Hanura

KONI Minta Ketegasan Menpora Soal PON Remaja 2017

 MINGGU, 13 NOVEMBER 2016 , 22:26:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

KONI Minta Ketegasan Menpora Soal PON Remaja 2017

Net

RMOL. Meski peluang untuk menggelar Pekan Olah Raga Nasional (PON) Remaja 2017 cukup tipis, namun Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) belum menyerah begitu saja.
KONI akan menemui Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi supaya rekomendasi pelaksanaan PON Remaja di Jawa Tengah bisa dikeluarkan. Upaya KONI itu juga disepakati pengurus induk cabang olah raga (PB/PP) di Indonesia saat menggelar rapat koordinasi bersama di Jakarta, Jumat lalu (11/11) yang juga dihadiri Ketua KONI Jawa Tengah Hartono.

"Dari pertemuan ini, semua sepakat agar pemerintah tidak membatalkan PON Remaja karena ini menyangkut pembinaan prestasi usia dini dalam rangka persiapan ke multi event. Kalau dibatalkan kemungkinan prestasi kita akan mundur sepuluh tahun," ujar Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dalam keterangannya, Minggu (13/11).

Menurut Tono, dalam waktu dekat pihaknya akan menghadap Menpora guna menyampaikan keluhan dan saran dari PB/PP dan KONI Provinsi. Jika alasan Kemenpora pembatalan PON Remaja karena hampir berbarengan dengan Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) maka waktunya bisa dijadwal ulang.

"Kami akan menghadap Menpora untuk minta keputusan. Tapi yang jelas, keputusan seluruh PB/PP adalah PON Remaja tetap harus dijalankan. Jangan sesuatu yang sudah ada dimatikan. Tentu disayangkan karena kami memulainya dengan jerih payah," bebernya.

Sebenarnya ada wilayah lain yang bersedia menjadi tuan rumah PON Remaja 2017 untuk menggantikan Jawa Tengah jika tidak bersedia. Namun, hal itu bukan solusi tepat untuk diputuskan saat ini.

"Beberapa provinsi siap, ada dari wilayah barat dan timur. Persoalannya sekarang bukan pindah ke provinsi lain. Kenapa tetap Jateng, karena mereka sudah mempersiapkan sejak tiga tahun lalu. Kemudian mereka sudah membangun infrastruktur," papar Tono.

Mengenai anggaran, apabila Pemprov Jateng tidak siap maka akan dibantu daerah lain lewat APBD. Mengacu pada PON Remaja I di Jawa Timur tahun 2014 lalu, saat itu Pemprov Jatim mendanai Rp 29 miliar lalu ditambah Rp 10 miliar dari Kemenpora.

"Kami juga akan memohon waktu kepada Pak Ganjar (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) untuk bertemu. Mudah-mudahan ada peluang dari Pak Ganjar, harapan kami begitu. KONI provinsi lain nanti melalui pemda juga akan bantu dari APBD," jelas Tono.

Ketua KONI Jateng Hartono menambahkan bahwa sejatinya pihaknya sudah siap menjadi tuan rumah PON Remaja 2017, dan sekarang tinggal menunggu arahan dari KONI Pusat.

"Kami juga memikirkan bagaimana mendanainya. Saya sudah ke sponsor tapi tidak mudah meyakinkan mereka," ujarnya.

Sejauh ini, KONI Jateng masih bertanya-tanya atas kepastian penyelenggaraan PON Remaja 2017. Di sisi lain, Pemprov Jateng sudah mengirim surat meminta ketegasan Menpora namun belum juga ada kabar baik. [wah]


Komentar Pembaca
TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Unifikasi Dua Korea Bisa Segera Terjadi

Unifikasi Dua Korea Bisa Segera Terjadi

, 22 FEBRUARI 2018 , 11:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00