Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Lima Kebohongan Fauzi Bowo Dibongkar
Minggu, 08 Juli 2012 , 23:04:00 WIB
Laporan: Ihsan Dalimunthe

FOKE/IST
  

RMOL. Ada lima kebohongan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Pertama adalah klaim mengenai pendidikan gratis 12 tahun. Fakta dan data di lapangan justru menunjukkan bahwa biaya pendidikan khususnya sumbangan gedung, buku, dan lain-lain justru sangat memberatkan masyarakat. Apalagi ketika tingkat kemiskinan di Jakarta mencapai 12,7 persen, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Demikian disampaikan Sekjen Himpunan Pasca Sarjana UI Adjie Prayito dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Minggu (8/7).

"Masyarakat umum, khususnya remaja dan mahasiswa, tidak boleh netral atau golput. Kita harus bisa tentukan sikap dengak akal sehat. Setidaknya kita sadar bahwa Fauzi Bowo tidak bisa diterkuskanlagi," beber Adjie

Kedua adalah kebohongan mengenai kesehatan gratis untuk penduduk miskin. Fakta dan kesaksian masyarakat justru membuktikan bahwa jangankan mendapatkan pengobatan gratis, masyarakat justru dibebani dengan biaya siluman ketika harus mendapatkan Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM).

"SKTM itu juga bukti Fauzi Bowo sangat tidak ahli. SKTM menciptakan kesenjangan di masyarakat dan membunuh mental masyarakat miskin karena mereka diberi incentive dengan mengaku miskin," tambah Adjie.

Kebohongan ketiga adalah pernyataan Fauzi Bowo bahwa Banjir Kanal Timur (BKT) merupakan insiatif dan prestasi dari Pemda DKI. Padahal, BKT merupakan inisiatif dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan dikerjakan Pemerintah Pusat  sesuai dengan laporan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Kebohongan keempat adalah pernyataan Fauzi Bowo bahwa masalah kependudukan dan pendataan KTP yang sudah mulus.

"Buktinya E-KTP justru ditunda setelah Pilkada. Kalau memang komit mau menyempurnakan kependudukan ya ujiannya di Pilkada ini. Sebaliknya DPT malah amburadul, sehingga patut dicurigai," kata Adjie.

Kebohongan kelima adalah janji Fauzi Bowo bahwa MRT sudah selesai tahun 2013. "Padahal tendernya saja baru mau mulai September tahun ini. Sangat memalukan bahwa sudah gagal tapi malah mau terus mendzolimi publik. Apalagi diskriminasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta terhadap kandidat gubernur lain selama Pilkada ini," demikian Adjie. [arp]


Baca juga:
Himapasca UI Ajak Rakyat Untuk Lawan Fauzi Bowo
Panwaslu Jangan Cuma Ngurusin Duit Rp 10 Ribu yang Diterima Pendukung Cagub
Fitra: Incumbent Tingkatkan Anggaran di Berbagai Sektor
Tiga Hal yang Harus Diwaspadai Menjelang Hari Pencoblosan
Ray Beberkan Tips Supaya Foke-Nara Kalah


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Syarat Nikah Baru Diurus Pasca Nikah

Bukti dan pernyataan Ludwig lebih meyakinkan. Pihak Dukcapil DKI Jakarta k ...

 

Julianne Moore, Ragukan Tuhan Sejak Ibu Meninggal

Pengalaman pahit masa lalu telah mengubah pandangan Julianne Moore mengena ...

 

Maia Estianty, Bukan Gila Laki Tapi Gila Omset

Sudah rahasia umum kalau menjadi janda bukan mimpi buruk buat Maia Estiant ...

 

Gerah Melayani "Selingkuhan" Adam

Inul percaya Adam sangat lurus sejak mualaf. Mau pergi keluar aja izin Inu ...

 

Taylor Swift, Tantang Hacker Cari Foto Bugilnya

Account media sosial Taylor Swift diancam akan dibajak dua peretas (hacker ...

 

Rihanna, Belum Mau Ditiduri Leonardo DiCaprio

Kabar kedekatan Rihanna dan Leonardo DiCaprio bela­kangan terus mencuat. ...





Berita Populer

Pengadaan Pompa Pengendali Banjir DKI Diduga Bermasalah
Juni, Semua Jalan Rusak Diperbaiki
Sibuk Kampanye, Bang Adji Tidak Lupakan Amanah Orang Tua