Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
verified RMOL Dewan Pers

Mensos: Kemiskinan Harus Diputus Melalui Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Nusantara  SENIN, 09 JANUARI 2017 , 19:28:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Mensos: Kemiskinan Harus Diputus Melalui Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Khofifah/Net

RMOL. Pemerintah terus berupaya memutus mata rantai kemiskinan agar tidak turun temurun. Salah satunya dengan pemberdayaan ekonomi dari keluarga kurang mampu.
"Memutus mata rantai kemiskinan diperlukan agar tidak diturunkan. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi dari keluarga tidak mampu," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat peluncuran Layanan e-warong KUBE-PKH, Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS) di kantor wali kota Depok, Senin (9/1).

Dia menjelaskan, dari hasil berbagai pertemuan dan diskusi pemberdayaan ekonomi secara signifikan bagi mayarakat kurang mampu dilakukan melalui format electronic warung gotong royong atau e-warong.

"Jadi di e-warong itulah menjadi tempat, di mana penerima bisa mengkonversikan dari subsidi menjadi bantuan pangan," kata Khofifah. 

Penerima raskin harus menebus Rp 1.600 per kilogram, tetapi dengan bantuan pangan dikonversikan. Misalnya ada harga eceran tertinggi (HET) beras medium Rp 8.000 per kilogram di e-warung seluruh Indonesia, dan seharga Rp 8.900 di lokasi tertentu.

"Jadi, dengan ada HET harga-harga bisa dipantau, misalnya beras medium di e-warong Rp 7.900 dan tidak boleh melebihi Rp 8.000 ribu. Juga termasuk untuk harga gula Rp 12.500," jelas Khofifah.  

Untuk penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), setiap bulan akan mendapatkan Rp 110 ribu. Penerima bisa membelanjakan di e-warong, seperti beras 10 kilogram atau gula dua kilogram, dan sisanya Rp 16 ribu tidak akan hangus karena bisa top up bulan berikutnya diakumulasikan.

"Sisa dari membelanjakan produk dijamin tidak akan hangus, bisa diakumulasikan dan ditambah dengan topup Rp 110 pada bulan berikutnya," kata Khofifah.

Pada kasus lain, jika di daerah tertentu sedang musim panen dan penerima KKS menjadi buruh tani. Untuk sementara waktu tidak perlu beras karena bisa menabung uang dan akan diakumulasi pada top up bulan berikutnya.

"Bantuan pangan tidak bisa diuangkan, hanya bisa dikonversikan. Tetapi bantuan sosial PKH bisa dicairkan dan bisa menabung, karena dalam KKS sudah dilengkapi dengan account dan sistem e-wallet," beber Khofifah.

Namun, di e-warong tidak semua produk bisa dibeli. Sebab sudah dilengkapi dengan sistem dan hanya bisa ditransaksikan pada item-item tertentu. Misalnya, untuk membeli rokok dipastikan tidak bisa.

"Kelebihan harga di e-warong bisa lebih murah. Ini bisa terjadi karena bukan ada bantuan dari mensos, melainkan ada mekanisme dari jejaring, ada Bulog dan Himbara," terangnya.

Ditambahkan Khofifah, kemampuan e-warung menjual produk bisa lebih murah dikarenakan adanya kerja sama antar kementerian/lembaga. Juga, ada keputusan presiden terkait HET untuk produk beras dan gula, tapi untuk cabai tidak ada.

"Kelebihan lain dari KKS adalah selain menggunakan sistem e-wallet, juga penerima yang punya uang Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu bisa menabung ke dalam kartu karena memang dilengkapi dengan buku tabungan," imbuhnya. [wah]


Komentar Pembaca
Ketua PP Muhammadiyah: Ahok Menodai Agama

Ketua PP Muhammadiyah: Ahok Menodai Agama

, 21 FEBRUARI 2017 , 17:37:00

Habib Rizieq Orasi

Habib Rizieq Orasi

, 21 FEBRUARI 2017 , 15:54:00

Cawang Terendam Banjir

Cawang Terendam Banjir

, 21 FEBRUARI 2017 , 09:02:00