Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Beruntung Kepala Sekolah Larang Marahi Murid yang Datang Telat
Sabtu, 15 September 2012 , 18:42:00 WIB
Laporan: Sopyan Munawar

RMOL
  

RMOL. Tak ada jembatan penghubung karena ambruk, siswa yang hendak bersekolah di Garut harus terjun ke sungai. Selain menempuh perjalanan sepanjang lima kilo meter, mereka juga harus kedinginan karena sebagian seragam mereka basah.

Matahari masih malu-malu menampakan diri. Tapi di rumah pasangan suami istri Wawan dan Ai di Kampung Padengdeng, Jatisari, Cisompet, Garut sudah terlihat ada kesibukan. Ai tengah mempersiapkan Ade Fikri, anaknya, untuk berangkat sekolah. Mulai dari buku dan baju diperiksa Ai dengan telaten. Maklum, perjalanan menuju sekolah anaknya butuh perjuangan.

Ade Fikri harus basah kuyup berenang karena jembatan yang biasa dia gunakan ambruk lima hari lalu. Dia juga harus berjalan kaki sepanjang lima kilo meter untuk dapat menimba ilmu.

Bukan hanya Ade Fikri yang harus terjun ke sungai untuk menyebrang menuju sekolah. Siswa lainnya pun harus melepas sepatu dan mengangkat tas sekolah agar buku pelajarannya tak basah saat tiba di sekolah.

Dengan cara memilih air yang dangkal dan bebatuan yang tinggi supaya celananya tak ikut basah kuyup, Ade Fikri dan temanya harus saling membatu berpegangan tangan ketika menyebrangi sungai. Hal ini dilakukan, agar mereka tak terpeleset dan tak tercebur ke tempat yang dalam.

Perjuangan para siswa tak sampai di situ. Mereka harus cepat memasang sepatu kembali untuk meneruskan perjalanan ke sekolahnya. Dengan medan yang menanjak dan bebatuan, meraka tak patah semangat untuk tiba di sekolah.

Namun sayang, saat tiba disekolah di SDN Jatisari IV, buku tulis Ade Fikri yang menjadi buku pokok untuk menulis pelajaran basah karena tercebur ke sungai. Ade Fikri mengaku, terpaksa harus terjun ke sungai karena jembatan yang biasa digunakan untuk menyebrang ke sekolah ambruk karena lapuk dimakan usia.

Selain harus berjalan kaki sepanjang lima kilo meter untuk meneruskan perjalanan ke sekolah, dia pun kerap kedinginan saat belajar karena sebagian seragamnya basah. Bukan hanya dirinya, Ali, kakak kelas Ade Fikri mengalami hal serupa. Selain celananya harus basah kuyup, ia pun bertanggungjawab membantu adik kelasnya saat menyebrang sungai.

Kepala sekolah SDN Jatisari IV Ai Komara mengaku, beruntung kali ini debit air sungai sedang turun. Jika musim hujan tiba, ratusan siswa di sebrang tak akan bisa ke sekolah karena jembatan Padengdeng ambruk.

Ia mengimbau kepada guru agar tak memarahi siswa yang datang kesiangan. Pasalnya, letak geografis menuju sekolah dari rumah masing-masing siswa sangat jauh dan butuh waktu yang lama.

Jembatan gantung Pedengdeng sepanjang lima puluh meter merupakan alat penghubung satu-satunya di dua desa dan dua kecamatan di pelosok Cisompet Garut. Masing-masing desa yang kini terancam terisolir adalah Desa Cisangkal Kecamatan Cihurip dan Desa Jatisari Kecamatan Cisompet.

Selain siswa, ratusan jiwa yang ada di dua desa tersebut berharap agar pemerintah segera membangun jembatan baru sebelum musim hujan. Pasalnya, jika hujan turun, sungai Cisangiri tak bisa dilalui.[dem]


Baca juga:
200 TK di Tangsel Tidak Kantongi Ijin
Kandidat Rektor UI Masuki Masa Kampanye Cyber
MOBIL PINTAR
Jayapura Butuh 3.000 Tenaga Guru
Baru Lima Figur Mendaftar Calon Rektor UI


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Kok Ludwig Baru Ngeh Tak Pernah Nikahi Jessica

Baru ngeh setelah mendenger berita infotainment. Akta perkawinan palsu jad ...

 

Tyas Mirasih, Tinggal Pelawak & Bule Yang Belum Dipacari

Tyas Mirasih kembali gagal membina asmara setelah putus dari pesepakbola S ...

 

Kim Kardashian, Bugil Demi Uang Dan Popularitas?

Kim Kardashian mengheboh­kan dunia hiburan dengan melakukan pemotretan bu ...

 

Lita, Kembali Ke Jalur Gulat

Setelah tujuh tahun meninggalkan ring Smack Down, kini kekasih bintang gul ...

 

Sandra Dewi, Dukung Ahok Karena Sekampung

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. ...

 

Aida Dipukuli Suami Karena Terlalu Mudah Minta Cerai

Rindra mengklaim justru Aida yang hendak bakar kamar sendiri. Katanya sih ...





Berita Populer

Pangdam Jaya: Penguasaan Asing Sudah Lampu Kuning
Ceu Popong: Hapus SMP, Bupati Purwakarta Cerdas!
Astrowisata Situs Megalit Gunung Padang, Berwisata Sambil Santai Belajar Sains