Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Jakarta Butuh Jalan Layang Transjakarta
Manfaatkan Tiang Monorel Demi Mengurai Kemacetan
Sabtu, 21 Juli 2012 , 09:40:00 WIB

ILUSTRASI, PEMBANGUNAN JALAN LAYANG
  

RMOL. Salah satu penyebab keterlambatan jadwal bus Transjakarta adalah karena banyaknya persimpangan jalan yang dilalui. Perlu dibangun jalan layang (flyover) khusus Transjakarta.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan meneruskan pembangunan busway menjadi 15 koridor. Tiga koridor sisanya akan dibangun dengan konsep layang (elevated) yang akan di­mulai pada 2013. Koridor baru yang direncanakan itu adalah Ci­ledug-Blok M, Kalimalang-Blok-M dan Manggarai-Depok.

Namun, tidak seluruh jalur yang dibangun berbentuk ja­lan layang. Penggalan jalur layang, khusus di jalan-jalan yang ra­wan macet. Untuk kori­dor jalur Ci­ledug-Blok M, jalur layang akan dibangun mulai dari Bu­diluhur-Alfa Cipulir.

Pada jalur Kalimalang-Blok M, jalur layang dibangun dari Sum­berarta-By Pass, lalu disam­bung dari Tendean-Blok M. Untuk jalur Manggarai-Depok dimulai dari Honda Tebet-Ter­minal Pasar Minggu. “Ini kita la­kukan demi meme­nuhi kebutu­han transportasi mas­sal di Ja­karta yang aman, nya­man, cepat dan murah,” kata Ke­pala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono.

Dalam memenuhi peningkatan layanan bus Transjakarta, lanjut Pristono, direncanakan penam­bahan armada bus. Pada tahun ini, akan ada 102 bus gandeng, sebanyak 36 diadakan oleh Dishub DKI dan 66 bus oleh BLU Transjakarta.

Sedangkan pada 2013, BLU Transjakarta akan menambah armada bus sebanyak 76 bus lagi. Diharapkan awal kuartal I 2013, lelang 76 bus tersebut sudah rampung.

Pelaksanaan pemba­ngu­nan Koridor 12 (Tanjung Priok-Pluit), saat ini sudah me­ma­suki tahap masa sanggah pe­menang lelang. Diharapkan, masa sanggah itu da­pat se­gera se­lesai, sehingga pem­bangunan ko­ridor dan jalur serta halte dapat di­lak­­sanakan sece­pat­nya. Dengan de­­mikian, Koridor 12 bisa di­ope­ra­sikan pa­da akhir De­sember 2012.

Menurutnya, dalam peningka­tan kualitas layanan bus Trans­jakarta, terdapat tiga kendala yang dihadapi. Yaitu penyem­pur­naan separator dengan pe­ning­gian pembatas jalur khusus bus­way yang belum bisa dilak­sanakan di seluruh koridor. Te­tapi hanya di­laksanakan pada be­berapa koridor yang rawan ste­rilisasi, yakni Ko­ridor 3, 4, 6, dan 8.

Kendala kedua, belum terwu­jud­nya empat stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang dijanjikan PT Pertamina untuk menyuplai kebutuhan BBG seluruh bus Transjakarta. Ter­akhir, kendala armada bus yang belum memadai untuk melayani seluruh warga Jakarta.

Akan Dibangun Tiga Koridor

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan meneruskan pembangunan busway menjadi 15 koridor. Tiga koridor sisanya akan dibangun dengan konsep layang (elevated) yang akan di­mulai pada 2013. Koridor baru yang direncanakan itu adalah Ci­ledug-Blok M, Kalimalang-Blok-M dan Manggarai-Depok.

Namun, tidak seluruh jalur yang dibangun berbentuk ja­lan layang. Penggalan jalur layang, khusus di jalan-jalan yang ra­wan macet. Untuk kori­dor jalur Ci­ledug-Blok M, jalur layang akan dibangun mulai dari Bu­diluhur-Alfa Cipulir.

