bruari lalu. Namun karena ber­bagai hal, usulan kenaikan tarif tersebut ditunda. Kini baru akan di­berla­kukan pada Oktober mendatang.

Dia menuturkan, kenaikan tarif dimaksudkan demi peningkatan layanan, baik sarana maupun pra­sarana yang menunjang ke­nya­manan penumpang. “Kami me­naik­kan tarif tiket ini agar pela­ya­nan bisa semakin baik,” tuturnya.

Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Izzul Waro menilai, kenaikan tarif KRL Commuter Line sah-sah saja, asalkan PT KCJ bisa memberikan bukti kepada penumpang bila ke­naikan tersebut untuk per­baikan sarana dan prasarana yang ada. Menurutnya, tarif KRL Commu­ter Line memang harus di­se­suai­kan dengan animo pasar.

Namun, PT KCJ tidak boleh me­lupakan pemenuhan standar pelayanan minimum. “Idealnya, sebelum ada kenaikan tarif ha­rus ada perbaikan layanan ter­hadap KRL Commuter Line. Bila telah dilakukan perbaikan pelayanan, sarana dan prasarana saya men­dukung kenaikan tarif tersebut,” kata Izzul.

Izzul tak memungkiri PT KCJ telah melakukan perbaikan pela­yanan. Sayangnya, perbaikan pe­layanan tersebut tidak ada yang dirasakan oleh penumpang. Salah satu contoh, ketika kereta mogok atau terlambat, PT KCJ tidak per­nah memberikan kompensasi atas kejadian itu pada penumpang.

Izzul menambahkan, animo masyarakat menggunakan kereta api semakin tinggi karena sudah terbukti dengan kecepatan jarak tempuh dibandingkan meng­gu­nakan moda transportasi darat lain. Dengan animo masyarakat seperti ini, seharusnya pe­me­rintah juga ikut mendorong ke­majuan per­ke­retaapian baik di Indonesia, khu-susnya di Jakarta. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Polisi Mesti Tegas Atasi Bentrok Ormas
PRASASTI JAKARTA BAGUS
Problema Di Ibukota Makin Kusut Aja Nih
SPANDUK PENGADUAN PILKADA
GANGGU KEINDAHAN


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Emma Stone, Tidak Mau Terpantau Social Media

Jika kebanyakan selebriti Hollywood menggunakan sosial media agar lebih de ...

 

Nikita Mirzani, Dimaafkan, Pake Jeans Robek di Pengadilan

Nikita Mirzani memenuhi panggilan Komisi Yudisial (KY) terkait pakaiannya ...

 

Kalina Oktarani, Sayang Tapi Ogah Rujuk

Sejak bercerai pada awal 2013, Deddy Corbuzier dan Kalina Oktarani tetap m ...

 

Tak Bisa Tidur, Gara-gara Anak Mau Dibawa Ke Amerika

Anne dan Hanusz bikin perjanjian di KPAI. Seribut apapun tetap mempriorita ...

 

Miranda Kerr, Sukses Move On Dari Perceraian

Perpisahan tentunya mem­buat pasangan sedikit ter­tekan. Begitu pun yang ...

 

Emma Watson, Menyesal Gagal Kumpul Kebo

Suasana hati Emma Watson sedang tidak bagus. Sebab, jali­nan asmaranya de ...





Berita Populer

Benar, Sulteng Termasuk Penerima Pengembangan Kakao Rp 5,5 Triliun
Batam Kembali Bentrok, Semua yang Terlibat Harus Dipecat
Terlilit Utang Rentenir, Ibu Ini Nekad Curi Perhiasan Emas