Verified

Risma, Akankah Jilat Ludah Sendiri

Kasih Sinyal Akan Nyagub Di Jatim

Nusantara  SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 11:00:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Risma, Akankah Jilat Ludah Sendiri

Tri Rismaharini/Net

RMOL. Sinyal PDIP memajukan Walikota Surabaya Tri Rismaharini menjadi kontestan Pilgub Jawa Timur 2018 semakin kuat. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto bahkan mengunjungi Risma membawa pesan khusus dari Megawati Soekarnoputi. Akankan Risma menjilat ludahnya sendiri?
Seperti diketahui, sejak awal Risma kontisten dengan pernyataannya untuk menyelesaikan masa baktinya sebagai Walikota Surabaya. Hal itu dibuktikan dengan ditolaknya tawaran menuju Pilgub DKI lalu. Menjelang Pilgub Jatim, Risma masih konsisten dengan pendiriannya. Bahkan, Risma sempat bersumpah Demi Allah tidak mau maju di Pilgub Jatim. Kata Risma, kehendaknya itu sudah disampaikan langsung kepada Megawati.

Tapi kemarin, sinyal-sinyal PDIP menjagokan Risma kembali muncul. Hasto, datang mengaku membawa sinyal khusus dari Mega. Apakah pertemuan itu berupa rekomendasi Mega meminta Risma maju di Pilgub Jatim?

"Tunggu tanggal mainnya," demikian jawaban Risma dengan nada bercanda saat ditanya wartawan ihwal rekomendasi PDIP untuk dirinya, kemarin. Risma menjelaskan, rekomendasi sebuah jabatan adalah amanah yang sangat berat untuk dijalankan. Ia pun mencontohkan saat menerima rekomendasi sebagai Walikota Surabaya pada periode pertama 2005 lalu.

Soal surat rekomendasi, Risma tidak mau menjawab karena takut salah menjawab. Lagi-lagi, Walikota Surabaya ini menjawabnya dengan nada bercanda. "Gak eroh (tidak tahu) aku. Nanti aku jawab keliru maneh. Aku tidak bisa ngomong, saya tidak ngomong siap. Karena itu berat, berkali-kali saya ngomong," tegas Risma.

Dia kembali menegaskan, saat pasangan cagub-cawagub Jatim diumumkan di Jakarta 15 Oktober depan, dia sudah pergi ke Tokyo untuk menjadi salah satu pembicara masalah perkotaan. "Aku ke Tokyo tanggal 15. (Berbicara) tentang kebijakan kota," ungkap Risma.

Risma kembali bercanda, saat ditanya jika dalam pengumuman cagub-cawagub Jatim tiba-tiba namanya disebut sebagai bakal calon yang diusung PDIP. "Itu rahasia. Kan jawaban rahasia itu teman kalian yang suruh aku," pungkasnya.

Sinyal Risma dimajukan di Pilgub Jatim juga disampaikan Hasto. Sekjen PDIP ini menyebut Risma berpeluang besar. "Bu Risma juga punya peluang. Ini kan pemilu rakyat, rakyat kan mengapresiasi kepemimpinan Bu Risma, makanya beliau menerima penghargaan dimana-mana artinya rakyat memberi apresiasi," ujar Hasto. "Ketika rakyat memberi apresiasi, setiap pemimpin punya peluang untuk terus diperjuangkan rakyat menjadi pemimpin," tambahnya.

Hasto juga mengungkapkan dalam survei yang digelar internal PDIP, nama Risma mendapat elektabilitas sangat tinggi dibanding cagub lain tanpa menyebut nama calon lainnya. "Survey kami Bu Risma ini tinggi," tegas dia

Selain itu, Hasto juga menyebut gaya kepemimpinan Risma menunjukkan politik yang bergerak ke bawah. "Ini menunjukkan politik bergerak ke bawah, berpolitik bukan main di tingkat elit lalu mencurigai rakyat, jadi pemimpin itu tidak boleh mencurigai rakyat. Maka jadi itu menyatukan bergerak ke bawah contohnya bu Risma. Kalau ditanya peluang, peluangnya sangat besar," tegas Hasto.

Menurut Hasto, yang pasti Risma sudah menyatakan kesiapannya membantu kelangsungan Pilgub Jatim sesuai apa yang menjadi gagasan Megawati. Apalagi, menurutnya, hubungan Megawati dengan Risma tidak hanya terkait hubungan kepartaian, melainkan juga persahabatan. "Karena keduanya memiliki hobi yang sama," pungkasnya.

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin meyakini Risma tidak akan menjilat ludahnya sendiri berupa melanggar sumpahnya dan maju di Pilgub Jatim. Menurutnya, Risma merupakan politisi dengan perhitungan matang.

"Dia menolak maju di Pilkada Jakarta, dan akhirya PDIP kalah. Di Jatim nanti lawannya berat. Sulit menjadi Jatim satu melawan Gus Ipul dan Khofifah," ujar Said kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Namun, jika akhirnya Megawati mengirimkan surat rekomendasi seperti Jokowi maju di Pilpres 2014, mau tidak mau Risma harus maju. Pasalnya, tertanam di kader PDIP bahwa mereka adalah petugas partai.

"Nah, di tubuh PDIP sendiri budaya menyatakan diri layak menjadi pejabat juga tidak terlihat. Disembunyikan. Jadi, kader hanya menunjukkan prestasi dan dukungan publik. Dua itu saja, nanti baru Mega memutuskan. Polanya begitu," katanya.

Namun, skenario surat rekomendasi seperti mandat yang diberikan Mega kepada Jokowi bisa saja terjadi. Bila itu terjadi, Risma berpeluang menang hanya untuk Jatim dua. "Risma itu konsisten dan loyal kepada partai. Tapi, Risma pasti tahu untuk menang bukan berebut Jatim 1 dengan Gus Ipul atau Khofifah," pungkasnya. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
50%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
50%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00