Rakyat Merdeka Online

Share |
Jakarta Ngaca Dong Sama Negeri Singa
Persoalan Sampah Belum Tertangani Dengan Baik
Jum'at, 13 Juli 2012 , 09:58:00 WIB

ILUSTRASI, SAMPAH AJAKRTA
  

RMOL. Seperti kota-kota besar lainnya di dunia, masalah sampah juga menjadi persoalan rumit bagi Ja­karta.

Saat ini, dengan 6.500 ton sampah per hari yang dihasilkan warga Jakarta, tentu akan menjadi per­soalan serius jika tidak ditangani dengan baik dan benar.

Karena itu, Pemerintah Pro­vinsi (Pemprov) DKI Jakarta di­minta berkaca kepada Singa­pura. Di Negeri Singa, Pemprov DKI bisa belajar tentang tekno­logi insinerator (waste-to-ener­gy). Saat ini Singapura punya em­pat insinerator modern. Hampir se­luruh sampah dan limbah padat­nya melalui proses ini.

Pakar sampah Institut Tek­noogi Bandung (ITB) Prof Enri Damanhuri mengatakan, perha­tian pemerintah Singapura ter­hadap lingkungan sangat tinggi, sehingga teknologi insinerator yang digunakan di sana bukan sekadar insinerator sederhana.

“Aspek lingkungan sudah sa­ngat diperhatikan secara ketat. Penggunaan insinerator pun su­dah sangat efektif,” tegasnya.

Menurut Enri, insinerator mo­dern seperti yang ada di Singapura butuh biaya investasi dan operasi atau pemeliharaan yang tinggi. Sebagai contoh, per ton sampah yang diproses di fa­silitas Singa­pura membutuhkan biaya sekitar Rp 350.000, ban­ding­kan dengan biaya untuk me­nimbun sampah di Bantar Ge­bang sebesar Rp 110.000 per ton. “Itu belum ter­ma­suk ongkos ang­kut ke sana yang saya kira lebih dari Rp. 50.000 per ton,” ungkapnya.

Namun jebolan Univesitas Pa­ris VII ini menyatakan, kebijak­an Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun tiga tempat pengolahan sampah ter­padu atau intermediate treatment facility (ITF) sangat tepat, kare­na dapat mengurangi ketergan­tungan pada daerah lain serta menghemat bia­ya transportasi.

“ITF adalah konsep yang sudah sejak lama direncanakan untuk Jakarta. Studi JICA (Japan Inter-national Cooperation Agency) tahun 1997 te­lah mengindikasi­kan hal ter­sebut,” katanya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI akan membangun tiga ITF ber­teknologi modern yang ramah ling­kungan. Ketiga pengolahan sam­pah itu yang rencanannya akan dibangun bertahap mulai Agustus  ini. Antara lain di Sun­­ter, Cakung Cilincing, dan Ma­runda dengan dana dari in­vestor masing-masing senilai Rp 1,3 triliun.

Tujuan pembangunan tiga ITF ini adalah untuk melengkapi ka­pasitas tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang. Sebab, TPA yang ada belum memadai dan teknologi belum mutakhir.

Mengometari hal ini, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna mengatakan, dalam pembangunan ITF ini memang pihaknya menggunakan tekno­logi tinggi seperti yang banyak dipakai negara-negara luar.

“Pengolahan sampah seperti ini baru pertama kali di Indo­nesia, karena investasinya cukup ma­hal. Meski begitu kita meng­harapkan biaya pembangunan ini bukan dana APBD, tapi investor. Sekarang masih dalam proses lelang dan kita pilih investor yang berminat dan cocok dengan teknologi itu,” katanya.

