Hanura

Sekolah Pemimpin Muda KBFP Kembali Digelar Februari Mendatang

 JUM'AT, 29 DESEMBER 2017 , 17:12:00 WIB | LAPORAN:

Sekolah Pemimpin Muda KBFP Kembali Digelar Februari Mendatang

KBFP/RMOL

RMOL. Sekolah Pemimpin Muda Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) kembali dilaksanakan pada Februari 2018 mendatang.
Sebanyak 50 anak muda pilihan dari berbagai penjuru kota di Indonesia akan berkumpul di Jakarta selama satu minggu untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan KBFP Angkatan ke-7 yang rencananya digelar mulai 7 Februari 2018.

Founder KBFP Dimas Oky Nugroho mengatakan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk ikut mempersiapkan anak-anak muda sebagai calon pemimpin yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan dan anti korupsi serta bervisi Indonesia yang bersatu, maju dan sejahtera.

"Melalui KBFP 7, generasi muda khususnya para millenials juga dibekali kemampuan untuk membangun konektivitas yang positif antara sesama anak bangsa serta dengan para tokoh dan institusi kunci yang dapat membantu pembentukan karakter, pengetahuan dan jejaring yang mereka butuhkan sebagai akses berkembang," ujar Dimas kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/12).

KBFP 7 akan mengusung tema "Mengantisipasi Konvergensi Media Membangun Masa Depan Indonesia".  Dimas yang juga Staf Khusus Kepala Kantor Kepresidenan ini menjelaskan para peserta akan diberikan materi di kelas oleh pemateri berkualitas dan dipertemukan dengan tokoh-tokoh bangsa yang akan memberikan motivasi dalam membangun dan memimpin bangsa.

Bagi anak muda berusia 25 hingga 35 tahun yang ingin bergabung dalam kursus singkat kepemimpinan muda ini dapat mendaftarkan diri dengan cara menyerahkan CV dan sejumlah persyaratan lainnya. Untuk informasi lebih lengkap, calon peserta bisa mengunjungi situs www.kader-bangsa.org.

Sejauh ini sejak tahun 2011 KBFP telah mencetak enam angkatan kader bangsa. Para alumninya kini tersebar dan telah berkiprah menjadi pemimpin komunitas serta pemimpin di sejumlah institusi daerah sampai tingkat nasional. Mereka juga menjadi pembentuk opini yang berpengaruh dan menjadi teladan di lingkungannya masing-masing.

KBFP telah menjadi medium efektif merajut kebersamaan dan kerja sama dalam konteks masyarakat majemuk yang dibutuhkan Indonesia. Dimas mengungkapkan fokus KBFP adalah mendorong keterlibatan anak muda, menjaga kohesi bangsa, membangun kehidupan publik yang bersih dan anti korupsi, menjaga independensi, kapasitas dan integritas, memelihara keberagaman, melawan radikalisme sekaligus membangun bangsa melalui inisiatif-inisiatif mandiri yang progresif. [san]

Komentar Pembaca
Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!
Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

, 11 JUNI 2018 , 20:21:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00