Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Waduh, Warga Ibukota Bisa Makan Daging Nggak Ya...
Puasa Hingga Lebaran Stok Daging Sapi Berkurang
Selasa, 17 Juli 2012 , 09:18:00 WIB

ILUSTRASI
  

RMOL. Kota Jakarta diperkirakan kekurangan stok daging sapi saat Ramadhan dan Lebaran nanti. Sebab, hingga kini sisa kuota daging sapi impor hanya 8.300 ton.

Apalagi, saat puasa dan Le­baran nanti masyarakat butuh sekitar 15 ribu ton daging sapi. Sisa kuota daging ini diperki­rakan tidak mencukupi kebu­tu­han Ramadhan dan Lebaran.

Ketua Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya Sarman Si­manjorang mengatakan, guna mengantisipasi hal tersebut, Pe­merintah Provinsi DKI Jakarta harus menutupi kekurangan pa­sokan daging sebesar 6.700 ton. Pasalnya, saat Lebaran nanti, masyarakat membutuhkan seki­tar 150 ribu ton daging sapi.

Kondisi saat ini, lanjutnya, ju­ga diperparah dengan kian me­lon­jaknya harga daging. Ka­rena itu, KDS meminta peme­rintah, me­lalui Kemen­terian Per­tanian untuk membuat lang­kah-langkah tepat. Salah satu­nya, mem­per­untukkan se­ba­nyak 8.300 ton sisa kuota da­ging sapi khusus selama ke­bu­tuhan Ramadhan dan Lebaran.

Selain soal daging sapi impor, Sarman juga meminta jumlah da­ging sapi potong untuk ke­butuhan Ramadhan dan Lebaran mema­dai. Bila perlu, kuota kwartal III dan IV sebanyak 60 ribu dan 40 ribu ekor sapi segera dikeluarkan izin masuknya, sekaligus pada kwartal III/2012. Sehingga, stok sapi yang ada di kandang feed­lotter sebanyak 154 ribu ekor dapat dikeluarkan semua ke pasar demi memenuhi kebutuh­an men­jelang dan selama Ra­madhan dan Lebaran.

“Ketersediaan daging sapi sa­ngat dibutuhkan pelaku usaha industri olahan makanan, seperti sosis, bakso dan kornet. Biasa­nya produksi mereka meningkat hingga empat kali lipat dari hari-hari biasa. Ini dikarenakan ada­nya masa libur Lebaran selama dua minggu,” ujarnya.

Guna mengantisipasi kurang­nya stok daging sapi saat Rama­dhan dan Lebaran tahun ini, menurut Ketua DPW DKI Jakar­ta Partai NasDem Armyn Gul­tom.  Pemerintah Provinsi (Pem­prov) DKI Jakarta harus berini­sia­tif menutupi keku­rangan pa­sokan daging tersebut.

"Pasalnya, saat Lebaran nanti, masyarakat butuh lebih banyak daging sapi," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, Pemprov harus membuat langkah tepat de­ngan cara menambah kuota da­ging sapu, khususnya untuk ke­butuhan Ramadhan dan Lebaran.

Apalagi, sambung Armyn, ke­tersediaan daging sapi memang sangat dibutuhkan, baik oleh pe­laku usaha industri, rumah tang­ga, dan konsumen lainnya. Ter­masuk juga untuk hotel, res­toran, dan kafe, yang  akan mendapat­kan pesanan meningkat untuk kebutuhan buka puasa dan halal bilahal.

"Permintaan ini dapat diproses secepatnya, sehingga daging sapi dan sapi hidup bisa masuk per­tengahan Agustus," pintanya.

Menanggapi hal ini, KDS Ja­karta Raya telah melakukan au­diensi kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Menurut­nya, Gubernur telah memonitor per­kembangan daging sapi di Ja­karta. Hasilnya, Jakarta memang membutuhkan pasokan daging sapi segera, terutama mengha­dapi Ramadhan dan Idul Fitri.

Kurangnya pasokan daging menjelang puasa kali ini juga berdampak pada harga daging sapi dan ayam di Jakarta. Di sejumlah pasar tra­disional di Jakarta, harga daging dan ayam mengalami kenaikan.

Di pasar di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, har­ga daging sapi dijual antara Rp 75 ribu hing­ga Rp 80 ribu per kilogram. Padahal. Padahal, sepekan sebe­lumnya hanya Rp 65 ribu hingga Rp 75 ribu per kilogram.

