Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Narkoba Masih Marak Di Tempat Dugem Nih...

JADI LOKASI POTENSIAL BISNIS BARANG HARAM

Nusantara  SELASA, 24 JULI 2012 , 10:24:00 WIB |

Narkoba Masih Marak Di Tempat Dugem Nih...

ilustrasi, Tempat Dugem

RMOL. Kepala Subdit I Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Yoyon Toni Sur­ya Putra menerangkan, men­jelang dan saat Ramadhan Dit­res­narkoba gencar melakukan razia di tempat hiburan malam di wi­layah Jakarta.

Dalam razia yang digelar se­lama 21 hari terakhir di sejumlah tempat hiburan malam, terutama di Jakarta Barat, hasilnya cukup mencengangkan.

“Dari 30 tempat hiburan ma­lam, kami sita sebanyak 6.238 bu­tir pil ekstasi, 529 butir happy five dan 7 gram sabu-sabu,” te­rangnya di Jakarta, kemarin.

Selain menyita barang bukti, penyidik juga telah menetapkan status tersangka terhadap 25 orang pemilik barang haram ter­sebut. Yoyon menuturkan, ra­zia ini akan terus dilakukan se­bagai tin­dakan nyata keseri­us­an polisi me­merangi peredar­an serta me­nangkap pengguna, kurir dan bandar narkoba.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nugroho Aji menegaskan, maraknya pereda­ran narkoba di tempat dugem (dunia gemerlap) memang bukan ra­hasia umum lagi. Menurutnya, tem­pat hiburan ma­lam memang men­jadi tempat po­tensial bisnis peredaran nar­koba.

“Polisi tidak tinggal diam, ra­zia narkoba telah digelar ratusan kali untuk mene­kan angka per­edaran narkoba. Ditresnarkoba tidak akan pernah mengendur­kan razia narkoba di tempat hi­buran ma­lam. Kami akan terus mening­katkan razia narkoba un­tuk me­nangkap pe­ma­kai, pe­masok, kurir dan bandar narkoba ter­sebut,” cetus Nugroho.

Berkaitan dengan bulan suci Ramadhan, tempat hi­buran ber­janji mematuhi aturan Pe­me­rin­tah Provinsi (Pemprov) DKI. Se­jumlah tempat hiburan di Jakarta me­mastikan akan mengikuti per­atur­an Pemprov terkait pe­nye­leng­ga­raan in­dustri pariwi­sata selama bulan Ramadhan.

Manajemen Kafe Batavia Ja­karta berjanji akan mentaati atur­an Pemda. “Kami tetap buka pada bulan Ra­madhan, tentunya sesuai de­ngan edaran Pem­da. Namun, hingga seka­rang be­lum dapat edaran­nya,” kata Fi­nance Control Kafe Batavia Wah­yudi.

Wahyudi menjanjikan kafe yang terletak di Jakarta Kota itu tak menyajikan minuman keras selama bulan puasa. “Kami buka normal, mulai jam 09.00 pagi sampai malam. Kami tidak me­nyajikan minuman keras, tidak ada itu,” ungkapnya.

Ditanya apakah Kafe Batavia akan menutup jendela dengan kor­den, Wahyudi enggan berk­o­mentar banyak. “Belum tahu (tutup jendela atau tidak-red). Area kami tak terlihat dari lu­ar karena agak masuk ke dalam, juga sudah ada sekat-sekatnya. Tapi, intinya kami akan ikuti per­aturan Pemda,” jawabnya.

Begitu juga dengan tempat hiburan Blowfish, akan tetap bu­ka selama bulan puasa. Namun, musik yang dimainkan disc jockey (DJ) tidak full dan akan di­campur live music.

Rese­p­sionis Blowfist Novi me­nuturkan, bia­sanya selama bulan puasa, ope­rasional Blow­fish akan mengikuti peraturan yang dike­luarkan Pemda. “Kami ikuti per­aturan Pemda. Tapi, apa­kah jual minu­man keras, saya belum ta­hu,” ujarnya.

