Hanura

TNI Gelar Investigasi Insiden Meriam Giant Bow

 RABU, 17 MEI 2017 , 22:40:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

RMOL. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan investigasi mendalam terkait ganguan pada salah satu pucuk Meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1/K. Gangguan yang menyebabkan empat personil TNI AD meninggal dan delapan lainnya harus mendapat perawatan intensif.
Menurut Alfret, insiden yang menewaskan empat personil itu terjadi dalam latihan pendahuluan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu siang (17/5).

Salah satu pucuk Meriam Giant Bow yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi, sehingga tidak dapat dikendalikan, kemudian mengenai prajurit.

"Saat ini pihak TNI sedang melakukan investigasi mendalam tentang kejadian tersebut. Latihan PPRC puncaknya rencananya akan dilaksanakan hari Jumat 19 Mei 2017," jelas Alfret saat dikonfirmasi.

Dia menambahkan, pimpinan TNI AD menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya empat prajurit terbaik dalam kecelakaan saat latihan. Para korban tewas telah dibawa ke rumah duka masing-masing, sedangkan korban luka dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Latihan PPRC sendiri merupakan latihan gladi ke dua. Acara puncak akan diselenggarakan pada 19 Mei mendatang. Latihan diikuti gabungan tiga matra dari angkatan darat, laut, dan udara. [wah]


Komentar Pembaca
25 Hal Tentang Menteri Amran

25 Hal Tentang Menteri Amran

, 19 APRIL 2018 , 17:00:00

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

, 19 APRIL 2018 , 11:00:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00