Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
KemenPUPR

Awas, Makanan & Minuman Nggak Layak Konsumsi Beredar Di Pasaran

PEDAGANG NAKAL BAKAL DIPROSES HUKUM

Nusantara  RABU, 08 AGUSTUS 2012 , 11:02:00 WIB |

Awas, Makanan & Minuman Nggak Layak Konsumsi Beredar Di Pasaran

ilustrasi

RMOL. Momen bulan puasa dan menjelang Lebaran seringkali dimanfaatkan oknum pedagang nakal untuk mencari keuntungan berlipat dengan menjual barang-barang yang kualitasnya buruk. Dari hasil razia, terbukti banyak ditemukan makanan dan minuman tak berizin yang tak layak konsumsi.

Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Metro Jaya ber­sama Dinas Perindustrian, Per­dagangan dan Badan Penga­was Obat dan Makanan (BPOM) me­ngecek ke pasar-pasar untuk me­meriksa barang yang sudah tak layak konsumsi ini.

“Khusus barang-barang terkait dengan kebutuhan pokok dalam menghadapi Lebaran, Krimsus te­lah melakukan tindakan be­ker­ja sama dengan Disperindag dan BPOM,” ujar Kabid Humas Pol­da Metro Jaya Kombes Rikwanto.

Dikatakan Rikwanto, pihaknya me­nemukan sejumlah barang dengan merk tertentu yang belum mendapat izin dari Kementerian Perdagangan dan POM. “Barang itu bisa dari China atau tempat lain,” tambahnya.

Kapolda Me­tro Jaya Inspektur Jenderal Un­tung S Rajab me­mas­tikan akan memproses secara hukum sam­pai ke pengadilan ba­gi para pe­dagang atau toko yang ke­dapatan menjual produk ma­kanan dan minuman kadaluar­sa atau pro­duk apa saja yang tidak me­mi­liki izin edar.

“Saya ingatkan ke­pada toko-toko penjualan ma­kanan kadalu­arsa, itu me­lang­gar hukum. Ka­mi akan proses,” warning-nya.

Berkaitan dengan makanan dan obat kadaluarsa, Kepala Biro Ope­rasi Polda Metro Jaya Kom­bes Agung Budi Maryo­to meng­ungkapkan, kepo­li­sian sudah me­lakukan sejumlah ra­zia dan ber­koordinasi dengan BPOM Jakarta.

Hasilnya, pi­hak­nya me­nyita 73 dus berbagai ma­cam kos­metik impor, 33 koli ma­kanan, 136 item berbagai produk ma­ka­nan dan minuman impor, 34 item berbagai item kosmetik, serta 32 dus dan 10 karung ber­bagai jenis kosme­tik dan makanan impor.

Ketua Harian Yayasan Lem­baga Konsumen Indonesia (YL­KI) Husna Zahir mem­benarkan, makanan dan minuman tan­pa izin serta kadaluarsa masih ba­nyak ditemukan di pasar tra­di­sional maupun swalayan. Maka­nan yang memakai bahan-bahan berhaya juga bebas beredar.

“Misalnya kue yang dijual tam­pak berwarna terlalu men­colok, maka makanan itu bisa di­cu­rigai menggunakan pewarna ber­ba­haya. Bisa juga makanan yang terlalu pahit atau manis, bisa jadi mengandung bahan tam­ba­han berlebihan di luar ambang batas yang dapat me­rugikan ke­seha­tan,” ungkapnya.

Husna mengata­kan, ketelitian pembeli terhadap be­berapa ko­mo­diti makanan dan mi­numan ke­masan merupakan aspek yang sa­ngat penting.

“Lihat label kete­rangan tang­gal kada­luwarsa. Se­lain itu, lihat produk me­miliki re­gistrasi seperti tulisan BPOM, PIRT (Pro­duksi Industri Rumah Tangga) atau tidak,” saran Husna.

