Hanura

Ratusan Dosen Gelar Aksi 1805 Di Istana

 KAMIS, 18 MEI 2017 , 08:53:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Sebanyak 800 dosen akan menggelar Aksi 1805 di Istana Negara pada hari ini, Kamis (18/5).
Aksi para dosen dan tenaga kependidikan dari Ikatan Lintas Pegawai (ILP) Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) akan mulai berjalan kaki dari Monas ke Istana Negara pada pukul 09.00.

Dijelaskan Korlap Aksi 1805 Etik Sutoto jumlah demonstran yang hadir memang tidak sesuai target 1000 peserta. Hal ini lantaran sejumlah kendala, seperti dana yang minim dan izin dari institusi yang menanungi peserta.

"Target 1000 dosen memang tidak bisa terpenuhi karena kami kekurangan dana dan tidak didukung institusi di mana dosen itu mengabdi," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/5).

Setidaknya ada tiga tuntutan yang ingin disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi dalam aksi ini. Pertama, mendesak pemerintah menyelesaikan masalah peralihan status pegawai 35 PTNB dengan diangkat langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil (PTNB).

Perpres No. 10/2016 tentang Dosen dan Tenaga Kependidikan yang mengamanatkan penyelesaian masalah PTNB paling lambat satu tahun sejak diterbitkan tanggal 1 Februari 2016 dengan sendirinya bersifat kadaluwarsa, karena hingga saat ini, masalah SDM PTNB belum juga terselesaikan. Sehingga diperlukan Peraturan Perundangan yang baru agar pegawai PTNB dapat diangkat menjadi PNS secara langsung.

Kedua, mendesak pemerintah mencabut Permenristekdikti No. 38/2016 yang menyebutkan bahwa pegawai PTNB dapat diangkat menjadi PPPK dengan perjanjian kerja untuk jangka waktu paling lama empa tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan berdasarkan penilaian kinerja setiap tahunnya.

Dalam hal ini status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dinilai tidak berkeadilan, jika harus dikontrak setiap 4 tahun.

Ketiga, mendesak pemerintah mengevaluasi penegerian PTNB jika masalah SDM tidak dapat diselesaikan.

"Mudah-mudahan aksi ini bisa membuka mata pemerintah. Kami tidak pernah minta dinegerikan, tapi pemerintah yang menegerikan. Kalau kami sekarang diterlantarkan, di mana pertanggungjawaban pemerintah," pungkas Etik. [ian]

Komentar Pembaca
TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Unifikasi Dua Korea Bisa Segera Terjadi

Unifikasi Dua Korea Bisa Segera Terjadi

, 22 FEBRUARI 2018 , 11:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00