Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Tarmo, Entis dan Enji Gugur Demi Sawah Desa
Sabtu, 21 Juli 2012 , 17:15:00 WIB
Laporan: Sopyan Munawar

  

RMOL. Setelah terkubur longsoran tanah selama 24 jam, akhirnya jenazah Enji (71) ditemukan pada Sabtu pagi (21/7). Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumahnya, Kampung Pasir Malang, Santana Mekar, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Kemarin petang, dua tetangganya, yakni Entis (47) dan Tarmo (63) sudah ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun longsor sejak pagi. Saat ditemukan, kedua korban terkubur material dengan kondisi kaki dan tulang belakang patah.

Seperti diinformasikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Sutopo Purwo Nugroho, kemarin, mereka tertimbun longsor saat sedang melaksanakan kerja bakti perbaikan saluran irigasi dengan menggali lereng perbukitan di Kampung Pasirmalang RT 03 RW 02, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya pukul 09.00 pagi (Jumat, 20/7). Dari masyarakat setempat diketahui, selama dua pekan sawah di kampung mereka tidak terairi.

Menurut Uhen, anak dari Enji, awalnya lima petani yang bekerja membersihkan saluran air. Tapi dua orang pulang lebih dulu karena ada keperluan. Tengah asyik bekerja, tiba-tiba tebing setinggi 500 meter longsor dan menimbun ketiganya.

Informasi dihimpun menyebutkan saluran air Citiis merupakan salah satu saluran vital untuk pengairan warga di Desa Santana Mekar, Cisayong. Saluran yang memiliki lebar sekitar 1,5 meter ini setidaknya mengairi ratusan hektar sawah milik warga di desa tersebut. Sebagian besar warga menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Tak hanya itu, saluran air tersebut juga mengairi area pesawahan hingga ke desa tetangga yakni Desa Indrajaya, Kecamatan Sukaratu. Seharusnya saluran ini dijaga oleh petugas yang berwenang. Ternyata tidak ada petugas khusus untuk pengoperasiannya.

Adalah Tarmo, Entis dan Enji yang sudah puluhan tahun mengabdikan dirinya untuk menjaga dan mengatur saluran air agar area pesawahan bisa tetap terairi. Tarno Cs selalu setia mengontrol saluran air. Setiap hari ketiganya berjalan beberapa kilo atau sepanjang saluran air hanya untuk memeriksa saluran hingga ke perbatasan desa tetangga.

Dalam menjalankan aktivitas kesehariannya mereka tidak mendapatkan upah meski harus berjalan hingga beberapa kilometer, ketiganya harus menaiki tebing untuk memastikan saluran tidak macet.

Menurut Kepala Desa Santana Mekar, Didi Koswara, sebelumnya saluran itu terkena longsoran sehingga aliran airnya mampet. Jika tidak segera dibersihkan, ratusan hektar area pertanian sawah bakal terancam kekeringan.  

"Untuk membersihkan dan mengangkat tanah longsoran, Tarmo dan kawan-kawan itu yang paling rajin," kata Kades. [ald]


Baca juga:
Longsor, Tiga Orang Tertimbun Tanah
Banjir Rendam Ribuan Rumah Di Tanah Bambu
Tak Ada Dana Darurat, Jembatan dan Jalan Longsor Di Gorontalo Belum Tertangani
Sutopo: Gorontalo dan Daerah Sulawesi Rentan Diterjang Banjir Bandang
1.598 Bencana Alam Tewaskan 834 Jiwa


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Emma Stone, Tidak Mau Terpantau Social Media

Jika kebanyakan selebriti Hollywood menggunakan sosial media agar lebih de ...

 

Nikita Mirzani, Dimaafkan, Pake Jeans Robek di Pengadilan

Nikita Mirzani memenuhi panggilan Komisi Yudisial (KY) terkait pakaiannya ...

 

Kalina Oktarani, Sayang Tapi Ogah Rujuk

Sejak bercerai pada awal 2013, Deddy Corbuzier dan Kalina Oktarani tetap m ...

 

Tak Bisa Tidur, Gara-gara Anak Mau Dibawa Ke Amerika

Anne dan Hanusz bikin perjanjian di KPAI. Seribut apapun tetap mempriorita ...

 

Miranda Kerr, Sukses Move On Dari Perceraian

Perpisahan tentunya mem­buat pasangan sedikit ter­tekan. Begitu pun yang ...

 

Emma Watson, Menyesal Gagal Kumpul Kebo

Suasana hati Emma Watson sedang tidak bagus. Sebab, jali­nan asmaranya de ...





Berita Populer

Wajah Buruk NTT Akibat Kegagalan Penegakan Hukum
Terlilit Utang Rentenir, Ibu Ini Nekad Curi Perhiasan Emas
Kopassus Temukan 2 Jasad Korban Longsor Banjarnegara di Bawah Tebing