Menurutnya, pembeli dapat mengandalkan pemerintah untuk melakukan pe­ngawasan terhadap makanan dan minuman yang ber­edar di pa­saran. “Tetapi sejauh ini ba­nyak penganan yang lolos dari BPOM. Makanya, lebih baik kita sendiri yang melakukan selek­si makanan dan minuman yang akan kita beli,” katanya.

Pengawasan Akan Diperketat

Untuk memastikan barang yang dijual di pasaran selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1433 H nanti aman dan layak dikonsumsi, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta akan memperketat pengawasan barang yang ber­edar di pasaran.

   Rencananya, Di­nas KUM­KMP akan melakukan in­speksi mendadak (sidak) ke se­jumlah pasar tradisional serta pasar modern di ibukota.

“Sidak pengawasan barang beredar tersebut merupakan wu­jud nyata kepedulian Pemprov DKI Jakarta dalam melindungi war­ganya agar tidak mengon­sum­si produk yang mem­ba­ha­yakan bagi kesehatan,” kata Ke­pala Dinas KUMKMP DKI Ja­karta Ratnaningsih.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga sesuai dengan ketentuan antara lain UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Kon­sumen dan UU Pangan No.7 Tahun 1969, serta Peraturan Pe­me­rintah No.102 Tahun 2000 ten­tang Standarisasi.

Dalam sidak, kata Ratna­ning­sih, pemeriksaan akan dila­kukan terhadap produk-produk yang tidak punya izin edar, tidak men­cantumkan tanggal kada­luarsa, dan tidak mencan­tumkan label berbahasa Indonesia. Na­mun, pi­haknya merahasikan lo­kasi dan waktu agar rencana sidak ter­sebut tidak bocor.

Untuk melakukan sidak ter­sebut, lanjutnya, sejumlah in­stansi terkait akan dilibatkan. Di an­taranya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Yayasan Lembaga Konsumen In­donesia (YLKI), Dinas Kese­hatan, Dinas Kelautan dan Per­ikanan, Dinas Perindustrian dan Energi, serta petugas kepolisian.

“Na­mun untuk berapa banyak petu­gas yang akan diturunkan, itu terserah wi­layah ma­sing-masing. Karena, hal itu nanti wilayah yang akan me­nentukan,” ujarnya.

Jika dalam kegiatan tersebut dite­mukan adanya barang yang tidak layak konsumsi, maka pi­haknya langsung menyita barang ter­sebut dan meminta pasar tra­disional atau supermarket yang menjual produk itu untuk me­nariknya. “Selain itu, kami juga akan memberikan teguran dan melakukan pembinaan terhadap produsennya,” ungkapnya.

Dia mengimbau agar masya­ra­kat lebih berhati-hati dalam mem­beli produk makanan, mi­numan mau­pun parsel, ter­lebih men­jelang hari raya Idul Fitri.

“Sebaiknya sebelum membeli lebih baik diteliti dahulu, baik itu tanggal kadaluarsa, kemasan, dan hal lainnya. Supaya masyarakat tidak merasa dirugikan jika ter­nyata produk yang dibeli tidak layak konsumsi,” tuturnya.

Berkaitan hal ini, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meng­imbau warga Jakarta agar lebih te­liti dalam membeli produk ma­kanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Warga juga diimbau untuk melaporkan adanya pro­duk makanan dan minuman yang mencurigakan atau tidak ber­label dan tidak ada masa ka­da­luarsanya kepada Suku Dinas KUMKMP di wilayahnya ma­sing-masing. [Harian Rakyat Merdeka]


Komentar Pembaca
Wajah Intoleran

Wajah Intoleran

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 09:59:00

Ganjar Diperiksa KPK

Ganjar Diperiksa KPK

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 17:19:00

Hartoyo Diperiksa

Hartoyo Diperiksa

RABU, 07 DESEMBER 2016 , 01:58:00