Hanura

Wagub Sandi: Jangan Sampai Impor Beras Rugikan Pedagang Dan Petani Kecil

 JUM'AT, 12 JANUARI 2018 , 14:39:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku mendapatkan laporan bahwa akan ada impor beras sebanyak 500 ribu ton oleh Kementerian Perdagangan sepanjang tahun 2018.
Dari angka sebesar itu, kata dia, sudah ada 100 ribu hingga 120 ribu ton beras yang masuk ke Indonesia. Angka itu menurut dia sangatlah besar dan bisa menyebabkan penyimpanan harga (distorsi).

"Nanti ada distorsi harga yang kami khawatirkan," ujarnya di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat Jumat (12/1).

Sandi mengakui bahwa impor itu dilakukan karena disinyalir minimnya suplai beras dan tidak lancarnya distribusi beras.

Namun dia sangat ingin membuat suplai beras untuk warga ibukota tercukupi. Karenanya, Sandi meminta Kementerian Perdagangan untuk melibatkan Pemprov DKI dalam hal distribusi salah satu kebutuhan pokok masyarakat itu.

"Kita ingin dilibatkan, Pemprov DKI dan BUMD DKI ingin dilibatkan. Karena kita tidak ingin membanjirnya suplai yang rencananya masuk ke Jakarta 100 ribu akan mengakibatkan distorsi harga. Jadi kita ingin harga stabil. Kasihan petani, kasihan pedagangnya kalau harga tiba-riba (harga) anjlok. Jadi itu yang kita sikapi. Kita ingin semua ikut saling membantu," tegasnya.

Konkretnya, lanjut politisi Partai Gerindra ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melibatkan Food Station dan PD Pasar Jaya.

"Karena nanti ini outletnya juga melewati Pak Arief (Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin). Jadi kalau kita ga ada koordinasi, susah. Ini yang kita sampaikan, jangan hanya kita dipakai untuk sebagai bemper di depan. Tapi kita mau dilibatkan," tekan Sandi.

Sandi pun mengaku sejauh ini sudah menghubungi Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Amran pun katanya sangat mendukung ide tersebut.

"Kita tunggu langkah-langkah Mendag untuk merangkul kami. Karena ini butuh sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Itu yang kamu harapkan. Jangan sampai kita tidak berkoordinasi, jangan sampai kita memberatkan warga dan pedagang kecil," tukas Sandi. [rus]

Komentar Pembaca
Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!
Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

, 11 JUNI 2018 , 20:21:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00