Hanura

HPN 2018

Dahlan Iskan: Sulit Memperkirakan Masa Depan Media, Tapi Tidak Perlu Khawatir

 KAMIS, 08 FEBRUARI 2018 , 13:58:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dahlan Iskan: Sulit Memperkirakan Masa Depan Media, Tapi Tidak Perlu Khawatir

Dahlan Iskan/Net

RMOL. Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS) Dahlan Iskan mengatakan masyarakat pers tidak perlu khawatir dengan perkembangan digital media yang diprediksi bakal membunuh media konvensional.
"Perubahan-perubahan terakhir ini begitu cepatnya sehingga sulit sekali kita memperkirakan masa depan," kata Dahlan dalam Konvensi Media Massa Nasional dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Hotel Grand Inna Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/1).

Pendiri Jawapos Grup ini mengutip pendiri Ali Baba Jack Ma yang mengatakan "semua orang tidak tahu masa depan". Inilah zaman menurut Dahlan dengan perubahan serta berkembangnya media digital yang begitu cepat. Tidak ada yang mengetahui seperti apa masa depan media ke depan.

"Karena itu sekarang ini, tidak usah terlalu banyak mendengar nasihat, prediksi, perencanaan jangka panjang. Sulit sekali," ucap Dahlan sambil meyakinkan bahwa persaingan usaha media pasca revolusi digital tidak perlu dikhawatirkan.

Oleh sebabnya, lanjut Dahlan, jika sekarang media cetak kalah jauh jumlahnya dengan media online, baginya belum seberapa, nantinya kata Dahlan akan jauh lebih banyak lagi media online yang akan tumbuh.

"Karena 70 persen pemilik media online sekarang ini, berasal dari wartawan surat kabar," tutur Dahlan.

Faktor utamanya jelas mantan Menteri BUMN itu, disebabkan oleh pandangan para wartawan surat kabar yang mendirikan online melihat tidak ada kemajuan pada surat kabarnya, ataupun pimpinan surat kabarnya tidak dapat diandalkan hingga pertimbangan gaji kecil.

"Melihat kenyataan yang baru ini mereka berpikir, lebih baik mendirikan media online, yang biayanya relatif murah yang pendapatannya cukup menjanjikan," ungkap Dahlan.

Dahlan mengatakan, hal tersebut tidaklah salah. Selain bisa mendapat pendapat lebih dari bekerja di surat kabar mereka bisa tetap eksis sebagai seoarang wartawan. Baginya, ancaman surat kabar kedepan akan terus kehilangan para wartawannya yang akan mendirikan media online masing-masing.

"Sehingga nanti, persaingan ini akan menjadi sangat bebas," tandas Dahlan.

Yang terpenting niatnya baik yaitu untuk mencerdaskan anak bangsa membangun negara dan menjadi alat untuk mempererat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan yang harus dihindari adalah jangan sesekali memeras dan melanggar kode etik.

"Lakukan apa yang ingin anda lakukan sekarang ini," pungkas Dahlan menambahkan.

Selain Dahlan, acara Konvensi Nasional Media Massa HPNS 2018 turut juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi serta beberapa pemilik media salah satunya Presiden Direktur VIVA Media Group, Anindya Novyan Bakrie. [rus]

Komentar Pembaca
Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

, 17 MEI 2018 , 20:00:00

Rocky Gerung - Kelincahan Berfikir (Bag.4)
Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00