Radius Berbahaya Diturunkan, Ribuan Pengungsi Gunung Agung Pulang

 KAMIS, 04 JANUARI 2018 , 21:07:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

RMOL. Aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi dan fluktuatif. Hasil analisis data visual dan instrumental meliputi seismik, deformasi dan geokimia menunjukkan saat ini Gunung Agung masih berada dalam fase erupsi.
"Material erupsi berupa lava yang mengisi kawah, hembusan/letusan abu dan lontaran batuan di sekitar kawah masih berpotensi terjadi," kata Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Kamis (4/1).  
 
Data deformasi dalam beberapa hari terakhir juga menunjukkan trend yang stagnan yang mengindikasikan belum ada peningkatan pada sumber tekanan yang signifikan. Perkiraan potensi bahaya saat ini berupa lontaran batu pijar, pasir, kerikil, dan hujan abu pekat juga lahar hujan diperkirakan melanda area di dalam radius 6 kilometer dari kawah.

Bendasarkan analisis terkini maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Awas atau level empat. Namun daerah berbahaya diturunkan, yang sebelumnya dalam radius 8-10 kilometer menjadi 6 kilometer. Artinya masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. Penurunan daerah berbahaya ini terhitung mulai hari ini.

"Kepala PVMBG telah melaporkan kepada BNPB untuk mengambil langkah-langkah penanganan pengungsi. Dengan penurunan daerah berbahaya yaitu menjadi di dalam radius enam kilometer maka ribuan masyarakat yang mengungsi boleh pulang ke rumahnya masing-masing," jelas Sutopo.

Berdasarkan analisis peta kawasan rawan bencana, terdapat 12 desa dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah. Dari 12 desa tersebut terdapat tujuh desa yang ada penduduknya dan lima desa yang tidak ada penduduknya di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah.

Desa dengan 20 Banjar yang penduduknya masih harus mengungsi adalah Desa Jungutan, Buana Giri, Sebudi, Besakih, Datah, Baturinggit, dan Desa Ban.

Jumlah pengungsi 70.610 jiwa yang tersebar di 240 titik. Pengungsi berada di tempat yang jauh dari desa asalnya dan terdapat di sembilan kabupaten/kota yaitu Kabupaten Buleleng (9.983 jiwa), Klungkung (10.964), Karangasem (42.908), Bangli (1.017), Tabanan (733), Kota Denpasar (748), Gianyar (3.507), Badung (590), dan Jembrana (9205).

"Agar pemulangan pengungsi dapat berjalan dengan tertib, maka BNPB bersama Satgas Tanggap Darurat Penanganan Erupsi Gunung Agung terus melakukan koordinasi. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. Pemerintah dan Pemda dibantu unsur lainnya masih berkoordinasi untuk proses pemulangan dan penanganan pengungsi," demikian Sutopo. [wah]


Komentar Pembaca
Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

, 18 JANUARI 2018 , 19:00:00

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

, 18 JANUARI 2018 , 17:00:00

Sabam Sirait Dilantik

Sabam Sirait Dilantik

, 15 JANUARI 2018 , 16:34:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00

Minta OSO Pidato Di HPN

Minta OSO Pidato Di HPN

, 16 JANUARI 2018 , 18:15:00