Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Dishub & Organda Nggak Becus Tindak Angkot Nakal

KASUS PERKOSAAN DI IBUKOTA TETAP MARAK

Nusantara  SABTU, 28 JULI 2012 , 10:13:00 WIB |

Dishub & Organda Nggak Becus Tindak Angkot Nakal

ilustrasi

RMOL. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) dinilai nggak becus menindak angkutan kota (angkot) nakal yang meresahkan penumpang. Buktinya, kasus pemerkosaan dan perampokan dalam angkot masih terus terjadi.

Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan, tata ke­lola angkutan umum di ibukota sangat buruk. Dishub DKI dan Organda yang bertanggung ja­wab atas ke­beradaan angkot se­akan tak pu­nya taring untuk me­nindak tegas angkot tersebut.

“Organda dan Dishub tidak op­timal mengawasi angkot na­kal. Akibatnya, aksi pe­merko­saan dan perampokan wa­nita da­lam ang­kot terus terjadi,” kri­tik Yayat di Ja­karta, kemarin.

Ia mencontohkan, ada angkot yang beroperasi bukan pada ru­tenya. Nah, aksi ini  bisa memicu tindak kriminalitas. Dishub juga kerap lengah menin­dak pelang­garan-pelanggaran seperti ini se­akan-akan angkot itu dianggap sudah aman. Padahal, banyak mobil pribadi dijadikan angkot gelap dan mem­bahayakan kese-lamatan penumpang.  

“Angkot yang bergerak se­ha­rus­nya didata yang benar. Tan­dai saja angkotnya dan saat po­lisi patroli melihat angkot yang tidak ada tandanya, harus cepat di­tin­dak,” pintahnya.

Yayat menyarankan, bagi ma­syarakat yang sehari-hari meng­gunakan jasa angkot tidak me­milih angkot yang beroperasi bu­kan pada rutenya dan bukan mo­bil pribadi. Adanya tanda khusus pada angkot, maka ma­syarakat dapat mengenali jenis angkot yang bisa dipercaya.

“Cara kerjanya nggak jelas. Dishub harus tegas mem­berikan sanksi kepada angkot nakal yang melanggar,” tegasnya..

Menurut Yayat, perlu adanya tempat pengaduan khusus untuk angkot. Jadi, penumpang bisa menghubungi nomor tertentu yang ada di angkot, misalnya di­tempel besar di belakang angkot jika terjadi kejahatan.

Dia juga meminta Ke­polisian lalulintas me­ning­katkan patro­linya di malam hari guna me­nekan kriminalitas seperti pe­merkosaan dalam angkot.

Ketua Organda Jakarta Soedir­man mengakui, tata kelola ma­najemen angkot di Jakarta masih buruk, mulai dari hulu sampai hilir. Di tingkat hulu, tak ada atur­an baku yang mengatur ke­ten­tuan-ketentuan manajerial angkot pro­fesional. Seperti per­syaratan ada­nya pool, sistem ma­najemen, kon­trol kualitas, hingga SDM tak ber­jalan. Sementara di hilir, para pemilik angkot maupun sopir ti­dak patuh terhadap organisasi.

“Memang tak ada pengawas­an. Siapa yang mengawasi? Ide­alnya harus ada yang menga­wasi. Pe­nga­wasan dari yang ber­wajib ti­dak ada. Pengamanan ter­hadap pengguna kendaraan umum di­abaikan saja. Akibat­nya, terjadi pembiaran perilaku-peri­laku so­pir yang merugikan mas­yara­kat,” papar Soedirman.

Soedirman menilai, pemerin­tah seakan menumpulkan peran Organda sebagai organisasi pe­ngu­saha angkutan. Selama ini, Organda tidak pernah menda­pat­kan mandat serta kewenangan untuk merapikan anggotanya.  

“Mereka lebih patuh pada Dis­hub dan polisi dibanding pada organisasi,” curhatnya.

Padahal, Soedirman menilai, fungsi utama organisasi adalah membantu pemerintah menata sopir dan pemilik angkot.

“Mandat untuk menertibkan anggota kami saja tidak ada. Pem­binaan tidak ada. Saya pun ti­dak tahu siapa itu pemilik ang­kot C-01 yang bermasalah, kare­na me­reka mendapatkan trayek tanpa melalui kami,” kilahnya.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku, sudah meng­instruk­sikan semua jaja­ran Dis­hub untuk menindak angkot na­kal baik yang menggu­nakan ken­daran pribadi maupun supir tem­bak di malam hari.

“Kita prihatin adanya kejadian perkosaan di dalam angkot lagi.  Saya sudah instruksikan lagi un­tuk memperketat pengawasan  sopir tembak di lapangan khusus di malam hari,” klaim Foke.

Seperti diberitakan,  perampok­an disertai percobaan pemerko­sa­an di angkot kembali terjadi. Kali ini, menimpa se­orang karya­wati Iswati (31) di angkot C-01 jurusan Ciledug-Kebayoran Lama, di dae­rah Lapangan Ban­teng, Jakarta pada malam hari. Beruntung Iswati berhasil diselamatkan seorang tentara yang kebetulan melintas dan mendengar teriak­annya.

Izin Trayek Lintas Bakal Dicabut


Komentar Pembaca
Sutiyoso Pamitan

Sutiyoso Pamitan

RABU, 24 AGUSTUS 2016 , 00:40:00

Nur Alam Saksikan Penggeledahan

Nur Alam Saksikan Penggeledahan

RABU, 24 AGUSTUS 2016 , 03:41:00

Gerakan Luruskan Kiblat

Gerakan Luruskan Kiblat

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016 , 08:19:00