Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

WAWANCARA
Mahfud MD: KPK-Polri Duduk Bareng Dulu, Kasihan Nanti Yang Kalah...
Kamis, 09 Agustus 2012 , 11:15:00 WIB

MAHFUD MD
  

RMOL. Pertikaian KPK dan Polri terkait kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM  hendaknya tidak sampai ke persidangan Mahkamah Konstitusi (MK).

’’Menyamakan tafsir saja du­lu. Duduk bareng dulu dan sa­makan persepsi untuk tujuan yang lebih baik. Saya kira itu le­bih bagus daripada dibawa ke persidangan MK. Kasihan nanti yang kalah,” kata Ketua MK, Mah­fud MD, kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Memang, lanjutnya, sudah ma­suk ke MK soal permohonan uji materi UU KPK. Tapi itu bisa saja dicabut jika sudah ada kesepa­ha­man kedua belah pihak.

“Permohonan ini masih bisa di­tarik kok, tinggal pertemukan taf­sir saja. Itu  langkah lebih solu­tif,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa penilaian Anda menge­nai kasus dugaan korupsi simu­lator SIM ?

Waduh, puasa-puasa begini ngomentari kasus, puasa dulu deh. Kalaupun komentar menge­nai puasa saja.


Kenapa?

Ya. Puasa ada baiknya banyak ibadah, mendengarkan dan men­jalankan hal-hal yang baik.


Bagaimana mengenai per­mo­ho­nan uji materi itu?

Itu sih terserah kepada pemo­hon saja. Mau menarik atau mau meneruskan.


Apa MK  melayani?

Posisi MK kan sifatnya pasif, yak­ni menunggu aduan saja.  Ta­pi saya sarankan diselesaikan se­ca­ra bersama-sama. Antara pim­pi­nan Polri dan pimpinan KPK. Ke­mu­dian disepakati bagaimana so­lu­sinya, gitu saja. Yang penting niat­nya sama bahwa korupsi itu ha­rus diberantas tanpa pandang bulu.

Tapi kan permohonannya sudah masuk MK?

Memang permohonan uji ma­teri UU KPK telah masuk ke MK. Hanya saja belum bisa dipastikan apakah kasus itu akan diproses. Tergantung dari situasi yang ter­jadi ke depan. Ingat ya,  yang meng­ajukan ini bisa meminta untuk ditarik.

Tapi selama permohonan ini tidak ditarik, kita akan proses. Saya tetap bicara kepada Polri dan KPK untuk duduk bersama baik-baik.


Tampaknya MK nggak mau menangani kasus ini ya?

Bukan begitu. Kalau berperka­ra ke MK, ya pasti kami putus. Ten­­tu ada yang menang dan ka­lah. itu kan tidak bagus.

Padahal, masalah ini hanya soal menyamakan tafsir saja, ter­hadap tafsir yang sebenarnya su­dah jelas. Ya, tinggal menyama­kan saja di antara mereka, itu pas­ti mudah.


Maksudnya?

Perlu diketahui, tak semua seng­­keta atau perkara harus diba­wa ke pengadilan MK. Termasuk ma­salah kewenangan penyidikan ka­sus dugaan korupsi simulator SIM di Korlantas.


Harusnya bagaimana?

Keadilan restoratif adalah salah satu yang bisa menjadi solusi, yak­ni suatu keadilan dalam pene­gakan hukum di luar pengadilan melalui kompromi-kompromi yang sehat, dan saling mema­hami.


Bagaimana kalau itu sulit ditempuh?

Pasti bisa, itu mudah kok. Putu­san pengadilan melalui palu ha­kim itu sebaiknya dijadikan jalan terakhir. Tetapi kalau itu terpaksa juga, tentu itu kami periksa dan kami putus.

Apa berat memutus perkara ini?

Nggak., Itu kan masalah sepele saja, masalah kecil, banyak yang lebih berat dari itu. Cuma kasihan pada yang kalah nanti. Kalau MK su­dah punya etik, standar pro­se­dur  sendiri. Kalau sudah palu di­ketuk, ini menang, dan  ini ka­lah, kan nggak enak. Lebih baik di­bicarakan saja, toh pem­be­ran­ta­san korupsi bisa dilakukan ber­sa­ma-sama. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Jusuf Kalla: Kampanye Di Tempat Ibadah Melanggar Aturan & Kesucian
Ma’ruf Amin: Budha Di Sini Tetap Aman, Rohingya Tak Terkait Agama
Triyatno: Pesimis Dapat Bonus, Uang Saku Cair Usai Pertandingan
Misbakhun: Saya Mau Mengadu Ke PBB Agar Stop Rekayasa Hukum
M Jasin: Kalau Dulu Gampang Korupsi, Sekarang Langsung Dijewer


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Tessy “Srimulat”, Setelah Diciduk Polisi Minum Pembersih Toilet

Pelawak Srimulat Kabul Basuki alias Tessy ditangkap di Bekasi Utara, Kamis ...

 

Jessica Mila, Sinyal Oke Buat Kaesang

Belum bicara cinta karena Mila baru lihat foto, belum ketemu langsung. Ia ...

 

Keira Knightley, Lagi Pesta Prom Cium Teman Cewek

Setiap orang memiliki kisah unik dalam hidup. Termasuk Keira Knightley yan ...

 

Shandy Aulia, Ciumannya Dipuji Lawan Main

Shandy Aulia kini bukan sosok remaja yang dikenal lewat film Eiffel I’m ...

 

Anne Hathaway, Tolak Jabat Tangan Wartawan Dibilang Takut Kena Ebola

Anne Hathaway, Tolak Jabat Tangan Wartawan Dibilang Takut Kena Ebola Repor ...

 

Ben & Chacha Sebaiknya Jangan Korbankan Anak

25 November, penentuan Ben atau Marshanda yang mendapat hak asuh Sienna. K ...





Berita Populer

Demo Petani Sambut Kedatangn Jokowi di Medan
Cari Keadilan, Himad Purelang Akan Datangi Tujuh Kementerian
Mensos: Penanganan Korban Sinabung Dilakukan Segera