Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Polisi Wajib Usut Tuntas Penembakan Halte Busway
Ngeri, Koboi Jalanan Meneror Ibukota
Kamis, 09 Agustus 2012 , 09:47:00 WIB

ILUSTRASI, HALTE BUSWAY
  

RMOL. Mirip aksi koboi jalanan, penembakan di halte bus Transjakarta oleh orang tak dikenal sudah meneror dan mengancam keselamatan masyarakat. Polisi wajib mengusut kasus ini hingga tuntas. Pemerintah mesti memperketat pengamanan di area publik.

Kriminolog Universitas In­donesia (UI) yang juga anggota Kom­polnas Adrianus Meliala me­nilai, aksi penembakan halte bus Transjakarta adalah bentuk ancaman terhadap masyarakat. Menurutnya, polisi wajib me­ngusut kasus ini hingga tuntas.

“Iya dong mengancam. Per­tama kalau itu random (asal), itu akibat dua hal. Dia mabuk atau ma­rah. Seperti di Colorado atau di Virginia. Orang marah kepada orang lain atau lingkungannya tapi tidak berani melampiaskan, la­lu dia melampiaskan secara ran­dom. Di Indonesia ini jarang sekali, kemungkinan ini target top,” kata Adrianus.

Menurut Adrianus, penemba­kan se­perti ini perlu diusut dan po­lisi mesti menjelaskan kepa­da ma­sya­rakat hasilnya dengan melihat wak­tu, tempat, kemu­dian pro­yek­tilnya. Lalu, kira-kira siapa yang melakukan. Apa­kah itu target atau sengaja menarget tempat itu, atau hanya tembakan asal-asalan.

Dia yakin, polisi sudah mem­baca hal seperti ini. Sebab, me­nurut Adrianus, hal itu bisa dita­rik ke belakang. Kira-kira siapa yang menjadi target, lalu siapa yang menjadi pelaku. Kalau ran­dom, mengapa sasarannya halte Transjakarta atau busway.

“Saya yakin sudah dibaca po­lisi, sudah dicari sebaran tem­ba­kannya untuk menentukan apa­kah itu target top atau random. Ke­mudian kira-kira bisa masuk apa motifnya, apa modusnya dan siapa pelakunya,” tuturnya.

Sedangkan pengamat intelijen Wawan Purwanto menyarankan, perlu ada penambahan perangkat ke­amanan di tempat-tempat pub­lik seperti itu.

“Ini sebuah teror untuk me­nakuti masyarakat. Pemerintah ha­rus tanggap karena bus Tran­sja­karta ini simbol Jakarta, upaya untuk mengatasi kemacetan di di ibukota,” katanya.

Menurut Wawan, seperti aksi-aksi teror lainnya, aksi penem­ba­kan terhadap halte Transja­karta ini memiliki tujuan terten­tu. Na­mun, dia tak bisa me­mas­tikan apa mak­sud aksi tersebut dan siapa pela­kunya.

“Kita tak bi­sa menu­duh ini dari mana, siapa pe­laku­nya. Harus diselidiki,” ujarnya.

Wawan menegaskan, peme­rin­tah harus meningkatkan pe­nga­ma­nan terhadap tempat-tempat pub­lik. Perlu pemasa­ngan CCTV dan petugas keama­nan di­tingkatkan.

“Penembakan di halte Trans­jakarta adalah sebuah teror ter­hadap kota Jakarta. Penga­ma­nan wajib ditingkatkan,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Sabtu ma­lam (4/8), penembakan dengan tar­get halte bus Transjakarta kem­bali terjadi. Tidak hanya satu, teta­pi ada empat halte di Jl MT Haryono yang ditembaki pe­laku, yak­ni halte Tebet BKPM, Ca­wang Ciliwung, stasiun Ca­wang dan Cawang Otista yang saling berdekatan.

Akibat kejadian ini, Badan Layanan Umum (BLU) Trans­jakarta mengaku menga­lami ke­rugian sekitar Rp 20 juta.

“Kami masih menghitung ke­ru­giannya, namun diperkirakan men­capai Rp 20 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam pe­ris­tiwa tersebut,” kata Kepala BLU Trans­jakarta M Akbar.

Akbar menyebutkan, kerugian yang diderita masing-masing hal­te, yakni satu sampai tiga lem­bar kaca pecah. Namun, lan­jutnya, peristiwa pe­nem­bakan tersebut tidak sampai meng­ganggu ope­rasional bus Trans­jakarta Koridor IX (Pinang Ran­ti-Pluit). Meski peristiwa itu su­dah membuat ke­nyamanan pe­numpang berku­rang.

