Hanura

Kenaikan Tarif Cukai Makin Bebani Industri Tembakau

 MINGGU, 01 OKTOBER 2017 , 12:59:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Kenaikan Tarif Cukai Makin Bebani Industri Tembakau

Net

RMOL. Rencana pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 8,9 persen mulai tahun 2018 mendapat reaksi keras dari para pelaku industri tembakau. Kenaikan itu dianggap tidak rasional dan membebani industri rokok dalam negeri.
Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo menjelaskan, kebijakan cukai harus rasional dengan mempertimbangkan kelangsungan bisnis industri tembakau. Mengingat, saat ini industri hasil tembakau dalam keadaan terpuruk, di mana volume produksi terus menurun tiap tahun. Pada 2016 sudah turun enam miliar batang dan tahun ini diprediksi turun 11 miliar batang.

"Kami yakin bahwa pemerintah juga sudah mengerti kalau industri dalam fase penurunan, kenapa mau meningkatkan tarif cukainya tinggi. Ini sama dengan tidak ada peluang bagi industri hasil tembakau untuk hidup," ujar Budidoyo kepada wartawan, Minggu (1/10).

Dia menambahkan, kenaikan tarif 2017 sebesar 10,5 persen yang membuat volume industri anjlok hingga 2 persen seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan jika cukai dinaikkan terlalu tinggi. Wacana kenaikan 8,9% untuk tahun depan amat memberatkan, karena industri hasil tembakau saat ini dalam keadaan terpuruk.

"Pemerintah seharusnya jangan hanya bergantung pada cukai tembakau sebagai sumber penerimaan cukai. Terutama di tengah lesunya kondisi industri tembakau tahun ini," jelas Budidoyo.

Dia memastikan bahwa kenaikan tarif cukai berdampak pada industri tembakau,‎ mengingat industri tembakau merupakan padat karya yang melibatkan jutaan orang. Di samping juga sebagai sumber utama penerimaan cukai negara. Rantai industri hasil tembakau juga panjang, bukan hanya pabrikan rokok semata.

"Saat industri mengalami penurunan, yang akan terkena dampaknya bukan cuma pabrikan tapi juga pekerja di pabrik rokok, petani cengkeh, dan petani tembakau yang totalnya mencapai lebih dari enam juta orang," pungkas Budidoyo. [wah]


Komentar Pembaca
Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

, 16 JULI 2018 , 15:00:00

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

, 16 JULI 2018 , 13:00:00

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

Rizal Ramli Dukung Penghapusan PT

Rizal Ramli Dukung Penghapusan PT

, 09 JULI 2018 , 17:10:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00