Tiga Pengolahan Sampah Modern Mulai Dibangun

Sebagai bentuk komitmen pe­nanganan sampah di ibukota, Pem­prov DKI Jakarta telah me­nyiapkan pengolahan sampah ber­teknologi modern dengan mem­bangun tiga Intermediate Treat­ment Facility (ITF) ramah ling­kungan di Sunter, Cakung Cilin­cing, dan Marunda. Ren­cananya, ketiga ITF tersebut di­bangun mulai Agustus men­datang secara bertahap.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, saat ini pro­ses pemusnahan sampah di Ja­karta akan memasuki fase baru da­ri menggunakan teknologi yang belum terlalu modern seperti di TPST Bantar Gebang menjadi lebih modern seperti yang akan diterapkan pada ITF. “Di Bantar Gebang sudah dikonversi menjadi teknologi modern karena gas metannya sudah menghasilkan tenaga listrik sebesar 10,5 MW, sehingga bisa dinikmati oleh lingkungan di sana,” ujarnya.

Dikatakan Fauzi, demi meleng­kapi kapasitas TPST Bantar Gebang yang tidak lagi memadai dan teknologinya yang belum terlalu modern, Pemprov DKI Jakarta akhirnya membangun tiga ITF. ITF Sunter dibangun sepe­nuh­­nya oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sedangkan ITF Cakung Cilin­cing dibangun oleh swasta dan ITF Marunda dibangun melalui public private partnership. “Tar­getnya, kita menjadikan kapasitas itu naik menjadi 26 MW. Ke­mudian ini bisa disuplai PLN, se­hingga tidak ada lagi kesan sampah itu tidak punya nilai komersil,” katanya.

Diungkapkan Fauzi, teknologi pengolahan sampah yang digu­nakan ini merupakan tekno­logi paling muktahir di dunia dengan me­nggunakan tiga komponen. Seperti incineration atau pem­bakaran, kemudian power plant yang membuat sampah menjadi energi listrik serta teknologi environment control equipment yang ramah lingkungan.  [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Pemprov DKI Diminta Kerja Keras Genjot PAD
Warga Minta, Tuntaskan Masalah Macet & Banjir
Pengentasan Kemiskinan Di Ibukota Masih Lelet
BLU Transjakarta Lebih Oke Dijadikan BUMD Saja
Layanan Kesehatan Warga Kok Dipersulit & Bertele-tele

Komentar (5)

