Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Layanan Kesehatan Warga Kok Dipersulit & Bertele-tele
Janjinya Gratis Dan Cepat
Sabtu, 07 Juli 2012 , 08:51:00 WIB

ILUSTRASI/IST
  

RMOL.Kampanye calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub dan cawagub) Jakarta untuk merebut DKI 1 kian memanas. Masing-masing kandidat mengobral janji. Salah satunya, layanan kesehatan gratus bagi warga miskin yang masih ribet dan bertele-tele.

Janji memberikan pelayanan kesehatan cepat, murah hingga gratis hampir diusung semua cagub-cawagub DKI. Namun, hal itu tentu saja diharapkan bukan sekadar omong kosong belaka.

Sebab, masih banyak warga me­nengah ke bawah dipersulit mengakses fasilitas kesehatan.

Seba­gaimana pengakuan Abdul Ajis misalnya, warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Mela­yu, Jatinegara, Jakarta Timur. Pe­narik perahu getek ini sudah pu­luhan tahun tinggal di Jakarta, tetapi belum pernah merasakan layanan kesehatan gratis.

“Saya tidak pernah mendapat sosialisasi pe­ngadaan kartu ke­luarga miskin (Gakin) yang katanya bisa digu­nakan un­tuk mendapatkan laya­na­n ke­sehatan gratis ataupun surat ke­terangan tidak mampu (SKTM) untuk mengurangi bia­ya pe­ngo­batan di rumah sakit,” kata pemilik KTP ber­lambang Tugu Monas itu.

Ada juga warga yang berun­tung bisa menikmati pelayanan kesehatan. Namun, untuk mem­peroleh Gakin, SKTM, ataupun Jamkesmas, ternyata harus me­lalui prosedur administrasi pe­ngobatan yang terlalu lama, ber­tele-tele, dan menyulitkan.

Budi, warga Klender, Jakarta Ti­mur mengeluhkan, betapa la­ma­nya proses berobat di ru­mah sa­kit pemerintah dengan meng­gu­­na­kan kartu Gakin. Me­­nu­rut­nya, ia tiga hari bertu­rut-turut da­­­tang ke rumah sakit untuk me­nemani is­trinya. Sela­ma mela­ku­kan proses be­robat jalan, ia harus menunggu sejak pagi hingga lewat siang hari.

“Semuanya serba rumit. Su­dah menunggu ber­jam-jam, saya te­tap harus bo­lak-balik ke rumah sakit selama tiga hari. Kerjaan saya jadi ter­bengkalai,” keluhnya.

Karena itu, ia berharap ada per­­hatian khusus terhadap se­jum­lah pasien yang berobat de­ngan meng­gunakan fasilitas murah ataupun gratis. “Jangan men­tang-mentang gratis, pela­yanan terha­dap kami pun dibuat seadanya. Seolah kami nggak ada harga­nya,” protesnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dien Emmawati me­nga­takan, miskomunikasi men­jadi penyebab utama belum mak­si­malnya pelayanan terhadap pa­sien miskin.  

“Pemegang ja­minan pemeli­haraan kesehatan daerah (Jam­kesda) di DKI Jakarta, baik SKTM maupun JPK-Gakin se­ring miskomunikasi dengan bi­ro­krat,” kilahnya.

Selain itu, tambahnya, misko­munikasi juga terjadi antar ja­ja­ran birokrat pelaksana program Jamkesda. “Miskomunikasi ini yang sering menimbulkan ke­sa­lahpahaman dan friksi di la­pa­ngan. Sehingga muncul kasus ketidakpuasan dari pemegang Jamkesda, seperti penolakan atau rumitnya pengurusan Jam­kesda,” kata Dien. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Waduh, Ada Yang Jadi Calo SKTM...
Tarif Kereta Commuter Line Belum Layak Naik
DPR Kebut UU Pengawasan Farmasi Disahkan Tahun Ini
Polisi Mesti Tegas Atasi Bentrok Ormas
PRASASTI JAKARTA BAGUS


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Depe Dipolisikan Bos Lamborghini

Johnson yang sudah beranak-istri merasa tercoreng. Depe bakal dilaporkan d ...

 

Maudy Ayunda, Kuliah Di Inggris Sering Digombali Bule

Maudy Ayunda menjalani pen­didikan di Oxford University, Ing­gris. Meski ...

 

Lee Min Jung, Ngumpet Di Prancis Setelah Suami Digosipin Selingkuh

Kabar perselingkuhan Lee Byung Hun menjadi sorotan publik Korea Selatan. A ...

 

Avril Lavigne, Pengen Punya Anak Malah Mau Cerai

Pernikahan Avril Lavigne dengan Chad Kroeger tengah berada di ujung tanduk ...

 

Aura Kasih, Nangis, Digosipin Simpanan Pejabat

Sampai sekarang mengaku masih jomblo. Ogah dipacari duda, takut bermasalah ...

 

Cathy Schmitz, Dinikahi Miliarder “Bau Tanah”

Cinta itu buta. Malah bagi Cathy Schmitz (24), usia hanya lah sekedar angk ...





Berita Populer

Bupati Banyuwangi Perkenalkan Rumah Tradisional ke Investor
Bupati Banyuwangi: Ayin Datang ke Batik Festival Atas Insiatif Sendiri
Bupati Tasik Sempat Diusir Satpam Saat Sidak SPBE