Mensos Optimis UEP-KUBE Entaskan Kemiskinan di Pedesaan

Nusantara  KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 , 17:32:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Mensos Optimis UEP-KUBE Entaskan Kemiskinan di Pedesaan

Foto: RM

RMOL. Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan dana Rp 117,7 Miliar di 2017 untuk pemberdayaan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan dana tersebut ditujukan untuk membangun usaha bersama masyarakat tidak mampu di pedesaan. Juga untuk mengentaskan kemiskinan di pedesaan.

"Untuk bisa mengentaskan kemiskinan di Indonesia pemerintah mempunyai tugas memberikan edukasi dan menciptakan peluang usaha kepada masyarakat tidak mampu. Dengan memberikan kail dalam bentuk Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (UEP-KUBE) di pedesaan,” tegas Menteri Khofifah dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis (7/9).
 
Dia menjelaskan, penguatan KUBE di pedesaan ini bisa menguatkan perekonomian masyarakat di daerah tersebut. Contohnya, jika di sebuah desa ada 1 KUBE yang bisa melayani 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) maka akan terjadi perputaran uang disana.

"Kita ambil contoh jika 1 UEP-KUBE bisa menjual telur untuk memehuni kebutuhan KPM. Misalnya dalam sehari bisa menjual minimal 1 kg seharga 15 ribu rupiah per KPM maka uang yang berputar di UEP-KUBE dari telur saja bisa mencapai 150.000 perhari. Itu baru dari satu komoditas belum yang lainnya. Jika dalam sebulan uang yang beredar akan sangat besar,” tegas dia.
 
Mensos bilang, penguatan perekonomian di pedesaan ini akan mengurangi urbanisasi ke perkotaan sehingga pembangunan bisa merata. Hal ini juga diharapkan bisa menekan angka kemiskinan dan menurunkan indeks gini (gini rasio) dari 0,41 menjadi 0,36 pada tahun 2019.

Sementara Direktur Penanganan Fakir Miskin Perdesaan, Naziarto menjelaskan saat ini sebanyak 524 Pendamping UEP--KUBE dilatih melalui Bimbingan Pemantapan (BIMTAP). Tujuannya, pelaksanaan bansos melalui KUBE ini dapat berhasil baik dengan adanya Pendampingan. Para pendamping ini direkrut Minimal Pendidikan umumnya D3 dari berbagai disiplin ilmu.

Untuk meningkatkan kualitas UEP-KUBE pemerintah akan terus memberikan bimbingan dan bantuan melalui pendamping yang telah disebar di seluruh Indonesia. Saat ini sebanyak 58.886 UEP-KUBE  telah berdiri.

"Dengan jumlah yang sangat besar tersebut maka perlu pendampingan yang serius sehingga usaha ini bisa berkembang pesat. Jika usaha ini berkembang maka akan banyak KPM yang bisa meningkat taraf hidupnya sehingga bisa keluar dari masalah kemiskinan yang selama ini mereka alami,” tegas Naziarto.

Pada tahun 2017 Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perdesaan memberikan bantuan KUBE sebanyak 64.700 KK, Bantuan RS-RTLH sebanyak 1.000 KK, Sarana Lingkungan sebanyak 20 Unit dan BPSU melalui E-Warong sebanyak 500 unit.

Kemensos sendiri, dikatakan Naziarto telah mengundang sebanyak 524 pendamping KUBE untuk mendapatkan bimbingan pelatihan wirausaha. Hal ini diharapkan bisa dikembangkan ditempat mereka ditugaskan.

"Ini akan meningkatkan mutu dan kualitas UEP-KUBE di seluruh Indonesia." [sam]


Komentar Pembaca
Buni Yani & Lieus Sungkharisma - Menerima Vonis (Part III)
Buni Yani & Lieus Sungkharisma - Harapan (Part II)
AHY Jadi Saksi Pernikahan Putra Bendahara SMSI
Titiek Bersama Sesepuh Golkar

Titiek Bersama Sesepuh Golkar

, 09 DESEMBER 2017 , 19:33:00

Jabat Tangan Panglima

Jabat Tangan Panglima

, 08 DESEMBER 2017 , 21:12:00