Hanura

Oh, Jalur Sepeda Sangat Minim Deh...

Pegowes Kerap Alami Kecelakaan

 SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 11:02:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Oh, Jalur Sepeda Sangat Minim Deh...

Foto/Net

RMOL. Jalur khusus sepeda di Jakarta masih sangat minim. Pegowes tak aman dan terpinggirkan. Buktinya, kecelakaan menimpa pesepeda ker­ap terjadi. Yang terbaru akhir pekan lalu, pe­gowes meninggal dunia setelah ditabrak mobil SUV di Jalan Gatot Sub­roto, Jakarta Selatan.
 Ini berarti komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dari periode satu ke periode beri­kutnya untuk menyediakan jalur khusus sepeda sangat minim.

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka, selain di badan jalan, jalur khusus sepeda di Ibu Kota juga sudah ada di trotoar. Na­mun, model seperti ini belum banyak ditemui. Jalur dengan lebar dua meter yang dicat hi­jau ini dilengkapi ramp, supaya sepeda tidak perlu diangkat saat akan naik ke trotoar.

Baru empat titik kawasan yang sudah memiliki trotoar di­lengkapi jalur sepeda. Trotoar di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jalan Raya Jatinegara Timur, Ja­karta Timur, Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, dan Jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat.

Sayang sekali, meski sudah ada trotoar yang dilengkapi fasilitas untuk pegowes, belum seluruhnya ini dimanfaatkan oleh para pesepeda. Karena ada gangguan, seperti pedagang yang menggelar lapaknya di jalur ini. Misalnya di Jalan Daan Mogot, pedagang menggelar tikar untuk para pelanggan.

"Saya nggak masalah sama para pedagang, tapi masa kita yang ngalah. Coba ditata saja ini para PKL. Supaya pembelinya duduk di kursi taman, jangan di jalur sepeda deh," kata Soli­hudin, pengowes yang tinggal di Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dia mengapresiasi keberadaan jalur khusus sepeda di trotoar. Namun, banyak warga yang belum tahu fungsinya, sehingga banyak juga pejalan kaki yang melintas. Sebab, tak ada tanda rambu-rambu.

"Selain itu, ini hanya di satu sisi. Di seberang nggak ada. Padahal, ini sangat aman buat pesepeda. Coba semua trotoar kayak gini, nyambung dari satu jalan ke jalan lain," pintanya.

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertim­bal (KPBB) Ahmad Safrudin mengungkapkan, sampai saat ini baru 0,43 persen jalur sepeda di Jakarta. Sangat jauh dari total panjang ruas jalan di Ibu Kota yang mencapai 6.930 kilome­ter (km). Jalur sepeda masih terbatas di Jalan Imam Bonjol sampai dengan Depan RSCM di Jakarta Pusat, Jalur Banjir Kanal Timur (BKT) dan Ta­man Ayodya-Melawai Blok M, Jakarta Selatan.

"Baru sekitar 30 km. Sangat minim. Itu pun tidak maksimal direncanakan dan diokupasi juga oleh PKL, pengendara motor maupun mobil," kata saat berbin­cang dengan Rakyat Merdeka.

Diingatkannya, dalam Pasal 25 Ayat 1 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada setiap jalan yang di­gunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Dia meminta, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memperhatikan para penggowes. Wujudkan jalur khusus sepeda di sebagian besar jalan Ibu Kota. "Beri separator, supaya pese­peda aman melintas. Bersihkan dari PKL, tindak motor, mobil yang parkir sembarangan di jalur sepeda," pintanya.

Melihat kondisi ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji akan menambah jalur khusus sepeda. "Kita akan tambah. Pelan-pelan deh, kita li­hat nanti. Mungkin di awal tahun ini bisa digagas beberapa tempat yang bisa dijadikan jalur sepeda,"  kata Sandi di Mall of Indonesia, Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sandi meminta dukungan dari komunitas sepeda. Pemprov DKI sebagai penyedia fasilitas membutuhkan komunitas sepeda untuk mengetahui jalan mana saja yang sangat perlu jalur sepe­da dan supaya jalur yang akan dibuat terawat dengan baik.

"Tapi kita harus bekerja sama dengan komunitas sepeda. Karena Pemprov menyediakan tapi harus dijaga bersama-sama warga den­gan Pemprov," terang Sandi.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengatakan, sembari Pemprov DKI mem­bangun fasilitasnya, pengguna jalan juga harus waspada. Se­hingga kejadian kecelakaan tak terulang.

"Butuh kewaspadaan masyarakat, baik pengguna kend­araan bermotor maupun yang naik sepeda untuk sama-sama menjaga keselamatan," imbau Sandi.

Sedangkan Kepala Seksi Per­encanaan Kelengkapan Prasara­na Jaringan dan Jaringan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta Ricky Janus mengatakan tro­toar dengan jalur sepeda sudah dibangun sejak 2016 hingga 2017. Pihaknya berencana mem­bangun jalur serupa di trotoar lain yang memungkinkan.

"Ini akan terus berlanjut di tahun-tahun ke depan," ujarnya. ***

Komentar Pembaca
25 Hal Tentang Menteri Amran

25 Hal Tentang Menteri Amran

, 19 APRIL 2018 , 17:00:00

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

, 19 APRIL 2018 , 11:00:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00