Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
KemenPUPR

Hampir Panas, Konvoi Pendukung Foke-Nara Disoraki Tukang Ojek

"HIDUP JOKOWI!" SERU MEREKA

Nusantara  JUM'AT, 06 JULI 2012 , 09:59:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Hampir Panas, Konvoi Pendukung Foke-Nara Disoraki Tukang Ojek

fauzi bowo/ist

RMOL. Pengerahan massa pendukung untuk berkonvoi memang rawan memicu gesekan antar kelompok masyarakat.
Polda Metro Jaya mengakui terjadi penurunan intensitas pengerahan massa yang cukup membantu tugas kepolisian menjagar keamanan sepanjang masa kampanye Pilkada DKI tahun ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, dalam sebuah kesempatan diskusi publik kemarin menyatakan rasa terimakasihnya karena enam pasangan calon lebih banyak berkampanye dengan mendatangi langsung simpatisannya sehingga pengerahan massa tidak terlalu banyak dan konvoi-konvoi di jalanan pun menjadi lebih sedikit.

Meski demikian, dari pengalaman sehari-hari publik, konvoi-konvoi pendukung pasangan calon masih terlihat di banyak titik. Yang paling mengesalkan adalah lalu lintas tersumbat, karena konsentrasi massa di jalan-jalan raya dekat lokasi kampanye terbuka maupun tertutup dilakukan.

Yang lebih mengkhawatirkan, ketegangan-ketegangan kecil hampir selalu terjadi ketika konvoi pendukung calon melintasi basis massa pendukung lain.

Seperti pantauan Rakyat Merdeka Online tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIB, tepat di samping Hotel Gran Melia, Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Konvoi pendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli hampir bersitegang dengan kelompok tukang ojek yang sedang mangkal.

Sekitar sepuluh motor, beratribut lengkap dengan kaos dan bendera bergambar Foke-Nara, mengalir dari arah pemukiman warga Menteng Dalam menuju ke Jalan HR Rasuna Said. Ada juga beberapa ibu-ibu yang ikut di motor. Ketika konvoi melewati pangkalan ojek di samping Gran Melia, ada teriakan provokatif datang dari sekitar sepuluh tukang ojek yang sedang mangkal.

"Hidup Jokowi, Hidup Jokowi," seru mereka berkali-kali menyerukan nama calon gubernur dari PDIP itu. Tampak beberapa tukang ojek memasang wajah tak suka ke arah konvoi pendukung incumbent itu. Namun tak bisa dipastikan juga jika mereka adalah kelompok pendukung calon gubernur dari Solo itu karena mereka sama sekali tidak memakai atribut kampanye.

Sorakan itu tentu saja memancing reaksi. Terlihat beberapa motor tampak memperlambat lajunya. Ketegangan terasa sejenak. Syukurlah, kelompok Foke-Nara tidak menanggapi berlebihan. Tidak lama mereka langsung berjalan kembali. Diketahui bahwa pasangan Foke-Nara hari ini akan melakukan kampanye tertutup di di GOR Bulungan, Jakarta Selatan; GOR Grogol Petamburan, Jakarta Barat; dan GOR Planet Senen, Jakarta Pusat.

Masa kampanye yang mendekati akhir dan memasuki masa tenang akan membuat situasi seperti itu setidaknya berkurang. Yang pasti, Polda Metro Jaya sudah menjamin menjaga  tiap kemungkinan adanya gangguan keamanan sampai saat pelantikan Gubernur DKI Jakarta terpilih.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes  Rikwanto, dalam Dialog Publik "Menuju Pemilukada DKI Jakarta yang Damai dan Demokratis" di Universitas Paramadina, Jakarta, kemarin, mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah dengan membuat kesepakatan dengan semua calon gubernur dan calon wakil gubernur sebelum dilaksanakannya kampanye terbuka. Dalam kesepakatan tersebut tertulis setiap calon harus siap terpilih dan siap tidak terpilih.

"Jadi, bukan siap menang dan siap kalah," tegasnya.[ald]

Komentar Pembaca
Wajah Intoleran

Wajah Intoleran

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 09:59:00

Ganjar Diperiksa KPK

Ganjar Diperiksa KPK

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 17:19:00

Hartoyo Diperiksa

Hartoyo Diperiksa

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 01:58:00