Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
KemenPUPR

Janji Pemprov Mau Renovasi Cuma Omong Kosong...

PASAR SENEN RAWAN AMBRUK PASCA KEBAKARAN

Nusantara  JUM'AT, 27 JULI 2012 , 09:07:00 WIB |

Janji Pemprov Mau Renovasi Cuma Omong Kosong...

ilustrasi, Pasar Senen

RMOL. Para pedagang meminta Pemprov DKI Jakarta segera membangun pasar tradisional di PD Pasar Jaya Blok VI A Pasar Inpres Senen, Jakarta Pusat, secepatnya pasca kebakaran pada 2010. Mereka khawatir pasar itu ambruk dan mengancam keselamatan banyak jiwa..

HAL itu dikatakan Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Inpres Se­nen Warson Aritongan yang me­ngeluhkan lambatnya pe­na­nganan Pimprov DKI dan penge­lola pasar dalam merevitalisasi pa­sar tersebut.

“Pasca terbakarnya pasar ter­sebut, kami was-was berdagang di­ sana karena semua pondasi ba­ngunan terlihat mau ambruk dan membuat tidak nyaman pembeli. Di­ha­rap­kan revitalisasi ini bisa se­gera dilakukan tahun ini,” cur­hat Warson di Jakarta, kemarin.  

Warson menjelaskan, hasil pe­nelitian dari tim Universitas In­do­nesia (UI) menyebutkan, tiang-tiang penyangga di pasar tersebut hanya bisa menahan beban ba­ngunan dalam waktu dua tahun. Padahal, kebakaran terjadi sudah lebih dari dua tahun.

“Yang kami takutkan kalau ro­boh, soalnya pasar ini umurnya su­dah mencapai 30 tahun lebih. Apalagi peristiwa kebakaran su­dah melebihi dua tahun, ba­ngu­nannya pasti sudah sangat ke­ro­pos dan mudah roboh,” katanya.

Bahkan belum lama ini, kata dia, para peneliti UI kembali da­tang dan mengatakan kondisi per­mukaan tanah sudah menurun yang membuat  pedagang khawa­tir dengan kondisi seperti itu.

“Sejauh ini belum ada penam­pungan buat kami, padahal Blok V itu kosong tetapi belum ada nego­siasi antara pihak pengelola de­ngan PD Pasar Jaya. Pemprov DKI mesti tegas membela nasib pe­dagang pa­sar tradisional ka­rena itu menyang­kut hidupnya,” tegasnya.

Seorang pedagang sayur Wati (45) mengaku, takut berdagang dengan kondisi bangunan seperti ini. Dia takut pasar itu roboh dan menimpa pedagang dan pengun­jung. “Kami hanya takut rubuh apa­lagi kalau siang saat banyak orang. Nggak kebayang deh,” celotehnya.

Marlin Pandjaitan (65), peda­gang kain ulos mengaku, pernah ditinggal pembeli akibat kejatu­han tembok yang rontok. Saat itu, pem­beli tertimpa tembok rontok saat sedang melihat-lihat kain ulos yang dijualnya.

“Berdarah kepalanya. Untung saja dia tidak menuntut saya,” ujar Marlin.

Salah satu pedagang di Blok VI A Joice mengeluhkan lambatnya kinerja Pemprov DKI Jakarta yang per­nah berjanji akan me­renovasi pasar ini. “Tahun ke­marin pernah ber­janji akan segera membangun pasar ini. Ternyata hanya omong ko­song. Mungkin tunggu am­bruk, terus kita mati tertimpa ba­ngunan dulu baru ini dire­novasi,” kesal Joice.

Joice berharap , Gubernur DKI yang baru nantinya lebih  men­dengar keluhan para pe­dagang. Selain mengancam kese­lamatan mereka, pedagang juga merasa pen­dapatan mereka me­nurun ka­rena kios berada di posisi rawan ambruk sehingga pembeli yang datang juga sedikit.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Maman Firmansyah ber­harap, Pemprov DKI bersama pe­ngelola pasar bisa segera mem­bangun pasar tersebut dengan baik. Apalagi, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo telah meng­instruksikan pembenahan pasar tradisional tersebut. “Saya kira revitalisasi pasar tradisional Se­nen mesti dilakukan dengan cepat supaya aktivitas perdaga­ngan pasar tradisional bisa berja­lan dengan baik,” tuturnya.

Duh, Bangunan Pasar Cuma Ditopang Tiang & Pipa Besi

Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis menga­kui, kondisi bangunan pasar tra­disional Senen sudah sangat mem­prihatinkan.

   “PD Pasar Ja­ya sudah me­nambah tiang pe­nyangga un­tuk mencegah ba­ngunan pasar itu roboh,” kata Djangga di Jakarta, kemarin.

Menurut Djangga, bangunan pasar belum bisa diremajakan lan­taran pihaknya belum mem­peroleh persetujuan dari pe­da­gang terkait harga kios sete­lah diremajakan nanti. Hal itu per­lu dilakukan agar pedagang yang ada sekarang memiliki prio­ritas untuk memiliki kios baru nanti.

“Mudah-mudahan, sesudah Le­baran kami sudah dapat per­setujuan dan bisa mulai pere­ma­jaan,” kata Djangga.

Saat ini untuk membantu pe­dagang agar tetap berjualan, pi­hak pengelola pasar hanya me­nyangga bangunan beton tersebut dengan tiang-tiang pipa besi.

“Pasar Blok VI A ini meru­pa­­kan salah satu pasar PD Jaya yang menjadi prioritas ki­ta un­tuk pembangunan pa­sar,” ka­ta Humas PD Pasar Jaya Yo­hanes Daramonsidi.

Dia mengaku, saat ini proses re­novasi itu sudah berjalan. Na­mun, kendala utamanya adalah belum adanya lahan atau tem­pat penampungan semen­tara (TPS) untuk para pedagang. Jum­lah pedagang yang diper­kirakan sekitar 2.200 orang.

Yohanes berjanji, seandai­nya besok atau beberapa hari ke de­pan pihaknya sudah men­­­dapat­kan TPS, bangunan pasar ini akan segera diko­songkan dan selanjutnya di­renovasi.

 “Kami berharap setelah Le­baran, pedagang sudah bisa di­pindahkan dan pasar segera direnovasi,” tandasnya.  [Harian Rakyat Merdeka]


Komentar Pembaca
Wajah Intoleran

Wajah Intoleran

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 09:59:00

Ganjar Diperiksa KPK

Ganjar Diperiksa KPK

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 17:19:00

Hartoyo Diperiksa

Hartoyo Diperiksa

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 01:58:00