Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Salut, Meski Susah Kuliah Budi Tetap Peduli Rakyat

Jualan Kue Keliling Sambil Tawarkan Buku Bacaan

Nusantara  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 09:06:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Salut, Meski Susah Kuliah Budi Tetap Peduli Rakyat

Budi Rustandi/Net

RMOL. Publik media sosial ramai memperbincangkan sosok Budi Rustandi, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang menjadi penjual kue keliling sambil menyediakan buku bacaan.
Khalayak netizen ramai men­gomentari pemberitaan media dar­ing Detik.com tentang sosok Budi Rustandi.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung itu membiayai kuliahnya dengan berjualan kue keliling sambil menyediakan buku-buku bacaan. Dia biasa menjajakan dagangan berjalan kaki di wilayah Ujung Berung hingga Cibiru Hilir, Kota Bandung.

Berjualan kue keliling terpaksa Budi lakukan sejak 2010 untuk membiayai kuliah karena keluarganya tidak mampu secara ekonomi.

Yang menarik, Budi juga menye­diakan buku-buku bacaan untuk dibaca pembeli. Puluhan buku koleksi pribadinya seputar buku keagamaan, komik dan filsafat.

Budi memfungsikan salah satu pikulannya untuk membawa buku-buku, selain kue jualan. Idenya sederhana, ingin menularkan minat baca kepada masyarakat.

"Ide buat perpustakaan keliling ini sekitar empat bulan lalu. Saya ingin menularkan minat baca dan berbagi ilmu dari buku-buku yang dibawa ke masyarakat," kata Budi.

Mahasiswa semester tujuh Aqidah Filsafat UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menyediakan buku-buku bacaan karena terinspirasi kegiatan kemasyarakatan yang pernah diikuti. Dia bersama sejum­lah mahasiswa pernah membuat perpustakaan mini.

"Waktu itu saya pernah sama teman-teman (mahasiswa) bikin perpustakaan sebagai kegiatan kemasyarakatan. Tapi mendirikan perpustakaan di suatu tempat itu butuh uang banyak, biaya nyewa dan belum tentu masyarakat mau datang. Jadi Saya memilih jemput bola (perpus­takaan keliling)," ucapnya.

Budi juga menyempatkan berdis­kusi tentang buku yang dibaca pembeli dan warga. Cukup ban­yak pembeli, sesama penjual dan warga yang membaca buku-buku Budi. Bahkan sejumlah warga ada yang pinjam buku untuk dibaca di rumah.

"Ada juga masyarakat yang pin­jam, saya persilakan. Berarti minat baca masyarakat masih ada, justru itu yang saya inginkan dengan perpustakaan ini," kata Budi.

Nah, banyak netizen menyambut baik upaya Budi membangkitkan minat baca warga. Di antaranya, pengguna Twitter dengan akun @cah. zero07 menyatakan kekagumannya.

"Semangat bang! Membuka pikiran saya dan semoga juga orang lain. Semoga semakin banyak orang yang melek membaca, bukan cuma menonton dan mendengarkan. Salut, anda sudah ikut andil mencerdaskan kehidupan bangsa," tulisnya.

Akun @artjahyo mendoakan, supaya usaha Budi berjalan lancar, "Subhanallah. Mudah-mudahan dipermudah segala urusannya. Amin," doanya.

Akun @mtaufik_hidayat men­ganggap, usaha Budi dapat di­contoh oleh mahasiswa lainnya. "Hebat dan keren... Inilah maha­siswa sesungguhnya...," ujarnya.

Akun @tobing.sherly1984 ber­pendapat, sebagai anak muda, Budi selayaknya dijadikan contoh bagi anak muda lainnya, "Mental anak muda yang patut diancungi jempol."

Akun @eka_risty yang mengaku sebagai mahasiswa merasa malu karena tidak berjuang seperti Budi. "Masyaa Allah, malu gue jadi ma­hasiswa...Salut bro, semoga berkah, sehat, banyak rejeki dan terkabul cita-citanya ya Kang Budi...Salam sukses....!!!" cuitnya.

Akun @zia_ican menilai, figur Budi cocok untuk jadi duta baca. "Kerenn.. Semangat kang.. Semoga sukses dunia akhirat. Yang kayak gini pantas jadi duta baca."

Akun @jihadisdoyankimpoi menganggap sosok seperti Budi sulit ditemukan. Karena kini ban­yak mahasiswa hedon. "Mantep bro. Gengsi kesekian yang penting bisa kuliah itu mantep! Anak muda sekarang jarang kayak gini, yang ada malah habisin duit orangtu doang," cuitnya.

Akun @poerwantosaja menga­takan, seharusnya bangsa ini dip­impin oleh anak muda yang peduli masyarakat. "Lebih layak negeri ini dipimpin oleh generasi yang ber­juang dan ditempa oleh keadaan, daripada dipimpin oleh mereka yang lahir dari kondisi serba ada tanpa daya upaya. Hanya karena ijazah dan gelar saja, yang mereka banggakan tanpa jerih payah per­juangan hidup," katanya.

Kondisi minat baca bangsa Indonesia memang cukup mempri­hatinkan. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara.

Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung mem­baca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

, 23 AGUSTUS 2017 , 23:00:00

KPK Harus Diformat Ulang!

KPK Harus Diformat Ulang!

, 23 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

, 23 AGUSTUS 2017 , 17:46:00

Miniatur Masjid Al Aqsa

Miniatur Masjid Al Aqsa

, 23 AGUSTUS 2017 , 00:34:00

Sarapan Colenak

Sarapan Colenak

, 22 AGUSTUS 2017 , 10:10:00