Verified

Mensos Bangga Monica Diundang Pertemuan Dunia

Nusantara  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 23:46:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

RMOL.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sangat mengharapkan Monica membawa aspirasi anak-anak Indonesia di forum World Health Organization (WHO).

"Alhamdulillah masalah visa sudah selesai. Hari ini visanya sudah terbit dan rencananya Monica akan berangkat akhir pekan ini," ungkap Khofifah saat bertemu Purwati, Ibunda Monica di RPSA Bambu Apus, Rabu (12/10).

Monica adalah anak ketiga Purwati. Bocah itu lulus seleksi untuk berangkat ke Kanada setelah mengirimkan artikel tentang mengakhiri kekerasan anak.

Monica mendapat undangan pertemuan The WHO 8th Milestone of Global Campaign for Violence Prevention, di Ottawa, Canada pada 19-20 Oktober 2017. Pertemuan itu akan dihadiri oleh perwakilan anak, pemerintah, NGO (non-governmental organization/lembaga swadaya masayarakat) sedunia.

Khofifah menjelaskan, Pemerintah melalui Kemensos ikut bangga dengan apa yang berhasil diraih Monica. Di tengah keterbatasan, Monica tetap mamu berprestasi. Bukan di level nasional, melainkan internasional.

Terkait kondisi Purwati dan anaknya Subehi, Khofifah mengatakan, untuk sementara akan tetap tinggal di RPSA Bambu Apus milik Kementerian Sosial. Saat ini, Kemensos bersama Dompet Dhuafa berencana menyediakan akses tempat tinggal berupa kontrakan yang tidak jauh dari tempatnya mencari nafkah.

"Akan diupayakan Purwati memperoleh berbagai bansos seperti Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar untuk Subehi," jelasnya.

Terlepas dari itu, Khofifah juga menyoroti masih minimnya pemahaman masyarakat perihal perlindungan anak. Padahal diterbitkannya UU Perlindungan Anak bertujuan agar anak-anak Indonesia bisa menikmati hak mereka sebagai seorang anak. Atau bahkan mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan diharapkan bisa menjadi tulang punggung bangsa yang akan menjalankan pembangunan.

"Akhir-akhir ini banyak berita viral mengenai pernikahan dini, perdagangan anak, pelecehan seksual, penganiayaan anak dan mempekerjakan anak di bawah umur. Ini menjadi PR kita bersama," ujarnya.

Khofifah mengungkapkan, perlindungan terhadap hak anak bukan semata tanggung jawab negara. Namun, merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan negara.

Menurutnya, bagaimanapun anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan negeri ini. Oleh karena itu, tambahnya, sangat diperlukan perlindungan bagi anak dari bahaya, ancaman, kekerasan, diskriminasi, dan segala perlakuan negatif. [sam]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00