Hanura

Kemensos: Pendamping PKH Diminati Masyarakat

 KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 14:39:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Kemensos: Pendamping PKH Diminati Masyarakat

Ilustrasi/Net

RMOL. Pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia ternyata banyak diminati masyarakat. Buktinya, saat ini pendaftar calon pendamping dan operator PKH sudah mencapai 409.005 orang.
Menurut Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, dari jumlah tersebut sebanyak 263.492 orang yang telah melengkapi persyaratan administrasinya secara online hingga batas pendaftaran pukul 24.00 semalam.

"Selanjutnya mereka akan menjalani pemeriksaan berkas lanjutan dan jika sudah dinyatakan lengkap maka mereka akan menjalani psikotest sampai dinyatakan lulus dan diterima," jelas dia di Jakarta, Kamis (19/10).

Harry menambahkan kekurangan pendamping PKH pada tahun 2018 sebanyak 16.092 orang dari 41.104 pendamping yang dibutuhkan untuk melayani 10 juta Keluarga Penerima Manfaat.

"Mereka yang dinyatakan lulus akan ditempatkan sesuai daerah yang membutuhkan dengan jumlah dan komposisi masing masing daerah berbeda beda," sambungnya.

Seleksi kompetensi bidang dan psikotest akan dilakukan secara serentak di 134 kabupaten/kota pada tanggal 12-15 November 2017 dan pengumuman hasil kelulusan 1 Desember 2017.

Harry menambahkan, para pendamping yang dinyatakan lulus nantinya akan mendapatkan pelatihan mengenai pengelolaan PKH dan berbagai keterampilan lainnya guna menunjang keluarga KPM bisa mandiri dan lepas dari masalah kemiskinan.

"Tugas para pendamping adalah untuk membantu KPM untuk bisa mandiri sehingga bisa lebih baik status sosial ekonominya dan bisa keluar dari perangkap kemiskinan sehingga bisa dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan PKH lainnya," tandasnya.

Program Keluarga Harapan pada awal pemerintahan Jokowi diberikan kepada 2,7 juta penerima. Kemudian bertambah menjadi 3,5 juta, bertambah lagi menjadi 6 juta di tahun ini. Tahun depan bertambah lagi menjadi 10 juta tahun 2018.

”Ini menunjukkan political will dari pemerintahan Jokowi dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. [sam]

Komentar Pembaca
TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Unifikasi Dua Korea Bisa Segera Terjadi

Unifikasi Dua Korea Bisa Segera Terjadi

, 22 FEBRUARI 2018 , 11:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00