Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

Lahan Diserobot PT Darsum, Warga Ancam Demo Besar-Besaran

Nusantara  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 12:40:00 WIB

RMOL. Warga Dusun 4 Teluk Brohol, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, mengancam akan menggelar aksi demo besar-besaran.
Langkah ini dilakukan warga untuk meminta keadilan terkait dugaan penyerobotan lahan oleh PT Darsum, sejak tahun 1 Mei 2005 lalu.

"Saya sudah coba memediasi warga, namun mereka tetap bersikukuh untuk menggelar aksi. Selain itu, mereka juga mengaku akan membawa permasalahan ini ke Polda Sumatera Utara (Poldasu)," kata Kades Besilam Ibnu Nasid, Rabu (11/1) siang seperti dimuat MedanBagus.Com.

Akibat penyerobotan lahan yang dilakukan, papar dia, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit itu membuat masyarakat sengsara. Sebab masyarakat yang memiki surat SK Camat atau surat akte desa tidak bisa mengerjakan lahan mereka.

"Itulah dia kendala di lapangan yang dirasakan warga. Asal mau masuk ke lokasi lahan, nanti ada saja yang menangkapi mereka dengan dugaan tudingan menyerobot lahan, padahal perusahaan yang melakukan penyerobotan," jelas dia diamini beberapa warga di sana.

Lanjut Ibnu, kondisi di lapangan memang aneh. Selama ini pihak PT Datsun mengklaim lahan HGU seluas 5075,88 hektar, ternyata setelah pihak BPN Langkat melakukan pengukuran, lahan yang dikuasai mereka hanya sekitar 1.030 hektar. Dengan kata lain, lebih dari 3 ribu hektar lahan tanpa status yang jelas dikuasai oleh perusahaan.

"Sama kami kemarin mengukur di lapangan. Dan ini kondisi yang terjadi di lapangan. Tapi tidak tahu kenapa perusahaan masih saja melakukan penyerobotan," paparnya.

Padahal sudah ada keputusan inkrah dari pengadilan bahwa lahan seluas ratusan hektar itu  dimenangkan warga. Tapi entah kenapa sampai saat ini belum juga
dieksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Stabat, sehingga sekitar tiga bulan lalu dibuat laporan ke Polres Langkat.

"Tapi sampai saat ini belum juga ada hasil yang memuaskan," imbuhnya.

Lebih miris lagi, masih kata Ibnu, akibat kesewenangan perusahaan, kini desa mereka mengalami kebanjiran. Sebab pihak perusahaan membuat parit dengan menjebol benteng, sehingga air langsung membanjiri desa tempat mereka menetap.

Terpisah, Kabag Humas PN Stabat Syafwanuddin saat hendak dikonfirmasi tidak berada di kantornya. Lantas redaksi mengaku via telepon selular, tapi bersangkutan mengaku tengah berada di luar kantor dan berjanji akan bertemu besok.

"Besok datang ke kantor ya, soalnya saya tidak pegang berkas dan saya sudah berada di luar," janjinya.[wid]

Komentar Pembaca
Buni Yani: Hukum Tumpul Ke Ahok

Buni Yani: Hukum Tumpul Ke Ahok

, 28 APRIL 2017 , 23:00:00

Telkomsel Diretas, Segera Bentuk BCN

Telkomsel Diretas, Segera Bentuk BCN

, 28 APRIL 2017 , 21:00:00

AHY <i>The Next Leader</i>

AHY The Next Leader

, 28 APRIL 2017 , 09:08:00

Sertijab Enam Kapolda

Sertijab Enam Kapolda

, 28 APRIL 2017 , 08:57:00

Aksi Kubur Diri Di Istana

Aksi Kubur Diri Di Istana

, 28 APRIL 2017 , 07:59:00