Rita Widyasari

Amankan Jokowi Di Pilpres, Partai Paloh Usung Khofifah

Nusantara  JUM'AT, 08 SEPTEMBER 2017 , 09:29:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Amankan Jokowi Di Pilpres, Partai Paloh Usung Khofifah

Khofifah Indar Parawansa/Net

RMOL. Partai Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dipastikan akan mendukung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur (Jatim) 2018. Partai pimpinan Surya Paloh ini menganggap Khofifah mampu mengamankan suara Jokowi di Pilpres 2019.
"Insya Allah kami akan mendu­kung Khofifah pada Pilgub Jatim tahun depan," ungkap Wakil Ketua DPW Nasdem Jatim bi­dang Bappilu, Muzammil Syafii, kemarin.

Menurut Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jatim ini, Khofifah meru­pakan salah satu pendiri Ormas Nasdem, sehingga ada kedekatan kuat. Pada 2013 lalu, Nasdem mendukung Khofifah di Pilgub Jatim.

"Dia adalah orang NU (Nahdlatul Ulama) cerdas dan yakin mampu membawa perubahan di Jatim. Dia bukan aktivis parpol, sehingga ketika menang akan menjadi pemimpin orang Jatim, bukan pemimpin salah satu par­tai politik saja," paparnya.

Muzammil menambahkan, pihaknya akan bekerja keras untuk memenangkan Khofifah dalam Pilgub Jatim. Sehingga nantinya Khofifah diharapkan mampu mengamankan suara Jokowi di Pilpres 2019.

Nasdem sendiri mempunyai 4 kursi di DPRD Jatim. Nasdem harus berkoalisi dengan parpol lain untuk bisa mengusung Khofifah dalam Pilgub Jatim. Nasdem tidak bisa mengusung Khofifah karena tidak memenuhi syarat kursi.

Parpol atau koalisi parpol bisa mengusung pasangan calon pada pilgub Jatim minimal mempu­nyai 20 kursi di DPRD Jatim. Sementara itu, Partai Demokrat masih memetakan sejumlah nama untuk direkomendasi di Pilgub Jatim 2018.

Bahkan, sampai saat ini, belumada keputusan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait Pilgub Jatim. Meski pada Rabu 6 Septembr 2017, telah ada pertemuan dengan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo.

"Belum ada, hanya pengen kitakonsolidasi di ranting-rant­ing. Soal dukungan belum dipu­tus DPP Partai Demokrat," kata Soekarwo yang juga Gubernur Jatim, kemarin.

Pria akrab disapa Pakde Karwo ini mengungkapkan, partainya baru akan mengambil keputusan terkait calon pada November mendatang.

Sedangkan, rekomendasi akan dikeluarkan menjelang pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Sekitar November (keputusan ke luar). Kalau rekomnya menjelang pendaftaran sekitar Desember." Pakde Karwo tidak berani terbuka terkait dukungan kepada sejumlah bakal calon yang telah mendaftar ke Partai Demokrat.

"Gak eroh aku (gak tahu aku), ketuane Pak SBY, saya masih anggota, kalaupun saya punya pendapat ya tidak ada artinya, wong itu belum dipu­tus," ujarnya.

Sejumlah nama telah mendaf­tar sebagai bakal calon Gubernur ke DPD Demokrat Jatim. Mereka adalah Wagub Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul Inspektur Pemprov Jatim Nur Wiyatno, Kombes Pol Syafiin (Gus Syaf), Nur Ariyati Assegaf, La Nyalla M Mattalitti.

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih bin­gung untuk menentukan siapa akan dicalonkan di Pilgub Jatim. Apakah Gus Ipul atau Khofifah. "PPP masih mengikuti perkem­bangan. Tapi dari nama yang dipertimbangkan tidak lepas dari dua nama, yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Gus Ipul (Saifullah Yusuf)," ujar Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Madura, beberapa waktu lalu.

Menurut Romi sapaan akrab Romahurmuziy, partaiakan melihat mana dari dua sosok itu yang terbaik bagi masyarakat Jatim. Yang jadi prinsip, PPP menginginkan Jatim dipimpin kader NU.

"Jawa Timur ini provinsinya NU, dan PPP sebagai anak kandung NU tentu kami ber­harap Gubernur dari NU bisa terealisasi pada saatnya nanti," ujar Romi.

Risma Tetap Tolak Maju Pilgub Jatim


Walikota Surabaya Tri Rismaharini sudah berulangkali meno­lak maju di Pilgub Jatim tahun depan. Risma beralasan masih belum mampu menyejahterakan warga Kota Surabaya. Karena itu, Risma akan tetap mengem­ban jabatan Walikota Surabaya hingga usai.

"Wong saya lho belum bisa me­nyejahterakan warga Surabaya kok disuruh maju Pilgub Jatim," guyon Risma.

Memang diakui, dirinya kerapdikaitkan dengan Pilgub Jatim. Risma pun menanggapinya santai dan penuh canda. Seperti di acara Revitalisasi Imbauan Kambtibmas di Graha Sawunggaling Gedung Pemkot, Selasa (5/9) lalu, Risma mengakusering disindir agar maju Pilgub Jatim 2018.

"Saya ini lho terus diguyo­ni Pak Iqbal (Kapolrestabes Surabaya) suruh maju Pilgub," seloroh Risma.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal mengaku hanya bercanda pada Risma. "Itu kan guyonan saya sama Bu Risma, apalagi beliau terlihat tegang dengan urusan Kota Surabaya. Makanya saya sering guyoni dan tidak serius," kata Iqbal. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
25%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
75%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

, 20 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

, 20 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

, 19 SEPTEMBER 2017 , 02:25:00

Pengungsi Kebakaran

Pengungsi Kebakaran

, 19 SEPTEMBER 2017 , 03:31:00

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

, 19 SEPTEMBER 2017 , 05:02:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jubir Demokrat: Apa Sebenarnya Mau Panglima?

Jubir Demokrat: Apa Sebenarnya Mau Panglima?

Politik19 September 2017 09:24

<i>Pemerintah Pasang Perseneling Satu, Iwan Fals Pun Terkekeh</i>
Ini Temuan Dokter KPK di Tempat Novanto Dirawat
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37