Hanura

FSTM Ingin Masjid Jadi Tempat Menebar Rahmat

 JUM'AT, 09 FEBRUARI 2018 , 21:32:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

FSTM Ingin Masjid Jadi Tempat Menebar Rahmat

RMOL

RMOL. Masjid merupakan tempat yang paling diincar peserta pemilu dalam berkampanye. Sebab, di masjid, para calon kepala daerah maupun para calon anggota legislatif bisa dengan mudah mengumpulkan orang tanpa mengeluarkan biaya besar.
Namun demikian, penggunaan masjid sebagai tempat kampanye selalu menimbulkan masalah. Tak jarang ada singgungan antar umat yang muncul hanya karena berbeda pilihan.

Atas alasan itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta Makmun Al Ayyubi menegaskan bahwa pihaknya telah melarang penggunaan masjid sebagai tempat kampanye praktis.

"Masjid itu sifatnya untuk pembinaan umum. Kita ingin tegaskan saja ini juga merupakan kebijakan Dewan Masjid Indonesia untuk tidak menggunakan masjid sebagai kampanye politik praktis," jelasnya usai Halaqoh Forum Silaturahim Takmir Masjid di Masjid Baiturrahmah, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta, Jumat (9/2).

Makmun mengimbau kepada para takmir masjid untuk melakukan upaya-upaya pencegahan agar masjid tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kampanye.

"Ketika ada orang ingin gunakan masjid ditanya dulu tujuannya apa. Jangan kemudian nanti izinnya adalah melakukan pengajian, tapi isinya kampanye. Ini yang tidak benar," tegas Makmun.

Ketua Forum Silaturahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta Husny Mubarok Amir menambahkan, acara halaqoh tersebut merupakan cara agar masjid kembali berfungsi sebagai tempat menebar rahmat. Sehingga, dakwah di masjid menjadi sejuk dan tidak ada faktor politik.

"Akan jadi bahaya kalau kampanye sampai di masjid. Jamaah yang berbeda pilihan pasti akan terpecah belah,' katanya.

Adapun dalam acara ini FSTM Jakarta mengeluarkan pernyataan sikap agar masjid-masjid tetap menjadi tempat menyampaikan pesan-pesan yang rahmatan lil-alamin. Pernyataan sikap yang dibacakan secara bergantian oleh peserta halaqoh itu, antara lain menolak segala bentuk politisasi masjid yang dapat memecah belah persatuan umat.

"Kedua, meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan," sambung peserta halaqoh yang merupakan dari perwakilan takmir masjid di ibu kota.  

FSTM Jakarta juga ingin agar masjid dikembalikan sesuai dengan fungsinya yaitu menjadi perekat ummat, penguat bangsa dan negara.

Selain itu juga, mengajak kepada seluruh imam, dai, dan mubaligh agar menjadikan mimbar-mimbar masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi bukan caci maki, menyampaikan ujaran kebencian, serta ajakan

"Menolak paham radikal yang menyusup dari masjid ke masjid sebagai upaya menjaga dan merawat NKRI. Terakhir, mengajak seluruh stakeholder, tokoh agama, masyarakat, pimpinan partai, para calon kepala daerah dan para tim sukses untuk menjaga netralitas masjid agar terlepas dari kampanye dan kepentingan praktis," tutupnya. [wah]


Komentar Pembaca
Hati-Hati

Hati-Hati "Uang Baru" Palsu!

, 23 MEI 2018 , 17:00:00

Hidayat Nur Wahid - NKRI (Bag.2)

Hidayat Nur Wahid - NKRI (Bag.2)

, 23 MEI 2018 , 15:00:00

Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00