Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Dorong Inovasi, Telkom Gelar Kompetisi Socio Digi Leaders

Nusantara  KAMIS, 18 MEI 2017 , 21:05:00 WIB | LAPORAN: FERIOLUS NAWALI

Dorong Inovasi, Telkom Gelar Kompetisi Socio Digi Leaders

RMOL

RMOL. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. kembali menyelenggarakan kompetisi Socio Digi Leaders (SDL), yaitu program untuk mendorong sekaligus menjaring talenta muda berbakat yang memiliki kepekaan sosial mengimplementasikan ide dan gagasannya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, SDL 2017 tidak hanya sebatas solusi berbasis aplikasi digital dan pesertanya pun tak terbatas dari dalam negeri. SDL juga merupakan salah satu cara mendorong generasi muda berinovasi dan berkontribusi untuk dunia yang lebih baik.

Direktur Human Capital Management Telkom Herdy Harman menjelaskan, konsep tahun ini, SDL lebih meluas ke bidang hukum, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, pariwisata, dan banyak lagi.

"Semua problematika masyarakat dunia kita fasilitasi solusinya, yang penting memecahkan masalah dan aplikatif," katanya ketika meluncurkan SDL 2017 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis (18/5).

Menurut Herdy, Telkom menyadari kunci bisnis berkelanjutan ketika inovasi terus dikembangkan. Bukan saja inovasi yang bisa mendorong bisnis lebih besar, tapi berbagai inovasi yang bisa memecahkan masalah dan aplikatif untuk masyarakat dunia. Cakupan kompetisi SDL 2017 pun bakal lebih besar. Bukan hanya mahasiswa aktif ataupun fresh graduate berasal dari Indonesia, SDL 2017 mengundang mahasiswa di seluruh dunia turut ambil bagian sebagai peserta kompetisi. Selain itu, syarat lain dari peserta kompetisi adalah berusia maksimal 27 tahun.

"Australia dan Singapura menjadi dua target negara utama aktivasi SDL tahun ini selain Indonesia. Sehingga, target proposal peserta tahun ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya, menjadi 500 proposal," ujar Herdy.

Untuk mencapai target tersebut, Telkom mengadakan roadshow ke kampus-kampus di Singapura dan Australia pada Mei 2017.
Dengan melibatkan peserta  berasal dari wilayah yang lebih luas, SDL 2017 diharapkan memberikan sumbangan ide lebih banyak untuk kemajuan dunia.

"Menandai dimulainya rangkaian kompetisi SDL 2017 ini kami melaksanakan roadshow ke Nanyang Technological University, National University of Singapore, University of New South Wales, University of Sydney, dan University of Melbourne. Kami akan ajak mahasiswa asing berpartisipasi, sekaligus juga mahasiswa Indonesia di kampus-kampus tersebut  turut serta pada kompetisi ini dan memberi sumbangan ide demi dunia yang lebih baik," jelas Herdy.

SDL 2017 menawarkan insentif yang menarik. Seperti tahun sebelumnya, SDL 2017 akan memberikan insentif kepada tim-tim terbaik. Hal yang utama dan mungkin paling menarik kesempatan direkrut menjadi karyawan Telkom. Tahun lalu Telkom merekrut 16 peserta menjadi karyawan.

"Tahun ini tak ada target jumlah peserta yang akan direkrut menjadi karyawan. Tapi peserta yang berkualitas lah yang akan kami tawarkan. Namun demikian, mereka pun berhak tidak mengambil lowongan tersebut," terang Herdy.

Selain menjadi karyawan, insentif lainnya  uang tunai, bantuan beasiswa kuliah, serta studi banding ke sejumlah negara di Asia dan Eropa.
Adapun mekanisme lomba diawali dengan pengiriman video singkat tentang ide terobosan sosial dengan submission deadline tanggal 30 Juni nanti. Setelah itu akan dipilih 100 tim terbaik yang kemudian akan dikerucutkan menjadi 25 tim mengikuti paid internship dan bootcamp di Bali. Selanjutnya dipilih 10 tim yang masuk ke babak grand final. Tiga tim terbaik akan diumumkan pada September 2017.

Kompetisi Socio Digi Leaders 2016 lalu memberangkatkan tiga pemenang ke tiga negara yakni Amerika Serikat untuk pemenang pertama yaitu Tim Tukangpedia. Kemudian Hongkong bagi Tim Vestifarm sebagai juara dua dan Singapura untuk Tim Angkuts sebagai juara tiga. Pada kunjungan tersebut, para pemenang diberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan mentor yang ahli di bidang sociopreneur dan inkubator global, antara lain Google, Facebook, Plug & Play di Silicon Valley Amerika Serikat. Juga Net CV di Hong Kong, serta Pay Pal Incubator di Singapura. [wah] 

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama
Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Khutbah di Lapangan Gajah Mada

Khutbah di Lapangan Gajah Mada

, 25 JUNI 2017 , 19:31:00

Lebaran Markas Kostrad

Lebaran Markas Kostrad

, 26 JUNI 2017 , 13:51:00

Bicara di <i>Open House</i>

Bicara di Open House

, 25 JUNI 2017 , 21:52:00