Verified

Antisipasi Letusan Gunung Agung Terus Digalakkan

Nusantara  SENIN, 09 OKTOBER 2017 , 06:25:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Berbagai sosialisasi antisipasi letusan Gunung Agung terus disosialisasikan kepada masyarakat Bali melalui berbagai media oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Salah satunya, dialog interaktif melalui Televisi dan Radio di Posko Siaga Darurat Gunung Agung Tanah Ampo, pada Minggu (8/10). Dirjen IKP Kementerian Kominfo Niken Widiastuti, Deputi 1 BNPB Wisnu Widjaja, Dansatgas Gunung Agung Fierman Sjafrial, dan Kepala Bidang Mitigasi PVMBG I Gede Suantika menjadi narasumber dalam acara tesebut.

Dalam dialog ini, I Gede menjelaskan mengenai kondisi terkini Gunung Agung yang masih dalam ststus awas.

"Aktivitas di bawah permukaan masih bergejolak terus dengan intensitas masih tetap tinggi, dimana gempa-gempa vulkaniknya masih di level atas dan gempa tektonik masih tetap ada, tetapi berbeda dengan 2 minggu sebelumnya gempa tidak terasa sejak 4 hari yang lalu," terangnya.

Menurutnya, perkembangan dari kawah Gunung Agung cukup mengejutkan pada Sabtu (7/10) malam. Ada kepulan asap sampai 1.500 meter, padahal sebelumnya hanya 50 meter. Hal ini disebabkan curah hujan selama 4 hari berturut-turut sebelumnya, sehingga adanya tambahan air yang masuk ke dalam yang dikeluarkan kembali.
"Asap yang keluar sampai saat ini masih berupa uap air jadi belum ada kandungan gas-gas vulkanik Gunung Agung," jelasnya.

Sementara itu, Dansatgas Siaga Gunung Agung Letkol Fierman Sjahrial menjelaskan bahwa langkah-langkah penanganan siaga darurat Gunung Agung sudah dilakukan. Di antaranya seperti mengevakuasi masyarakat yang berada di radius KRB serta mendirikan pos-pos pengamanan agar masyarakat tidak mendekati wilayah rawan bahaya.

"Personil kita terdiri dari TNI, Polri, ASN dan masyarakat. Kami menggunakan masyarakat lokal untuk memberikan unsur edukasi, sehingga masyarakat tahu dan diajak berfikir bahwa itu demi keselamatan mereka. Selain itu kami mensosialisasikan konten yang bersifat pasif seperti pamflet, sehingga masyarakat bisa membaca apa saja yang dapat membahayakan mereka," jabar Fierman

Dalam acara ini Dirjen IKP Niken Widiastuti menegaskan bahwa Kementerian Kominfo mendukung siaga darurat dalam memberikan informasi-informasi, sosialisasi dan trauma healing kepada masyarakat.

Namun demikian, informasi yang disampaikan harus informasi yang valid mengenai Gunung Agung. Kedua, adalah sosialisasi mengedukasi kepada masyarakat bagaimana mendapatkan informasi yang akurat, terpercaya dari sumber-sumber pemerintah karena banyak informasi yang mengandung hoax yang menyesatkan.

"Ketiga, membuat infografis yang diviralkan ke media-media cetak elektronik maupun media sosial sehingga dapat diakses masyarakat luas," jelasnya.

Dialog interaktif ini berdurasi 1 jam dan disiarkan oleh  TVRI dan Radio Bali. Diharapkan dengan dialog ini dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan masyarakat Bali dapat lebih paham mengenai waspada Gunung Agung serta langkah apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam siaga darurat ini. [ian]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00