Halte Mesti Dipasang CCTV

Halte busway berkali-kali menjadi sasaran penembakan orang yang tidak bertanggung jawab. Polisi pun akan mem­perketat penjagaan di halte-hal­te bus Transjakarta agar keja­dian yang sama tidak terulang kembali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto me­nga­takan, pihaknya akan ber­koor­dinasi dengan pengamanan bus­way untuk memperketat pen­jagaan. “Kita juga minta ma­s­yarakat sekitar untuk mela­por­kan bila mengetahui adanya pe­rusakan,” tuturnya, kemarin.

Rikwanto meminta agar pe­ngelola bus Transjakarta mema­sang kamera CCTV di se­luruh halte. Keberadaan CCTV ini sa­ngat penting untuk mem­ban­tu polisi menyelidiki bila terjadi tin­dak kriminalitas ataupun pe­nembakan ini terulang kembali.

Dikatakan, pi­hak­nya masih mendalami dan me­ne­lu­suri pelaku serta motif pe­nem­bakan. Tak hanya itu, po­lisi juga mene­mukan bebera­pa kecuriga­an, namun belum bisa dipastikan.

“Masih pendalaman. Motif juga belum diketahui, apakah ada aksi balas dendam atau ha­nya iseng. Ada yang menga­ta­kan pelaku naik mobil pick up. Ada juga yang bilang mini bus dan ada yang bilang sedan. Ka­mi masih da­lami lagi di lapa­ngan,” ucapnya.

Sejauh ini, penyidik telah me­meriksa sejumlah saksi yang berada di lapangan. Rikwanto mengimbau, jika ada warga yang menge­tahui atau melihat kejadian ter­sebut, agar dapat memberikan ketera­ngan dan menjadi saksi agar tidak kejad­ian serupa tidak terulang.

Di hari yang sama, lanjutnya, sudah terjadi tiga kali penem­bakan halte di sepanjang Jl MT Haryono. Dari tiga kejadian itu, dua penembakan diduga dila­kukan orang yang sama.

“Penembakan beberapa halte ini menyebabkan kaca-kaca di halte busway retak dan pecah. Ditemukan satu buah gotri untuk peluru senapan angin atau airsoft gun, yang diduga dipakai dalam penembakan,” sambungnya.

Ber­dasar keterangan anggota Sat­pam yang melihat kejadian itu, menurut Rokwanto, pelaku menggunakan sedan silver. Na­mun, nomor polisi ken­daraan itu belum diketahui. “Da­ri hasil retakan kaca kita duga meng­gunakan senjata yang sama dan senjatanya di­duga ilegal,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Janji Anas Mengawal RUU Keistimewaan Jogja Disambut Baik Sri Sultan
Tiga Poin yang Disampaikan Anas Demokrat ke Sri Sultan
Awas, Makanan & Minuman Nggak Layak Konsumsi Beredar Di Pasaran
Geng Balap Liar Motor Mestinya Dibubarin Aja
Wuih, Jakarta Jadi Supermarket Bencana Kebakaran Dan Macet


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Emma Stone, Tidak Mau Terpantau Social Media

Jika kebanyakan selebriti Hollywood menggunakan sosial media agar lebih de ...

 

Nikita Mirzani, Dimaafkan, Pake Jeans Robek di Pengadilan

Nikita Mirzani memenuhi panggilan Komisi Yudisial (KY) terkait pakaiannya ...

 

Kalina Oktarani, Sayang Tapi Ogah Rujuk

Sejak bercerai pada awal 2013, Deddy Corbuzier dan Kalina Oktarani tetap m ...

 

Tak Bisa Tidur, Gara-gara Anak Mau Dibawa Ke Amerika

Anne dan Hanusz bikin perjanjian di KPAI. Seribut apapun tetap mempriorita ...

 

Miranda Kerr, Sukses Move On Dari Perceraian

Perpisahan tentunya mem­buat pasangan sedikit ter­tekan. Begitu pun yang ...

 

Emma Watson, Menyesal Gagal Kumpul Kebo

Suasana hati Emma Watson sedang tidak bagus. Sebab, jali­nan asmaranya de ...





Berita Populer

Wajah Buruk NTT Akibat Kegagalan Penegakan Hukum
Terlilit Utang Rentenir, Ibu Ini Nekad Curi Perhiasan Emas
Kakek 90 Tahun Nyaris Tewas Terbakar