Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Masalah Arus Listrik Pemicu Terjadi Kebakaran
Sabtu, 04 Agustus 2012 , 08:24:00 WIB

ILUSTRASI,KEBAKARAN
  

RMOL.Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penaggulangan Bencana (PB) DKI Jakarta Paimin Napitupul menyebutkan, wilayah yang paling sering dilanda kebakaran adalah Jakarta Timur.

Tahun ini saja tercatat ada 133 kejadian di Jakarta Timur, diikuti Jakarta Barat 116 kejadian, Jakarta Utara 104 kejadian, Jakarta Selatan 98 kejadian dan Jakarta Pusat 79 kejadian.

Menurut Paimin, area seluas 265,812 meter persegi menjadi dampak musibah kebakaran. Jumlah korban jiwa dari masyarakat tercatat sebanyak 31 orang. Sedangkan jumlah korban luka sebanyak 70 orang.

“Penyebab utama kebakaran terbanyak adalah masalah arus listrik sebanyak 371 kejadian, diikuti terkait kompor meledak sebanyak 57 kejadian,” terang Paimin di Jakarta, kemarin.

Paimin mengungkapkan, kebakaran yang terjadi akibat rokok terjadi 16 kali. Sedangkan 86 lainnya, terjadi karena bermacam-macam sebab, antara lain akibat membakar sampah.

Dia mengaku, secara rutin selalu memberikan penyuluhan dan sosialisasi mengenai cara pencegahan kebakaran dan bagaimana mengatasi api ketika petugas belum sampai di lokasi.

Menurut dia, peran masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemadaman mengingat respond time petugas adalah minimal 15 menit dari mulai menerima pengaduan hingga sampai di lokasi kejadian.

Masa dari menit ke-0 hingga menit ke-15 adalah masa di mana masyarakat berhadapan langsung dengan api tanpa bantuan petugas.

“Kami meminta pihak PLN lebih pro aktif memeriksakan sambungan listrik di kawasan rawan kebakaran. Pemeriksaan harus dilakukan secara berkala,” pinta Paimin.

Menurut dia, listrik masih menjadi penyebab utama bencana kebakaran di DKI Jakarta. Banyaknya sambungan listrik ilegal dan tidak tegasnya aturan di lapangan mengenai pemasangan sambungan listrik membuat daerah di DKI Jakarta menjadi rawan kebakaran.

Ia mengatakan, ada sekitar 20 kasus kebakaran selama bulan Juli 2012. Dan terbanyak adalah karena arus pendek. “Sosialisasi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran terus dilakukan. Namun kecerobohan dan keteledoran warga juga tak hilang-hilang,” ungkapnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Pengemis Makin Banjiri Ibukota Selama Ramadhan
Disdik DKI Nggak Becus Tangani Bullying Di Sekolah
Proyek Gedung Pencakar Langit Mesti Dibatasi Dong
MEMBAHAYAKAN PENGENDARA
Sayap Partai Gerinda Tak Mau Misi Kemanusian di Tambora Dikaitkan dengan Politik


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Emma Stone, Tidak Mau Terpantau Social Media

Jika kebanyakan selebriti Hollywood menggunakan sosial media agar lebih de ...

 

Nikita Mirzani, Dimaafkan, Pake Jeans Robek di Pengadilan

Nikita Mirzani memenuhi panggilan Komisi Yudisial (KY) terkait pakaiannya ...

 

Kalina Oktarani, Sayang Tapi Ogah Rujuk

Sejak bercerai pada awal 2013, Deddy Corbuzier dan Kalina Oktarani tetap m ...

 

Tak Bisa Tidur, Gara-gara Anak Mau Dibawa Ke Amerika

Anne dan Hanusz bikin perjanjian di KPAI. Seribut apapun tetap mempriorita ...

 

Miranda Kerr, Sukses Move On Dari Perceraian

Perpisahan tentunya mem­buat pasangan sedikit ter­tekan. Begitu pun yang ...

 

Emma Watson, Menyesal Gagal Kumpul Kebo

Suasana hati Emma Watson sedang tidak bagus. Sebab, jali­nan asmaranya de ...





Berita Populer

Benar, Sulteng Termasuk Penerima Pengembangan Kakao Rp 5,5 Triliun
Batam Kembali Bentrok, Semua yang Terlibat Harus Dipecat
Terlilit Utang Rentenir, Ibu Ini Nekad Curi Perhiasan Emas