Hanura

Guru Besar IPB: Seharusnya Impor Beras Sudah Sejak Dulu

 MINGGU, 14 JANUARI 2018 , 21:40:00 WIB | LAPORAN:

Guru Besar IPB: Seharusnya Impor Beras Sudah Sejak Dulu

Net

RMOL. Langka dan melonjaknya harga beras di pasaran melampaui harga eceran tertinggi (HET) membuat masyarakat heran.
Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas pun heran atas ketersediaan beras jutaan  ton yang diklaim dimiliki Kementerian Pertanian. Pasalnya, gejolak harga beras sudah terjadi sejak Juli-Agustus 2017 lalu. Bahkan sejumlah tempat penggilingan padi tutup di sejumlah daerah karena tidak mendapatkan gabah.

"Sebenarnya fenomena itu sudah cukup lama. Harga beras medium memang betul naik, dari Januari ke Maret 2017 harga beras naik, Mei- Juni naik lagi. Kemudian heboh PT IBU," ujar Andreas kepada wartawan, Minggu (14/1).

Merespon fenomena itu, Andreas mengaku lewat jaringan Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI) keliling ke sejumlah daerah melihat yang sesungguhnya terjadi. Hasilnya mencengangkan, ada sekitar 400 ribu hektare sawah terserang hama.

Salah satunya laporan dari jaringan yang diterima tim AB2TI saat keliling Jawa, termasuk ke Tabanan, Bali. Pihaknya mengamati serangan hama sangat luas.

"Pada saat itu perkiraan kami lebih dari 400 ribu hektare. Itu terjadi di bulan Juli. Saya pikir, pada titik tertentu ini akan meledak. Nah titik klimaksnya benar terjadi di bulan Januari ini," kata Andreas.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Muhammad Syakir mengatakan bahwa produksi beras 2017 pada tataran nasional surplus. Hal itu terjadi berkat upaya khusus atau upsus yang dilakukan untuk peningkatan produksi padi.

Syakir mengatakan, produksi gabah kering giling nasional sekitar enam juta ton, setara dengan beras tiga juta ton padahal kebutuhannya 2,6 juta ton, sehingga terjadi surplus.

Namun, fakta di pasar, harga beras naik antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000 per kilogram. Hingga kemarin, pantauan di Pasar Bogor harga beras katagori super yang biasanya dijual Rp 10 ribu naik jadi Rp 12 ribu per kilogram. Sementara harga beras lokal dijual hingga Rp 10 ribu dari sebelumnya 8.500 per kilogram.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 12 Januari 2018, rata-rata harga beras medium di Indonesia mencapai Rp 11.950 per kilogram. Adapun, harga beras termahal dicatat Provinsi DKI Jakarta dan Kalimantan Tengah dengan rata-rata Rp 13.600 per kilogram.

Harga itu jauh melonjak dari HET yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 9.450 per kilogram untuk wilayah Pulau Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara HET beras medium untuk wilayah Papua dan Maluku sebesar Rp 10.250 per kilogram.

HET beras medium di Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan tercatat dan HET beras medium tertinggi terdapat di Papua dan Maluku sebesar Rp 10.250 per kilogram.

"Kalau melihat harga yang sedemikian tinggi kan tidak mungkin dibiarkan. Apalagi sudah mendekati Rp 12 ribu, padahal semua tidak ada yang diuntungkan," kata Andreas.

"Di jaringan kami gabah sudah tembus enam ribuan. Beras di tingkat usaha tani sudah Rp 13 ribu per kilogram. Gabah sudah mulai kosong di petani," lanjutnya.

Menyikapi kebijakan Kementerian Perdagangan membuka keran impor beras 500 ribu ton, Andreas mengatakan sudah terlambat. Seharusnya langkah itu dilakukan sejak jauh hari.

"Kalau dari sisi pergerakan harga, kebijakan ini telat. Harusnya sudah dari dulu diimpor karena pedagang-pedagang tidak mampu lagi mengelola stok," ujarnya.

Dia juga mempertanyakan ke mana beras yang diklaim Kementan mengalami surplus. Untuk itu, dia berpesan agar pemerintah berhati-hati mengelola beras, karena persoalan beras punya dampak sosial dan politik yang luar biasa.

"Kementan bilang ada ketersediaan jutaan ton beras, di mana itu nyimpannya, apa disimpan di bawah tanah. Ini harus jadi pelajaran ke depan agar hati-hati mengelola beras karena dampak sosial dan politiknya luar biasa," imbuh Andreas yang juga ketua umum AB2TI. [wah] 


Komentar Pembaca
Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi
Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

, 20 JULI 2018 , 13:00:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Salam Komando Demokrat-PDIP

Salam Komando Demokrat-PDIP

, 14 JULI 2018 , 03:59:00

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

Massa PDIP Vs Hummer Hary Tanoe

, 17 JULI 2018 , 21:28:00