Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
KemenPUPR

Himapasca UI Ajak Rakyat Untuk Lawan Fauzi Bowo

Nusantara  MINGGU, 08 JULI 2012 , 22:32:00 WIB | LAPORAN: IHSAN DALIMUNTHE

Himapasca UI Ajak Rakyat Untuk Lawan Fauzi Bowo

foke-nara/ist

RMOL. Himpunan Alumni Pasca Sarjana (Himapasca) Politik UI menyatakan keprihatinannya atas ketidakperdulian masyarakat Jakarta terhadap Pilkada Gubernur DKI Jakarta yang akan ditentukan tanggal 11 Juli 2012 nanti.
Sebagaimana yang dirilis oleh lembaga Puskapol (Pusat Kajian Politik) beberapa minggu lalu, ketidakpedulian masyrakat Jakarta terhadap pilkada Jakarta mencapai 63 persen.

"Himapasca UI prihatin, karena masyarakat Jakarta sepertinya terlalu sibuk dan tidak perduli dengan siapa pun Gubernur yang nantinya akan terpilih. Fakta tersebut sangatlah berbahaya,  karena sudah jelas kondisi Jakarta yang semakin parah di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo dalam lima tahun terakhir terbukti tidak dapat menyelesaikan apa-apa. Sudah jelas tidak ada satupun janjinya yang ditepati oleh Fauzi Bowo," tegas Ketua Himapasca UI, Agung Suprio, dalam keterangan pers yang dikirim kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu, Minggu (8/7)

Untuk itu, Himpasca UI mengajak masyarakat untuk peduli dan menggunakan akal sehat. Jika sudah menggunakan akal sehat maka cukup jelas bagi masyarakat bahwa kenyataannya Jakarta semakin parah. Sehingga tidak memerluka analisa dan data yang rumit.

"Kalau sampai Fauzi Bowo masih ada, yang mendukung berarti masyarakat Jakarta semakin kehilangan akal sehat dan kepedulian," terang Agung.

Mengutip perkataan Prof. Tjipta Lesmana dan Dr. Andrinof Chaniago bahwa Pilkada saat ini sangat memihak incumbent. Pasalnya tidak ada cukup waktu bagi kandidat lain untuk mensosialisasikan kecerdasan emosional dan rasionalnya.

Bahkan kata Agung seperti apa yang dikatakan Andrinof, ajakan akal sehat ini sangat penting untuk membangunkan penduduk Jakarta yang akal sehatnya sedang 'tidur' sekarang ini terlena dengan tampilan citra dan iklan saja. Menurutnya pilkada Jakarta lebih baik dikembalikan ke sistem kampanye ideologis sehingga terjadi adu substansi. [arp]

Komentar Pembaca
Wajah Intoleran

Wajah Intoleran

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 09:59:00

Ganjar Diperiksa KPK

Ganjar Diperiksa KPK

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 17:19:00

Hartoyo Diperiksa

Hartoyo Diperiksa

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 01:58:00