Hanura

Marak PHK Sepihak, Toyota Grup Dipimpin Orang Tidak Bertanggung Jawab

 SABTU, 18 MARET 2017 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Marak PHK Sepihak, Toyota Grup Dipimpin Orang Tidak Bertanggung Jawab

Net

RMOL. Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK marak terjadi di sejumlah anak perusahaan PT Toyota. Salah satunya terjadi di PT Plaza Auto Prima.
PT Plaza Auto Prima yang merupakan cabang dari Plaza Toyota itu melakukan PHK sepihak, tanpa alasan yang jelas, dan tidak diberikan hak karyawannya.

Sebanyak tujuh karyawan PT Plaza Auto Prima yang beralamat di Jalan Panjang Nomor 25, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat di-PHK tanpa adanya pesangon yang mereka terima. Hal tersebut diduga dilakukan oleh Kepala PT Plaza Auto Prima, Ferdy Purnama yang baru menjabat di perusahaan tersebut.

Salah seorang karyawan PT Plaza Auto Prima yang menjadi korban PHK adalah Henny Poernadi. Dia sudah bekerja di perusahaan itu sejak 18 April 2011. Menurut Heny, dirinya di-PHK dengan alasan target tidak tercapai.

"Saya di-PHK karena tidak capai target. Saya bekerja di perusahaan itu sejak 18 April 2011," kata Henny, Sabtu (18/3).

Selama bekerja di perusahaan itu, menurut dia, tidak ada Perjanjian Kerja (PK), Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dapat menjelaskan alasan pihak perusahaan melakukan PHK terhadapnya.

Sejak dia masuk di perusahaan tersebut, sudah tiga kali pergantian kepala cabang di  PT Plaza Auto Prima. Menurut dia, Ferdi Purnama menjabat pada bulan Maret 2016 di perusahaan tersebut.

Enam karyawan lainnya, lanjut dia, diminta oleh kepala cabang PT Plaza Auto Prima untuk mengundurkan diri. Ke enam karyawan yang menjadi rekannya tersebut diduga mematuhi perintah pimpinannya untuk mengundurkan diri.

"Sejak saya kerja sudah mengalami tiga kali ganti kepala cabang tempat saya bekerja. Saat saya di PHK, ada enam teman kantor saya yang diminta mengundurkan diri dan mereka semua patuh," kata Henny.

Sebelumnya, Henny sempat menanyakan hak-haknya kepada pihak perusahaan setelah ia menerima surat PHK. Namun, perusahaan mengatakan tidak ada sepeser pun yang akan diberikan kepadanya.

"Atasan saya yang mem-PHK saya bilang tidak ada kompensasi apapun untuk saya," lanjutnya.

Menurutnya, perusahaan tempat ia bekerja tersebut melakukan PHK kepadanya karena ia menolak untuk mengundurkan diri. Sebelum di PHK, Henny sempat mendapatkan Surat Peringatan (SP) sebanyak tiga kali.

Selang waktu dari SP satu hingga SP tiga yang ia terima tidak beraturan. SP satu dan SP dua yang ia terima merupakan terguran atas target yang tidak tercapai. Sementara itu, SP tiga yang diberikan oleh perusahaan kepadanya merupakan teguran target yang tidak tercapai dan mengenai absensinya.

Alasan tersebut diduga hanyalah akal-akalan perusahaan untuk melakukan PHK kepadanya. Menurutnya, ia selalu ijin lewat grup What'sapp Messenger yang diakui oleh perusahaan.

"Yang dapat PHK cuma saya. Karena saya tidak bersedia mengundurkan diri seperti teman-teman saya yang lainnya.  SP1 dan SP2 mengenai target, SP3 mengenai target dan absensi. Pas tidak masuk ya izin, kami ada grup di WA untuk izin dan lain-lain," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengkonfirmasi pihak PT. Toyota Grup. [wah]


Komentar Pembaca
Haul Bung Karno Di Blitar Sudah Dipolitisasi
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00

Kebersamaan Di Hari Raya

Kebersamaan Di Hari Raya

, 15 JUNI 2018 , 08:43:00