Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
Ramadhan

Dari Kampungnya Jokowi, Nasib Pedagang Kaki Lima Kembali Disuarakan

Nusantara  KAMIS, 18 MEI 2017 , 18:11:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

RMOL. Penderitaan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama masa pemerintahan Presiden Jokowi tidak mendapat perhatian serius kembali disuarakan. Kali ini suara itu dikumandangkan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) dari Tanah Kelahiran Presiden Jokowi, Solo.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun menyampaikan, dipilihnya Kawasan Wisata Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah, sebagai lokasi pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus dan Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Periode 2017-2022 Kabinet Revolusi Kaki Lima Indonesia, dikarenakan Solo adalah tempat kelahiran Presiden Jokowi, yang dikenal juga sebagai tempatnya para PKL menabuh harapan hingga putra daerahnya kini menjadi Presiden Republik Indonesia.

"Kenapa harus di Solo? Jokowi lahir, besar, menjadi Gubernur dan terpilih jadi Presiden RI berangkat dari lapak PKL. Oleh karena itu, sebagai pribadi, selaku Ketua Umum dan Warga Negara RI, saya ingin menyampaikan pesan kepada Jokowi untuk ingat kembali bahwa perjalanannya hingga jadi Presiden berangkat dari lapak PKL di Solo Jawa Tengah,” ujar Ali Mahsud, dalam keterangan persnya, Kamis (18/5).

Karena itu, lanjut dia, Jokowi harus melindungi PKL. Dia juga meminta dengan hormat Presiden RI secepat-cepatnya mengeluarkan Instruksi Presiden tentang pelaksanaan Perpres RI 125/2012, agar Bupati, Walikota dan Gubernur di seluruh Indonesia segera menerbitkan Perda Penataan dan Pemberdayaan PKL.

"Dan segera mencabut kebijakan deregulasi perlonggar ijin ritel modern yang sudah mematikan dan menjajah PKL dan ekonomi rakyat, juga memastikan Rp 110 triliun KUR 2017 tanpa agunan dapat di akses oleh 25 juta PKL se Indonesia,” ujar Ali Mahsun.

Menurut dia, jika Inpres itu telah ada nantinya, dan deregulasi perlonggar ijin ritel modern dicabut, dengan penuh keyakinan, perekonomian rakyat dan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia akan bangkit.

"Namun sebaliknya, ekonomi bangsa kita akan dikuasai dan dijajah capital force asing dengan dalih perdagangan bebas dan ritel modern,” kata dia.

Dia mengingatkan, APKLI sendiri sedang berjuang agar dalam tempo secepat-cepatnya mampu mewujudkan lima pilar fasilitas Revolusi Kaki Lima Indonesia. Kelima pilar itu adalah, fasilitas lahan usaha PKL bersertifikat milik sendiri, fasilitas keuangan permodalan dan pengembangan usaha PKL, fasilitas pergudangan barang dan jasa usaha PKL, fasilitas teknologi informasi dan komunikasi usaha PKL, dan fasilitas pendampingan usaha PKL di seluruh kawasan ekonomi strategis dan sentra ekonomi rakyat.

Ali mengungkapkan, kekuatan ekonomi 25 juta PKL se-Indonesia sangat besar. Sebanyak Rp 9750 triliun transakasi di lapak PKL per tahunnya terjadi.

Dalam acara pelantikan itu, Ketua Umum APKLI Ali Mahsun dan Ketua Harian, Ratu Ayu Ayla Dewi Anggraeni menaiki kereta kencana dan diarak jajaran Pengurus DPP APKLI, serta DPW dan DPD APKLI Se-Indonesia keliling Kota Surakarta, dengan mengendarai 5 andong dan diiringi 99 becak berbendera APKLI. Rombongan disambut tari serimpi menuju tempat pelantikan.

Acara pelantikan dihadiri DPW dan DPD APKLI Se Indonesia dimeriahkan dengan paduan suara GAS-21 IAIN SURAKARTA, Sanggar Senitari Solo, dan Group Orkes Dangdut Om.Zelinda.

Ali Mahsun terpilih sebagai Ketua Umum APKLI dalam Munas V APKLI 2017. Dalam prosesi pelantikan didampingi Ratu Ayu Ayla Dewi Anggraini sebagai Ketua Harian, Agus Yusuf Sekretaris Jenderal dan Vivi Susanti Sebagai Bendahara Umum beserta jajaran pengurus DPP APKLI 2017-2022.

Dalam rangkaian acara Pelantikan DPP APKLI 2017-2022 juga dilaksanakan penyerahan beasiswa Anak PKL - APKLI kepada putra putri anak PKL yang berprestasi, siswa SD, SMP dan SMA. Juga disalurkan secara simbolis Kredit Tanpa Agunan (KTA) KUR Mikro Rp 25 juta kerjasama APKLI dengan Bank Artha Graha kepada 12 PKL dari Klaten dan 6 PKL dari Boyolali oleh Kepala Cabang Bank Artha Graha Surakarta dan Semarang, disaksikan langsung Direktur Kredit Bank Artha Graha, Indra Sintung Budianto. [sam]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Ahok Tetap Digaji Negara

Ahok Tetap Digaji Negara

, 26 MEI 2017 , 19:00:00

Baznas Luncurkan Seribu Buku

Baznas Luncurkan Seribu Buku

, 26 MEI 2017 , 17:00:00

Tangisan Pemain Sinetron

Tangisan Pemain Sinetron

, 24 MEI 2017 , 09:54:00

Usut Kasus BLBI, Century, E-KTP

Usut Kasus BLBI, Century, E-KTP

, 25 MEI 2017 , 01:03:00

Istri Ahok Menangis

Istri Ahok Menangis

, 24 MEI 2017 , 04:13:00