Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Polisi Siap Tindak Ormas Yang Sweeping Tempat Hiburan
Disarankan Tutup Selama Ramadhan
Kamis, 19 Juli 2012 , 08:22:00 WIB

ILUSTRASI, SWEEPING TEMPAT HIBURAN
  

RMOL. Ormas diarang melakukan sweeping tempat hiburan selama bulan Ramadan.  Polisi siap menindak tegas ormas yang nekat melakukan sweeping.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto me­negaskan, organisasi mas­yarakat (ormas) dilarang mela­kukan sweeping selama Rama­dan.

“Penegakan hukum atas pe­nyimpangan yang terjadi se­lama bulan Ramadhan hanya dapat dilakukan oleh polisi. Or­mas ti­dak memiliki wewenang untuk itu,” tegasnya.

Masyarakat, lanjut Agus, ti­dak ada hak dan kewenangan dalam undang-undang melaku­kan swee­p­ing. Polri, menurut Agus, dari awal sudah mengim­bau untuk tidak me­lakukan ke­giatan yang akan ber­dampak tim­bulnya bentorkan fisik.

Menurutnya, yang bisa mem­bantu polisi dalam melakukan pengamanan selama Ramadhan adalah pengamanan swakarsa. Namun, itu pun hanya untuk pe­rayaan-perayaan tertentu, bukan untuk melakukan swee­ping.

“Jika ada ormas yang tetap melakukan sweeping dan mela­kukan tindak pidana, polisi tak segan-segan melakukan penegak­­an hukum,” tegas Agus.

Seperti diberitakan, memasuki bulan suci Ramadan, Front Pem­bela Islam (FPI) berencana me­la­kukan sweeping setiap ma­lam. Sa­sarannya adalah tempat hiburan malam, karena dinilai menggang­gu umat Muslim yang berpuasa.

Hal ini sebagaimana ditegas­kan Ketua FPI Jakarta Habib Sa­lim Alatas. “Kami akan sweeping dan monitoring tempat hiburan malam di Jakarta yang masih bu­ka di masa Ramadan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Habib Selon itu menambahkan, sweep­ing bakal dilakukan setiap ma­lam setelah shalat tarawih. “Ka­mi minta tempat hiburan malam di­tutup,” imbuhnya.

Ketua Lajnah Perwakilan Wilayah Majelis Mujahidin (LPW MM) Jabo­de­tabek Laode Agus Salim Mu­ba­rak mengata­kan, tindakan sweeping beberapa kelompok masyarakat terhadap tempat hiburan malam biasanya marak dila­kukan dalam bulan Ramadan. Aksi ini sebenarnya bisa dicegah bila polisi sigap me­nertibkan tempat hiburan.

 “Ormas Islam itu nggak bakal bergerak bila polisi me­ne­gakkan hukum. Masalahnya, panti pijat dan hiburan ma­lam lainnya di kawasan Mangga Besar itu, kenapa dibiar­kan saja?” cetusnya.

Padahal, lanjut Agus, kawasan ini masih bertetangga dengan kantor Sekretariat Negara (Sek­neg) yang penuh dengan aparat intelijen. Negara pun, menurut­nya, negeri ini dihuni mayoritas umat Islam yang mengharamkan pelacuran, judi dan minuman ke­ras. “Larangannya sudah diatur negara, kenapa tidak ditegak­kan?” ujarnya.

Direktur Eksekutif Initiative Institute Hermawanto, menye­sal­kan bila ormas atau kelompok mas­yarakat sudah ada yang te­rang-terangan bakal mela­kukan sweep­ing terhadap tempat hiburan dalam bulan puasa ini.

“Hampir setiap tahun selalu ada ormas yang melakukan swee­ping. Mereka biasanya mela­ku­kan sweeping tempat hiburan malam yang masih bukan ketika bulan puasa,” ujarnya.

Hal ini, lanjut Hermawanto, mestinya tak perlu terjadi bila aparat kepolisian bisa menganti­sipasi. Termasuk dengan menja­lan­kan penertiban tempat hi­buran dengan baik.

Apalagi di Jakarta misalnya, Pemda DKI sebenarnya telah mengatur jenis-jenis hiburan yang boleh beroperasi di bulan Ramadan. Aparat Polisi Pamong Praja juga telah memiliki kewe­nangan sesuai Perda untuk me­­ner­tibkan penyelenggara hibur­an yang melanggar aturan.

Hermawanto mengingatkan, baik polisi, pemda maupun Po­lisi Pamong Praja harus bertin­dak te­gas terhadap tempat hi­buran yang melanggar peraturan di bulan Ra­madan. Pasalnya, pelanggaran yang dila­kukan pengelola tempat hiburan adalah masalah yang sangat sen­sitif. “Itu dianggap me­nodai kesucian bulan Ramadan,” ujarnya.

Polda: Ngapain Sweeping?

Mengantisipasi maraknya aksi sweeping yang dilakukan ormas, Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengata­kan akan menindak tegas ormas apapun yang melakukan swee­ping pada bulan puasa.

“Yang punya kewenangan itu hanya kepolisian. Ormas tidak diberikan kewenangan mela­kukan sweeping. Bila itu dila­ku­kan, apalagi sampai mere­sahkan atau anarkis dan melang­­gar hu­kum, akan kita tindak tegas,” ujarnya.

Rikwanto mengingatkan, or­mas-ormas yang ada jangan men­cari-cari alasan untuk me­ner­tibkan klub malam atau dis­kotik lantaran sedang menja­lankan ibadah puasa Ramadan.

Sebelumnya, Kapolda Metro jaya Irjen Polisi Untung S Rajab me­­­ngancam ormas yang akan me­­la­kukan sweeping saat bulan pua­sa. “Ada polisi, ngapain ha­rus swee­­ping-sweeping segala,” ujarnya.

Aksi sweeping yang dilakukan oleh ormas dia tegaskan tidak sah se­­cara hukum. “Ormas itu tidak ber­­wenang melakukan sweeping, ka­lau polisi kan memang sudah pu­nya kewenangan,” jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Waduh, Warga Ibukota Bisa Makan Daging Nggak Ya...
Ruang Terbuka Hijau DKI Masih Kurang 20 Persen
Masih Gratis, Mau Taksi Ferrari atau Porsche?
Pengelolaan APBD DKI Dinilai Masih Letoy...
Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 41 T


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Jane Shalimar, Lega, Nikah Sirinya Sama Didi Diakui MUI

Menunggu keputusan sejauh mana kewajiban Didi sebagai eks suami. Habis itu ...

 

Jennifer Garner, Cemburu, Matt Damon Pilih George Clooney

Jennifer Garner kesal karena Matt Damon tidak datang ke acara perilisan fi ...

 

Renata Kusmanto, Dihamili Fachry Albar, Fans Malah Kegirangan

Renata Kusmanto sudah menjadi nyonya Fachry Albar sejak Juni lalu. Tak but ...

 

Atiqah Hasiholan, Bikin Dulu, Baru Mikirin Nama Anak

Sudah setahun Atiqah Hasiholan tidur bareng Rio Dewanto. Sepanjang waktu i ...

 

Irina Shyak, Pamer Perut Di Jalanan

Kekasih bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo ini mencuri perhatian media ...

 

Marshanda, Tantang Dr Richard Hadir Di Pengadilan

Chacha membawa bukti masih “waras” dan tidak bipolar. Demi merebut hak ...





Berita Populer

Kejagung Tahan Anak Buah Airin
Sekwan Bantah Terima Surat Pengunduran Diri Jokowi
Aksi Curanmor Terekam CCTV, Pelaku Dihajar Massa