Nama :
Judul :
Komentar :
  1. Cinta*lah produk-produk Indonesia
    03.08.2012, 08:46 WIB
    Komentator: kapiten
    komen orang jujur bagus juga bro, saya copas ya hee...
  2. -
    20.07.2012, 08:35 WIB
    Komentator: maria
    Ide bagus ttg sampah,masy hrs awasi ini, hrs prioritas di thn ini. Lalu transportasi, perbyk, spt Jokowi bilang, beli 2000 armada busway, jalurnya jgn sampe masuk perumahan/kelurahan, contoh, saya tinggal di jln H. Muhi,jln ciputat raya tdk ada busway, anak sy sekolah di daerah Fatmawati SMP 86, kasihan sekali dia harus naik 3 x angkot, pertama: ke lebak bulus, 2. Ke arah citosh, 3. Naik angkot yg ke tiga arah blok M. Seharusnya kan Gubernur perhatikan ini! Seharusnya jika dia pake mbl sendiri, bisa lewat PDK Indah, terogong, ke sekolahnya hanya 10 menit ! Semoga Bpk Foke dan Jokowi baca ini, tolong, armada busway masuk kelurahan dan lewat di depan sekolah2. Salam.
  3. Singapur negara impian
    19.07.2012, 12:13 WIB
    Komentator: Jony
    Bagaimana ini jakarta harusnya bisa, pendatang pendatang gelap ke arah jakarta harusnya di larang terutama yang tidak punya KTP jadi supaya tertib Lihat singapur Penduduknya dikit tapi makmur
  4. Tantangan berat
    14.07.2012, 10:43 WIB
    Komentator: Orang jujur
    Masalah mentalitas adalah hal yang utama, jangan jadikan Singapura sebagai acuan kalau kita belum bisa mengatasi masalah yang satu ini. Warga Singapura kebanyakan orang-orang yang "terdidik", sehingga mereka memiliki kesadaran yang tinggi tentang etika dan juga kejujuran. Keadaan seperti di Singapura bukan hal yang tidak mungkin untuk diterapkan di negara kita, khususnya di Jakarta sebagai ibukota negara. Hanya masalahnya apakah kita memiliki pemimpin yang tegas, berani, dan berwibawa serta punya kemauan/keberanian untuk memberi "kesadaran" kepada para birokrat untuk tidak korupsi/melakukan kecurangan dan juga warga Jakarta yang terdiri dari berbagai latar belakang itu untuk bisa hidup tertib dan mau diatur. Salah satunya menghargai hak orang lain. Lihat saja pedagang kaki lima yang seenaknya saja memakai badan jalan untuk berjualan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Akhirnya semua kembali kepada masalah ekonomi, karena setiap orang berhak memiliki mata pencarian untuk bisa bertahan hidup. Wah kalau begini ribet jadinya, mau nggak mau harus disebut bahwa penyebab dari segala permasalahan di negeri kita adalah para koruptor. Belum sadar apa ?. Mudah-mudahan Jokowi dan Ahok memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah ini. Yang terutama adalah pendekatan, baik kepada para birokrat di DKI Jakarta maupun warga Jakarta sendiri. Selamat mempersiapkan diri untuk menjalani tantangan yang berat, harapan saya anda berdualah yang menjadi pemimpin berikutnya di kota Jakarta.
  5. makanya ganti gubernurnya.......
    13.07.2012, 12:16 WIB
    Komentator: parno
    KARENA SI FOKE BANGPAK BERKUMIS BAPLANG NGGAK BECUS NGURUS JAKARTA,KERJANYA LELET LAMBAT NGGAK PUNYA IDE YG MEMADAI UTK MENGIKUTI KEMAJUAN TEKNOLOGI. YG DI PIKIRIN HANYALAH BAGAIMANA MENGHASILKAN FULUS UTK KANTONGNYA.
    KALO GA TERPILIH LAGI KPK DI MINTA UTK SEGERA PERIKSA SI FOKE UTK PERIKSA KEKAYAANNYA DATANG DARI MANA.
blitz.rmol.co
 

Indah Kalalo, Suami Pengen 5 Anak Perempuan

Indah Kalalo sudah memiliki seorang putri. Namun sang suami, Ibrahim Justin ...

 

Inul Daratista, Stres Mikirin THR Karyawan

Ramadhan sebentar lagi. Sebagai salah satu pemilik bisnis karaoke, Inul Da ...

 

Raquel Pomplun, Model Andalan Bos Playboy

Bos majalah pria dewasa tersohor Playboy, Hugh Hefner kini punya model yan ...

 

Michelle Rodriguez, Rela Dijotos Lawan Main

Film box office Fast & Furious 6 sebentar lagi tayang di layar bioskop ...

 

Nadia Vega, Rela Diselingkuhi Asal Pacarnya Jujur

Nadia Vega merampungkan film terbaru, Masih Adakah Cinta Kita. Nadia kebag ...

 

Venna Mau Rujuk Asal Dinafkahi 40 Juta/Bulan

Uang itu untuk keperluan keluarga. Malah bisa kurang kalau ditambah biaya ...

 

Chloe Moretz, Terlalu Cantik Untuk Horor

Paras cantik dan talenta gadis 16 tahun ini dipuji banyak banyak orang. Ap ...

 

Eza Gionino & Ardina Rasti, Waktu Pacaran, Sudah Kumpul Kebo

Eza Gionino memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang kasus penganiayaan ...

 

Rihanna, Trauma Brown Tak Setia

Rihanna masih menjaga jarak dengan mantan kekasihnya, Chris Brown. Pelantu ...

Gotong Royong Ala Jepang

Menghidupkan Kembali Ekonomi Pantai Barat


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II