Pada jalur Kalimalang-Blok M, jalur layang dibangun dari Sum­berarta-By Pass, lalu disam­bung dari Tendean-Blok M. Untuk jalur Manggarai-Depok dimulai dari Honda Tebet-Ter­minal Pasar Minggu. “Ini kita la­kukan demi meme­nuhi kebutu­han transportasi mas­sal di Ja­karta yang aman, nya­man, cepat dan murah,” kata Ke­pala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono.

Dalam memenuhi peningkatan layanan bus Transjakarta, lanjut Pristono, direncanakan penam­bahan armada bus. Pada tahun ini, akan ada 102 bus gandeng, sebanyak 36 diadakan oleh Dishub DKI dan 66 bus oleh BLU Transjakarta.

Sedangkan pada 2013, BLU Transjakarta akan menambah armada bus sebanyak 76 bus lagi. Diharapkan awal kuartal I 2013, lelang 76 bus tersebut sudah rampung.

Pelaksanaan pemba­ngu­nan Koridor 12 (Tanjung Priok-Pluit), saat ini sudah me­ma­suki tahap masa sanggah pe­menang lelang. Diharapkan, masa sanggah itu da­pat se­gera se­lesai, sehingga pem­bangunan ko­ridor dan jalur serta halte dapat di­lak­­sanakan sece­pat­nya. Dengan de­­mikian, Koridor 12 bisa di­ope­ra­sikan pa­da akhir De­sember 2012.

Menurutnya, dalam peningka­tan kualitas layanan bus Trans­jakarta, terdapat tiga kendala yang dihadapi. Yaitu penyem­pur­naan separator dengan pe­ning­gian pembatas jalur khusus bus­way yang belum bisa dilak­sanakan di seluruh koridor. Te­tapi hanya di­laksanakan pada be­berapa koridor yang rawan ste­rilisasi, yakni Ko­ridor 3, 4, 6, dan 8.

Kendala kedua, belum terwu­jud­nya empat stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang dijanjikan PT Pertamina untuk menyuplai kebutuhan BBG seluruh bus Transjakarta. Ter­akhir, kendala armada bus yang belum memadai untuk melayani seluruh warga Jakarta. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Polisi Siap Tindak Ormas Yang Sweeping Tempat Hiburan
Waduh, Warga Ibukota Bisa Makan Daging Nggak Ya...
Ruang Terbuka Hijau DKI Masih Kurang 20 Persen
Masih Gratis, Mau Taksi Ferrari atau Porsche?
Pengelolaan APBD DKI Dinilai Masih Letoy...


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Emma Stone, Tidak Mau Terpantau Social Media

Jika kebanyakan selebriti Hollywood menggunakan sosial media agar lebih de ...

 

Nikita Mirzani, Dimaafkan, Pake Jeans Robek di Pengadilan

Nikita Mirzani memenuhi panggilan Komisi Yudisial (KY) terkait pakaiannya ...

 

Kalina Oktarani, Sayang Tapi Ogah Rujuk

Sejak bercerai pada awal 2013, Deddy Corbuzier dan Kalina Oktarani tetap m ...

 

Tak Bisa Tidur, Gara-gara Anak Mau Dibawa Ke Amerika

Anne dan Hanusz bikin perjanjian di KPAI. Seribut apapun tetap mempriorita ...

 

Miranda Kerr, Sukses Move On Dari Perceraian

Perpisahan tentunya mem­buat pasangan sedikit ter­tekan. Begitu pun yang ...

 

Emma Watson, Menyesal Gagal Kumpul Kebo

Suasana hati Emma Watson sedang tidak bagus. Sebab, jali­nan asmaranya de ...





Berita Populer

PLN Palu Terpaksa Padamkan Listrik saat Natal dan Tahun Baru
Tak Seperti Ahok, Uu Ruzhul Malah Giatkan Gerakan Anti Miras
Benar, Sulteng Termasuk Penerima Pengembangan Kakao Rp 5,5 Triliun