Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
KemenPUPR

Proyek Gedung Pencakar Langit Mesti Dibatasi Dong

Nusantara  RABU, 01 AGUSTUS 2012 , 10:25:00 WIB |

Proyek Gedung Pencakar Langit Mesti Dibatasi Dong

ilustrasi, Gedung Pencakar Langit

RMOL. Lahan Dan Air Habis Disedot, Ibukota Makin Macet Poyek pembangunan gedung baru di Jakarta telah menjadi penyumbang kemacetan terbesar. Pemprov DKI Jakarta sudah waktunya melakukan kebijakan moratorium proyek gedung baru di Jakarta. Sebab, daerah Ibukota ini sudah tidak layak untuk pembangunan gedung baru.

Warning itu dikatakan peng­amat tata kota dan transportasi Darmaningtyas menyikapi pa­dat­­nya pembangunan gedung di Ja­karta. Darmaningtyas ber­pen­da­pat, sudah waktunya peme­rin­tah mengeluarkan kebijakan mo­ra­torium pembangunan ge­dung ba­ru. Alasannya, keha­diran ge­dung baru hanya men­jadi pe­nyumbang kemacetan lalulintas (lalin).

“Saya kira kebijakan mora­to­rium pembangunan gedung baru di Jakarta mesti dilakukan untuk me­nekan kemacetan  lalin di ibu­kota akibat gedung-gedung ting­gi tersebut,” katanya.

Menurut Dar­­maningtyas, ha­dir­nya ba­ngunan baru akan ber­dampak pada kemacetan lalin, karena adanya keharusan bagi setiap pemba­ngunan gedung un­­tuk menye­diakan area parkir. Aki­batnya, orang-orang men­jadi penghuni atau pengunjung akan terangsang menggunakan kenda­raan pribadi.

“Moraturium gedung baru, baik untuk mall, perkantoran atau­pun untuk lainnya mesti dila­kukan. Jika ada gedung baru, ten­tu akan ada manusia baru, artinya butuh pasokan air dan tanah ba­ru. Padahal, pasokan itu sudah tidak ada dan itu berdampak pa­da ke­macetan lalin,”  jelasnya.

Terkait penggunaan mass rapid transit (MRT) sebagai solusi kemacetan, menurut dia, kon­sepnya masih menjadi perdebatan dan belum ada kepastian kapan pro­yek itu bisa direalisasikan. Disarankan MRT tidak sepe­nuh­nya di bawah tanah, melain­kan melayang. Na­mun pihak lainnya menolak konsep ini.

“Karena belum ada bukti se­lama ini kalau yang melayang, ba­wahnya akan baik. Bisa dipas­tikan akan kumuh,” imbuhnya.

Kepala Riset Jones Lang La Salle Indonesia Anton Sitorus me­ngatakan, pertumbuhan ge­dung pencakar langit di wilayah DKI mencapai 87,5 persen hanya da­lam jangka waktu tiga tahun, te­patnya dalam periode 2009-2012.

“Pada 2009, gedung skyscraper (pencakar langit) ada 40. Dalam jangka waktu tiga tahun pertum­buhannya menjadi 75, yang peng­gunaannya mencakup untuk ge­dung perkantoran, kondo­mi­nium, dan hotel,” jelas Anton.

Menurut Anton, tidak ada defi­nisi yang baku terkait gedung pencakar langit, tetapi secara umum dapat dikatakan bahwa pencakar langit adalah gedung dengan ketinggian di atas 150 meter. Ia mema­par­kan, sejumlah gedung pencakar la­ngit di ibukota, antara lain Wis­ma 46 (262 meter), Menara BCA (230 meter), Equity Tower (220 meter), The Peak at Sudirman (219 meter), Graha Energi (217 meter), Kempinski Residences (215 meter), Bakrie Tower (214 meter), The Pinnacle (213 meter), dan Ritz-Carlton Jakarta (212 meter).

Anton mengungkapkan, pada 2020 nanti diperkirakan jumlah gedung pencakar langit di Ja­karta akan mencapai 250 unit. Pada saat itu, gedung tertinggi nomor lima di dunia akan ter­dapat di Jakarta, yaitu The Sig­nature (638 meter).

Ia berpendapat, mening­katnya gedung pencakar langit juga di­sebabkan oleh perkem­bangan ekonomi dan komersial yang baik di Jakarta. Selama lima tahun mendatang, lanjut­nya, Jakarta diperkirakan akan mene­rima ge­lombang pertama masuk­nya pa­sokan sektor perkantoran ko­mersial yang diperkirakan akan terjadi mulai pada 2015.

Bila perkembangan ekonomi tidak terganggu pasca pemilu 2014, maka kota Jakarta juga diperkirakan akan menerima ge­lombang kedua pa­sokan sektor perkantoran ko­mersial yang ditandai dengan mun­culnya proyek gedung me­ga-tall (di atas 600 meter) seperti The Sig­nature.


Komentar Pembaca
Wajah Intoleran

Wajah Intoleran

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 09:59:00

Ganjar Diperiksa KPK

Ganjar Diperiksa KPK

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 17:19:00

Hartoyo Diperiksa

Hartoyo Diperiksa

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 01:58:00