Harga daging ayam negeri juga mengalami kenaikan Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram menjadi Rp 27 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram.

“Kurang pa­sokan sejak se­minggu lalu, se­dangkan per­mintaan banyak,” kata penjual daging di Pasar Senen, Rahmat (47).

8.300 Ton Siap Diimpor

Berkurangnya pasokan daging sapi di sejumlah pasar tra­disional menjelang puasa, diakui Pemprov DKI Jakarta sudah diantisipasi. Salah sa­tunya,  dengan mengirim su­rat permintaan penambahan kuota daging sapi impor ke Menteri Pertanian.

Penambahan daging sapi im­por dapat disuplai pada se­mes­ter II/2012 atau per­te­ngahan bu­lan puasa. Hal ini dite­gaskan Gubernur DKI Ja­karta Fauzi Bowo.

“Sebagai an­ti­sipasi, pa­da pertengahan puasa akan di­da­tangkan daging im­por  seba­nyak 8.300 ton,” katanya.

Menurut Foke, surat yang dikirimkan ke kemen­terian per­­tanian, merupakan per­min­taan penambahan kuota da­ging sapi impor maupun lo­kal. Hal ini dilakukan untuk men­jaga ke­bu­tuhan persediaan da­ging di Ja­karta dapat terjamin.

Selain itu, Foke juga memin­ta jajaran­nya agar terus me­man­­tau  per­gerakan harga da­ging sapi. Mengingat Jakarta menurutnya bu­tuh pasokan 180 ton per hari. Stok daging sa­pi yang ada se­kitar 5.950 ton. Kebutuhan da­ging sapi dipe­nuhi dari daging lokal seba­nyak 35 persen  dan impor 55 persen, serta sapi bakalan sebanyak 10 persen.

Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta bakal meningkatkan pengawa­san kesehatan, keamanan, dan kelayakan konsumsi kebutu­han pokok tersebut. Pening­katan pengawasan dilakukan de­ngan merazia sebanyak 35 kali selama Ramadan dan sete­lahnya, atau Juli hingga bu­lan September mendatang.

Monitoring ini, jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta Ipih Ruyani, dila­kukan di sejumlah pasar tra­di­sional dan swalayan mau­pun tempat pemotongan da­ging sapi dan ayam. Razia ini demi me­mastikan daging dan ikan yang dijual untuk dikon­sumsi bebas formalin, tak dipal­sukan atau dicampur de­ngan daging babi celeng atau ayam bang­kai, serta layak dikonsumsi.

Dikatakan Ipih, pengawasan pada Juli dilakukan 11 kali, Agustus 13 kali, dan Septem­ber 11 kali. Pengawasan untuk wilayah Jakarta Selatan, lan­jutnya, akan dilakukan di 8 lokasi, Jakarta Pusat 6 lokasi, Jakarta Barat 6 lokasi, Jakarta Timur 9 lokasi, dan Jakarta Utara 6 lokasi. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Ruang Terbuka Hijau DKI Masih Kurang 20 Persen
Masih Gratis, Mau Taksi Ferrari atau Porsche?
Pengelolaan APBD DKI Dinilai Masih Letoy...
Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 41 T
Jakarta Ngaca Dong Sama Negeri Singa


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Cut Tary, Move On Dari Richard Kevin

Anak belum tahu Tary dan Jusuf sudah bercerai. Itu sebabnya Tary belum mau ...

 

Maudy Koesnaedi, Nikmati Peran Ganda Ibu Rumah Tangga & Artis

Eksis menjadi artis itu bukan perkara mudah. Terlebih bila dibebani mengur ...

 

Lee Hyori, Diincar Paparazzi Takut Punya Anak

Sebagai diva K-POP populer, Lee Hyori menyadari bebannya berat. Banyak ora ...

 

Lorde, Mengikis Image Gothic

Penyanyi bernama asli Ella Yelich-O’Conno ini’dikenal dengan ciri khas ...

 

Alena Seredova, Dekat Dengan Pebisnis Kakap

Bekas Miss Ceko, Alena Seredova rupanya sudah tidak galau. karena kabarnya ...

 

Seleb Berpayudara Terindah

Siapa seleb yang memiliki payudara terindah di dunia saat ini? Tentu debat ...





Berita Populer

Anggota Dewan di Daerah Mulai Gerah dengan Ahok
Andi Arief: Kami Mengkhawatirkan Keselamatan Peneliti Gunung Padang
Usai Bertemu Ahok, Wabup Bogor Bawa Pulang Rp 12,5 Miliar