Hanura

KPAI Kutuk Guru Agama Yang Cabuli Siswinya Di Kelas

 MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 , 09:14:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

RMOL. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras kelakuan guru agama berinisial AS di salah satu Sekolah Dasar di Karanganyar, Jawa Tengah yang mencabuli empat siswi di ruang kelas saat pelajaran berlangsung.
Guru agama sekaligus wali kelas tersebut mencabuli siswi kelas tiga sejak tahun ajaran baru Juli hingga 9 Agustus lalu. Aksi bejat terbongkar ketika salah satu siswi yang menjadi korban melaporkan perbuatan yang dialaminya kepada orang tua. Kemudian, salah satu orangtua korban itu menceritakan tindakan biadab sang guru kepada orangtua siswi lainnya. Ternyata tidak hanya ada satu korban guru agama itu, melainkan total ada empat siswi yang menjadi korban pencabulan.

"KPAI sangat prihatin dan menyayangkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak-anak yang terjadi justru di lingkungan sekolah dan dilakukan oleh seorang pendidik yang mengajar pelajaran agama," jelas Komisioner KPAI Retno Listyarti kepada redaksi, Minggu (13/8).

Menurutnya, lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman buat anak ternyata justru menjadi tempat yang membahayakan bagi anak. Bahkan, aksi pencabulan dilakukan di dalam kelas dan kemungkinan besar disaksikan oleh siswa lainnya.

"Kami mengutuk keras perilaku seorang pendidik yang seharusnya menjadi contoh perilaku positif dan pelindung bagi anak-anak muridnya, serta pribadi yang harusnya mengajarkan etika dan moral kepada peserta didik tapi justru menjadi pelaku pencabulan terhadap siswinya sendiri," ujar Retno.
 
Untuk itu, KPAI mendorong birokrasi pendidikan dan inspektorat Karanganyar mengambil tindakan tegas terhadap oknum guru yang telah melakukan pencabulan terhadap siswinya. Guru AS harus segera dinonaktifkan dari kegiatan mengajar, dan selanjutnya di BAP secara kepegawaian sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku.

"KPAI juga mendorong kepala sekolah harus dievaluasi. Karena ada sistem kontrol yang lemah sehingga oknum guru AS bisa begitu leluasa melakukan aksi bejatnya dilingkungan sekolah," tegas Retno.

Adapun, pencabulan yang dilakukan guru AS di ruang kelas saat jam pelajaran dengan modus memanggil siswi yang menjadi korban untuk maju ke depan. Selanjutnya siswi dipangku dan disingkap roknya, kemudian sang guru meraba-raba kemaluan korban dengan tangan. [wah]


Komentar Pembaca
DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00