Minim Aktivitas Komersil, Bandara Tunggul Wulung Jadi Parkiran Pesawat Latih

 SENIN, 07 AGUSTUS 2017 , 09:52:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Minim Aktivitas Komersil, Bandara Tunggul Wulung Jadi Parkiran Pesawat Latih

Foto/RMOL

RMOL. Belasan pesawat latih jenis Piper Warrior berjejer di area parkir Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (6/8) siang.
Pesawat berbaling-baling satu merupakan milik lima sekolah penerbangan (flying school) yang ada di bandara kelas tiga tersebut.

"Pesawat-pesawat itu punya flying school. Biasanya lima kali take off-landing," ungkap Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Tunggul Wulung, Faisal Marabessy.

Menurut Faisal, sekolah penerbangan tersebut seharusnya memiliki lapangan parkir sendiri, sehingga tidak tumpang tindih dengan pesawat komersil. Terlebih, operasional pesawat komersil jenis ATR baru akan direalisasikan, Selasa (8/8) besok.

"Seharusnya punya apron sendiri. Tapi sejauh ini tidak terlalu mengganggu," tuturnya.

Dijelaskan Faisal bahwa, Sekolah penerbangan tersebut memang mencari bandara yang tidak memiliki aktivitas pesawat komersil yang terlalu padat untuk memarkirkan pesawat mereka. Apalagi, Bandara Tunggul Wulung selain sepi juga memiliki fasilitas yang cukup memadai. Antara lain, satu Taxi Way, Tower, DVOR atau alat navigasi, runway light, hingga apron seluas 190 x 96 meter yang sanggup menampung tiga pesawat ATR tipe 72 sekaligus.

"Mereka cari bandara yang kurang banyak aktivitas komersil. Serta fasilitas lengkap," paparnya.

Faisal menyebut bahwa kehadiran pesawat-pesawat ini tidak akan menganggu operasional pesawat komersil yang akan segera beroperasi.

"Nggak masalah. Mereka hanya minta slot time tetap lima. Tapi nanti disesuaikan," pungkasnya.

Bandara tersebut diproyeksikan sebagai operasional pesawat tipe ATR. Sehingga, perlu perpanjangan runway agar pesawat tersebut bisa mendarat dan lepas landas.

Saat ini, bandara Tunggul Wulung memiliki runway sepanjang 1400 meter. Rencana perpanjangan runway dengan lahan yang ada, diestimasikan dapat mencapai 1800 meter.

Namun, rencana tersebut terkendala sejumlah masalah teknis. Antara lain  pembebasan lahan. Lalu, masih ada sebagian lahan bandara yang belum dapat disertifikatkan. Kemudian, ada juga kendala konvensional, seperti aktivitas sebagian warga yang masih menyeberang melintasi runway.

Serta, fasilitas conveyor area keberangkatan dan kedatangan belum tertampung dalam Dipa satker kantor UPBU Tunggul Wulung tahun anggaran 2017.

Rencananya maskapai Wings Air akan mendarat perdana, Selasa (8/8) besok untuk penerbangan komersil. [ian]

Komentar Pembaca
50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

, 16 JANUARI 2018 , 19:00:00

Anwar
Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ludes Dilalap Si Jago Merah

, 14 JANUARI 2018 , 03:23:00

Adegan KPK Tahan Fredrich

Adegan KPK Tahan Fredrich "Baso"

, 13 JANUARI 2018 , 16:40:00

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

, 14 JANUARI 2018 , 05:23:00