Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Ota Lapau, 'Diskusi' Warung Hik, Biaya STNK, Dan Pilpres

Nusantara  MINGGU, 08 JANUARI 2017 , 07:27:00 WIB | OLEH: HENDRA J KEDE

<i>Ota Lapau, 'Diskusi' Warung Hik, Biaya STNK, Dan Pilpres</i>

Ilustrasi/Net

DI daerah Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya dikenal istilah Warung Hik, yaitu warung yang pada dasarnya hanya menjual minuman, jualan lainnya pelengkap saja. Untung rugi penjualan hanya dilihat dari jumlah kilogram gula yang habis pada malam itu untuk membuat minuman.
Warungnya di pinggir jalan, pakai tenda, nasi kucing (sebutan untuk nasi yang bungkus kecil-kecil teman minum) dan gerobak uniknya, banyak juga yang menyediakan tikar untuk lesehahan bagi pelanggan. Anehnya, semua kalangan menyukai hik.

Warung Hik ini tidak ubahnya Lapau di Sumatera Barat, warung biasa dengan ciri khas tempat nongkrong Bapak-Bapak di pagi atau malam hari, biasanya sambil ngopi dan main domino (bukan judi).

Di samping tempat minum santai, Lapau dan Warung Hik juga tempat masyarakat berinteraksi, bersosialisasi, dan saling berbagi informasi, kegelisahan, bahkan kemarahan dan juga dendam dalam bentuk berbincang santai tanpa beban. Semua dinamika yang berkembang di tengah masyarakat, dari urusan negara sampai urusan nagari (desa), dibincangkan sesuai pisau dan daya analisis masing-masing.

Bahkan ada yang mengatakan di Lapaulah tempat masyarakat Minang 'mendiskusikan' semua hal substantif mengenai permasalahan dan fenomena apapun menyangkut hidup dan masyarakat. Dan di Lapaulah semua kaba (baca : kabar) dikabarkan. Fenomena ini nampaknya ditangkap dan diolah dengan cukup menarik pengusaha restoran di Jakarta, banyak diskusi serius sekarang dilakukan di warung-warung modern.

Jika kita ingin mengetahui topik yang sangat hangat dan menjadi perhatian utama bahkan sampai kegelisahan berjamah publik, maka pindahlah dari satu Lapau ke Lapau lain, dari satu Warung Hik ke Warung Hik lain untuk beberapa hari dan dengarkan apa yang diperbincangkan di Lapau dan Warung Hik tersebut.

Jika topiknya sama maka itulah fokus perhatian hampir seluruh warga negeri itu, jika kegelisahannya sama maka itulah kegelisahan berjamaah masyarakat, jika topik itu bernada kemarahan maka itulah kemarahan sesunghuhnya masyarakat, dan yang lebih parah, jika perbincangan itu bernuansa permusuhan dan dendam maka itulah permusuhan dan dendam yang sulit dibendung. Dan begitu juga sebaliknya.

Sebagai Ketua Mapilu-PWI Pusat selama 10 tahun, saya dulu sering iseng mencari tahu bagaimana ruh sebuah pemilu ditengah masyarakat melalui _ota_ (perbincangan ringan) di Lapau, Hik, dan semacamnya. Hampir tidak pernah berseberangan hasil pemilu di suatu wilayah dengan topik _ota_ Lapau, topik 'diskusi' Hik, dan 'diskusi' semacamnya di daerah lain.

Beberapa hari ini saya pindah dari satu Warung Hik ke Warung Hik lain di daerah Wonogiri deket Solo, bersilaturrahmi dengan beberapa teman Hik Mania (istilah untuk pencinta Hik), berWA dan berSMS ria dengan beberapa teman di daerah Jogja, Solo, Klaten, Semarang, Sumatera Barat, dan beberapa teman di provinsi lain sekedar bertanya topik 'diskusi' Hik Mania dan topik _ota_ (perbincangan ringan) di Lapau-lapau.

Terkejut, luar biasa terkejut, bahkan merinding saya mendengar dan mengetahui topik perbincangan dan nuansa perbincangan mereka.

Topiknya seragam dan hampir sama, yaitu seputar  biaya pengurusan STNK dan BPKB sepeda motor yang naik fantastis. Nada bicara dan suasananya bukan saja marah tapi penuh permusuhan dan dendam amarah..... Permusuhan dan dendam marah yang  dikait-kaitkan dengan Pilpres 2014....*

Intuisi saya mengatakan, jika Pilpres dilaksanakan saat ini, permusuhan dan dendam amarah itu akan berujung pada tumbangnya pemerintahan.

Intuisi saya juga mengatakan, permusuhan dan dendam amarah yang ditimbulkan urusan pengurusan STNK sepeda motor ini akan sampai di  Pilpre2019 nanti......

Permusuhan dan dendam amarah masyarakat yang terwakili dalam _ota_ Lapau dan Warung Hik yang melihat sepeda motor adalah ruh hidup dan penghidupan mereka.[***]


*Penulis adalah wartawan senior, pemerhati kearifan lokal, tinggal di Wonogiri
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Prabowo Puji Mahasiswa UBK

Prabowo Puji Mahasiswa UBK

, 18 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

, 18 AGUSTUS 2017 , 19:00:00

Foto Bersama Presiden

Foto Bersama Presiden

, 17 AGUSTUS 2017 , 02:21:00

HUT RI DI Pyongyang

HUT RI DI Pyongyang

, 17 AGUSTUS 2017 , 10:57:00

Cium Merah Putih Dengan Khidmat

Cium Merah Putih Dengan Khidmat

, 17 AGUSTUS 2017 , 22:30:00