Yang Melanggar Izinnya Dicabut

PEMPROV DKI Jakarta menya­takan, sebanyak 1.297 tempat hi­buran di Jakarta akan diawasi se­cara ketat dan dibatasi jam ope­rasinya saat bulan puasa. Ke­bijakan ini mengacu pada Per­aturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2004 tentang Kep­a­riwisa­taan dan Surat Keputusan Gu­bernur DKI Jakarta Nomor 98 tahun 2004 tentang Waktu Pe­nyelenggaraan Industri Pari­wisata di DKI Jakarta.

Dinas Pariwisata dan Kebu­dayaan (Disparbud) DKI Jakarta sudah melayangkan surat edaran kepada sejumlah industri jasa pariwisata yang jam ope­rasinya dibatasi maupun ditutup.

Penye­lenggaraan industri pari­wi­sata ini dibagi menjadi tiga kate­gori, yakni usaha pariwisata yang harus tutup saat bulan Ra­madhan, usaha pariwisata yang jadwal ope­rasinya disesuaikan seperti tem­pat karaoke, dan usa­ha pari­wisata yang tetap buka seperti hotel berbintang.

Dalam dua peraturan tersebut, ada enam usaha pariwisata yang harus tutup mulai dari satu hari se­belum bulan Ramadhan, sela­ma Ramadhan, Idul Fitri, dan satu ha­ri setelah Idul Fitri. Enam usa­ha pariwisata yang benar-benar tidak boleh beroperasi yak­ni klab ma­lam, diskotek, mandi uap, gri­ya pijat, per­main­an mesin keping jenis bola ke­tangkasan, serta usaha bar yang berdiri sendiri.

Sedangkan beberapa usaha pariwisata hanya diatur jam ope­rasiya. Seperti karaoke dan musik hidup dapat menye­leng­garakan kegiatan saat Ra­madhan pada pukul 20.30 hingga 01.30 WIB. Se­lain itu, usaha bo­la sodok yang ber­lokasi dalam satu ruangan de­ngan enam usaha yang tidak boleh ber­operasi juga diharuskan tutup. Na­mun, yang lokasinya satu rua­ngan dengan usaha ka­raoke dan musik hidup dapat ber­operasi sejak pukul 20.30 hingga hingga 01.30 WIB.

Dalam kebijakan ini, terdapat pengecualian bagi usaha pari­wisata yang diselenggarakan di hotel berbintang. Sedangkan un­tuk semua usaha pariwisata yang dimaksud dilarang mem­buka satu hari sebelum Rama­dhan, ha­ri pertama Ramadhan, ma­­lam Nu­zulul Quran, satu hari se­belum Idul Fitri, hari pertama dan kedua Idul Fitri, serta satu hari setelah Idul Fitri.

“Setiap penyelenggara usaha pariwisata juga dilarang mema­sang reklame dan sejenisnya yang bersifat pornografi, pornoaksi, dan erotisme. Kami berharap se­luruh pengusaha bisnis hiburan dapat mematuhi peraturan yang berlaku,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman.

Arie menegaskan, jika dike­tahui ada yang melanggar per­aturan ini, akan dikenakan sank­si. Sanksi berupa teguran lisan, te­guran tertulis, penghentian atau penutupan penyelenggaraan usa­ha atau segel serta penca­butan izin usaha. [Harian Rakyat Merdeka]


Komentar Pembaca
Yuliana Meninggal Dunia

Yuliana Meninggal Dunia

SELASA, 23 AGUSTUS 2016 , 15:55:00

Sutiyoso Pamitan

Sutiyoso Pamitan

RABU, 24 AGUSTUS 2016 , 00:40:00

Amran Mustari Ditahan

Amran Mustari Ditahan

SELASA, 23 AGUSTUS 2016 , 20:58:00