Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Nagreg Lancar, Kemacetan Diprediksi Pindah ke Jalur Gentong
Rabu, 25 Juli 2012 , 14:59:00 WIB
Laporan: Arief Pratama

RMOL. Jalur utama selatan Jawa Barat yang terletak di Nagreg, Kabupaten Bandung diprediksi akan menurun tingkat kemacetannya seiring dengan dioperasikannya secara penuh jalur lingkar Nagreg saat musim arus mudik Lebaran 1433 Hijriah mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat (Kadishub) Dicky Saromi menyatakan potensi kemacetan di Nagreg bisa menurun karena pengoperasian jalur lingkar Nagreg yang secara konstruksi bangunan sudah rampung 100%.

"Jalur lingkar bisa kita gunakan secara penuh. Karena sejak diresmikan 2008 lalu, jalur ini bertahap di gunakan, termasuk saat musim mudik tahun 2011 lalu baru saat H-7 hingga H+7 dengan sistem ujicoba. Namun di tahun ini akan kita operasikan secara penuh, termasuk rambu lalulintas serta marka jalan yang disiapkan," ungkap Dicky saat ditemui di gedung sate Bandung, Rabu (25/7).

Dia menuturkan, penggunaan jalur lingkar Nagreg akan berdampak pada jalur alternatif Gentong, di Kabupaten Tasikmalaya untuk digunakan selama arus mudik dan balik 2012 sehingga jalur tersebut harus bisa berfungsi pada H-7 sebelum Lebaran.

"Jalur Gentong ada dua jalur yang dibangun di sana,  dimana di jalur gentong ini  pada H-7 dia harus sudah berfungsi," kata Dicky Saromi.

Dicky mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah meninjau lokasi pembuatan jalur alternatif Gentong tersebut dan menemukan sejumlah permasalahan yang dihadapi.  
"Kita prediksi jika jalur Limbangan dan Gentong yang akan jadi problem saat mudik nanti, dimana kemacetan akan terjadi di titik ini. Yang jadi perhatian kita bagaimana agar jalur Gentong tetap digunakan sebagai pemecah jalur utama dari Bandung menuju Tasik atau sebaliknya," ungkap Dicky.

Menurutnya, proses pengerjaannya harus dikebut hingga selesai pada H-7 Lebaran. "Saat ini baru  penimbunan dan butuh pengecoran di atasnya. Kalau presentase pengerjaan jalan di sana berapa persen, saya kurang tahu pasti. Karena itu jadi kewenangan Bina Marga," papar dia.

Menurut dia, jalur alternatif Gentong ini merupakan salah satu jalur yang krusial di Jalur Selatan dan saat ini pengerjaannya sedang dikebut. "Kan kalau Jalur Lingkar Nagrek dan sekitarnya sudah oke. Tinggal di daerah itu. Saya dapat laporan kemarin sepertinya terkejar pada H-7. Tapi baru satu lapis juga. Cuma terkejar atau tidaknya harus jadi perhatian juga termasuk difungsikan sementara, mungkin nantinya," ujar dia.

Kadishub menyatakan, Jalur Alternatif Gentong ini juga nanti tak akan hanya diperbaiki jalannya, namun akan ada personil yang mengarahkan serta ada beberapa rambu darurat akan dipasang bagi pengguna jalan. "Jadi kan jalur ini nantinya akan mengurangi kepadatan kendaraan dari Nagrek ke Gentong. Di Jalur Selatan, ini yang paling penting dan mungkin nanti ada hambatan seperti pasar tumpah sama jalur masuk wisata," tandasnya. [zul]


Baca juga:
SILATURAHMI ISTANA
Menlu Australia Sampaikan Pesan Ramadhan Lewat YouTube
Razia Mesum dan Preman Digiatkan di Tasikmalaya
Kapolri dan Menhub Tinjau Kesiapan Jalur Nagreg
Harga Sembako Naik karena Bulog Dikebiri


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Velove Vexia, Langsung Menghindar Saat Ditanya Kumpul Kebo

Velove Vexia menghadiri resepsi pernikahan mantan pacarnya, Raffi Ahmad di ...

 

Cut Tary, Cium Pipi Kevin Di Parkiran

Kedekatan antara Cut Tary dan Richard Kevin sepertinya mulai terjawab. Set ...

 

Brett Rossi, Gagal Dinikahi Charlie Sheen

Brett Rossi harus gigit jari. Model dan eks bintang film porno ini gagal d ...

 

Lady Gaga, Baru Ngartis, Sering Diajak “Bobok”

Sang Mother Monster lagi galau. Ia masih menyimpan kekesalannya dimanfaatk ...

 

Bila Sakiti Gigi, Raffi Janji Siap Dicerai

Image prosesi pernikahan sangat mahal dan wah. Sebagian masyarakat menyind ...

 

Lupakan Raffi, Bella Lagi Temani Pembalap

Fans merasa Bella bisa “sakitnya tuh disini” kalau datang ke nikahanny ...





Berita Populer

Banyuwangi Hadapi Bonus Demografi Dengan Meningkatkan Mutu Pendidikan
Pemerintah Tetapkan Sail 2015 di Parigi Moutong
Peternak Telur Ngeluh Investor Besar Merajai Pasaran