Rabu, 11 Juli 2012 , 14:29:00 WIB
![]() PILKADA/IST | |
RMOL. Berbeda dibandingkan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 5 tahun sebelumnya, Pilkada DKI Jakarta 2012 terasa lebih semarak. Suasana meriah itu tergambar bukan saja dari kandidat yang berjumlah 6 pasang balon Gubernur dan Wagub. Tapi para pemilih yang mendatangi TPS terutama di TPS 002 dan 003, Kelurahan Kramat Jati, Kec. Kramat Jati pun terkesan antusias.
“Ya, memang Pilkada sekarang lebih ramai. Apalagi, kandidatnya pun beragam dan banyak. Tapi disini biar pilihannya beda-beda, kita tetap rukun dan bercanda lepas antarwarga habis mencoblos,’’ kata Slamet Eko salah satu petugas KPPS di TPS 003, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Rabu (11/7).
Adapun dua TPS itu terletak di halaman SD dan SMP Santo Markus yang berlokasi di RW 01, Kramat Jati. Di TPS 002 jumlah warga yang memilih tercatat 490 pemilih dan TPS 003 warga yang memilih tercatat berjumlah 503 warga. Selain sekolah swasta tersebut, di lokasi lain warga di Kecamatan Kramat Jati pun menggunakan halaman bangunan sekolah SD negeri, pasar, lapangan badminton maupun sekertariat RW.
“Pokoknya jika ada bangunan yang halamannya luas, pasti digunakan buat kepentingan umum yang dilakukan lima tahun sekali dan pemiliknya pasti maklum dan mendukung,’’ imbuhnya.
Khusus TPS 002 dan 003, Eko memaparkan, warga memang sudah terbiasa menggunakan halaman sekolah swasta itu untuk kegiatan umum apalagi yang bersifat hajatan nasional, seperti Pemilu legislatif yang berlangsung sejak 1999 ataupun Pilpres dan Pilkada sejak 2004. Selain halaman sekolah swasta yang dibangun tahun 1970-an itu.
“Di wilayah Kramat Jati ini tergolong kondusif, meskipun warganya beragam dari berbagai latarbelakang dan daerah di Indonesia, tapi berbaur dengan akrab bahkan tercatat sebagai kelurahan penerima penghargaan juara kebersihan se ibukota yang diselenggarakan Pemda DKI,’’ terangnya.
Dia juga menceritakan sekolah swasta yang digunakan lokasi TPS. Sekalipun bercirikan keagamaan tertentu, tidak membuat warga pemilih menjadi canggung.
“Umatnya pun dari warga sekitar daerah sini, sudah berbaur dan mengenal baik dengan warga lain yang berbeda-beda keyakinan sejak lama sehingga suasananya nyantai biasa aja,’’ terangnya.
Dilihat dari sisi saksi-saksi pemilih, Pilkada kali ini pun bisa dibilang paling lengkap. Hampir semua kandidat balon gubernur dan wakil gubernur memiliki saksi.
“Yah, siapapun yang menang nanti, sebaiknya juga mengakomodir program-program yang bagus dan baik dari para Cagub yang kalah demi kepentingan seluruh masyarakat Jakarta,” harap salah satu aktivis lembaga pendampingan hukum Didied Mahaswara. [arp]











